Studied Business at LOCAL STARTUP FEST.

Local Startup Fest? Duuh, apa sih itu? aku langsung meluncur pada laman website acara tersebut setelah tidak sengaja melihat cuplikan iklannya di akun instagram-ku. Akhir-akhir ini rasanya aku sering sekali mendengar beberapa teman yang sangat antusias untuk mendirikan perusahaan-perusahaan baru sebagai langkah awal memulai bisnisnya. Aku sendiri semakin panasaran karena memang rasanya keren untuk berani mencoba mendirikan sebuah perusahaan pemula yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan startup tersebut.

img_0068
Explore Local Startup Fest

Begitu aku masuk pada laman websitenya, sebuah background merah dengan kotak kecil di tengah layar yang sedang menari langsung meresponku. Halaman itu taklain adalah halaman loading yang memintaku untuk menunggu tampilan selanjutnya. Tidak perlu menunggu waktu lama, akhirnya halaman tersebut berubah menjadi sebuah tampilan modern bertuliskan LOCAL STARTUP FEST yang sangat mencolok mata. Aku langsung membaca seluruh informasi yang ada dihalaman web tersebut. Tagline acara yang bernada Tech For All, langsung membawaku untuk mencari tahu bagaimana caranya agar aku bisa ikut bergabung dan menyaksikan acara yang digelar di The Space Senayan City, Jakarta. FYI, acara tersebut baru saja selesai digelar pada tanggal 24-26 February 2017.

**

img_0095
Crowded

Local Startup Fest, sesuai dengan namanya, acara tersebut adalah acara dimana para pemilik startup berkumpul untuk memamerkan ide serta bisnis yang sedang dijalankannya. Di acara ini juga turut hadir banyak pembicara terkenal yang telah dahulu sukses membangun startupnya masing-masing. Meraka yang hadir mengisi di acara ini bukanlah orang sembarangan. Meskipun terbilang tidak begitu terkenal layaknya artis ibukota, namun meraka adalah para pengusaha yang sudah pasti memiliki banyak rekanan serta loyal terhadap kerjaan bisnis yang dibangunnya. Nama-nama seperti Hadi Wenas – Ceo Mataharimall.com, Hendrik Tio – Ceo Bhinneka.com, serta Sandiaga Uno – Co-Founder Angel eQ Network yang juga salah satu paslon gubernur DKI pun turut hadir. Meraka hadir sebagai pembicara yang akan memberikan paparan singkat untuk mengajarkan kepada semua pengunjung tentang bagaimana memulai dan menjalankan sebuah bisnis terutama Startup.

***

Wejangan Sandiaga Uno, Co Founder Angel eQ Network

img_0062
Founder Angel eQ Network

Hari pertama, setelah acara dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Kominfo, Sandiaga Uno, Bapak yang sedang berjuang menjadi gubernur DKI inipun naik keatas panggung utama. Namun, Ia tidak sendirian. Ia ditemani oleh rekannya sesama founder dari Angel eQ Network yang juga pendiri BUBU.com, yaitu Mbak Shinta Dhanuwardoyo. Dalam paparannya, mereka berdua menjelaskan bagaimana Trend pertumbuhan perusahaan startup yang mendukung pola ekonomi bangsa, khususnya Indonesia. Hampir seluruh bangku yang tersedia dipanggung utama terisi. Bahkan para pengunjung rela berdiri disela-sela celah kosong hanya untuk mendengarkan dan melihat pengisi acara yang sedang tampil. Selaku investor, Sandi menekankan kepada pelaku usaha agar memiliki jiwa A.T.M untuk meyelesaikan masalah secara cepat dan tepat. ATM tersebut menurutnya adalah singkatan dari Amati, Tiru, Modifikasi. Dengan menggunakan metode ini, niscaya apapun masalahnya akan segera terselesaikan dengan cepat.

Beda halnya dengan mbak Shinta, ia beranggapan bahwa semua masalah itu harus di hadapi dengan positif. Karena menurutnya, jika kita menjadikan masalah itu sebagai hal yang positif, maka seharusnya kita tidak akan berusaha untuk menghindarinya melainkan terus berfokus agar masalah itu bisa terselesaikan dengan baik. Sayang, waktu mereka tampil sangat terbatas, sehingga merakpun tidak bisa lebih banyak memberikan masukan-masukan yang dirasa perlu bagi pengusaha muda, khususnya mereka yang sedang mencari investor.

Trik Jitu Blanja.com dalam membangun Startup.

Aulia Ersyah Marinto, selaku Ceo dari iDEA kemudian naik panggung setelah pembicara pertama, Sandiaga Uno, turun. Dalam topiknya yang berjudul “Don’t Just Start a Startup, Solve a Problem” ia berbicara tentang trik-trik yang ampuh untuk bisa membangun bisnis startup dari nol. Menurutnya, ada sekitar 6 (enam) langkah kecil yang bisa terapkan agar bisnis yang kita buat bisa berjalan. Poin pertama adalah kenali karakteristik founder lain. Hal ini karena biasanya sesama founder dalam bisnis memiliki pemikiran yang berbeda. Untuk bisa berjalan secara bersama-sama, maka sangat penting untuk saling mengenali masing-masing karakteristik yang pada akhirnya bertujuan bagaimana cara me-manage karakteristik tersebut. banyak startup gagal karena adanya perselisihan terutama antar foundernya. Poin kedua adalah memahami tujuan dan arah startup yang dibangun. Ini berarti semua founder harus kembali pada visi dan misi saat startup tersebut akan dibangun. Poin ketiga adalah produk tersebut mensolusikan apa untuk orang lain (konsumen)? Sebagai contoh, produk yang kita buat haruslah bisa menjawab kebutuhan konsumen secara tepat. E-commerce misalnya, biasanya produk ini menjawab para pembeli yang malas untuk pergi ke toko offline, atau bahkan mereka yang super sibuk sehingga tidak ada waktu untuk berbelanja. Demikian juga dengan hadirnya Gojek sebagai sarana jitu untuk memudahkan trasnportasi di ibukota. Teknologi sejatinya mampu membantu meringankan kerja manusia. Poin keempat adalah memulai dari skala yang bisa terukur. Kita bisa saja menargetkan penjualan sebanyak ribuan produk, bahkan jutaaan, namun yang jadi kendala bagaimana kita mengontrol semua itu jika SDM yang kita miliki terbatas? Jadi ada baiknya skala yang bisa diukur menjadi peran penting agar bisnis yang dijalankan selalu real. Poin kelima adalah menentukan target konsumen. Menurutnya ini sangat penting, karena ujung-ujungnya konsumenlah sebagai mitra utama kita terutama dalam meraih angka penjualan. Point terkhir adalah performance and endurance, dimana setiap bisnis yang dijalankan haruskan bisa tahan dan terus menunjukan performance yang bagus dari waktu ke waktu.

img_0060
Isi Acara Salah Satu Startup

Building a successful startup from the scratch.

Siapa yang tidak tahu bhinneka.com? itu adalah ucapan pembuka yang dikeluarkan oleh bapak Hendrik Tio ketika pertama kali menaiki panggung utama. Hendrik Tio tak lain adalah Ceo dan Founder dari Bhinneka.com yang sampai saat ini masih menjadi situs retail online terbesar di Indonesia. Bhinneka sendiri lahir di tahun 1993, dimana fokus utamanya adalah pada penjualan computer serta kamera original terpercaya. Jatuh bangun terus dirasakan oleh Bhinneka sampai pada akhirnya bisa terus eksis sampai dengan tahun 2017. Kini umur Bhinneka sudah 24 tahun, dimana mereka selalu menjadi retail online nomor satu pemberi referensi terbaik terhadap produk-produk retail unggulan. Menurut pek hendrik, ada beberapa latar belakang mengapa Bhinneka bisa seperti saat ini. diantaranya adalah mental enterpreuner yang dimiliki oleh para CEO-nya, sehingga Bhinneka pun terus berkembang. Dalam perjalannnya, sesama founder yang ada di Bhinneka selalu berfokus pada visi misi bisnis serta saling memberikan chemistry kekerabatan yang kuat. Disamping mereka tidak pernah takut untuk menerobos segala ketakutan yang menurutnya belum terjadi. Ada satu hal yang perlu diperhatikan jika ingin membuat website jualan bermanfaat, hal itu adalah jangan sampai IT yang ada didalam web tersebut sifatnya mubazir, sehingga akan lebih bijak jika perkembangan website pun sejalan dengan perkembangan kebutuhannya.

**

img_0076
Keenan Pearce – Salah satu pengisi acara

Sebanarnya masih banyak pembicara-pembicara berpengalaman yang hadir dalam acara ini, namun tidak bijak jika tidak melihat dan berbincang secara langsung dengan beberapa stand startup yang juga menjadi pengisi acara. Sungguh luarbisa semua ide yang hadir ditempat ini. Ide-ide yang terbilang sepele, jika diolah sedemikian rupa akan menghasilkan produk yang bisa memecahkan masalah besar. Aku salut dengan ide-ide kreatif seperti Jukir, outger, satpam online, sampai kukuruyuk yang ternyata bisa diwujudkan dalam bentuk digital. Pada akhirnya aku tidak menyesal mengikuti acara ini selama 3 hari berturut-turut, karena selain mendapat ilmu, aku juga bisa mendapatkan kenalan baru serta bisa menjalin kerjasama untuk mengembangkan bisnis yang aku jalankan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s