Berkunjung Ke Pura Mangkunegaran di dekat Hotel ASIA Solo.

Berkunjung ke Pura Mangkunegaran di dekat Hotel Asia Solo

Suara rentetan gerbong khas si ular baja itu terdengar jelas di telingaku. Tas ransel yang biasa aku bawa tergeletak manis dibawah kedua kakiku. Para penumpang lain masih saling terdiam dan sama-sama menikmati perjalanan yang diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 11 jam perjalanan. Suara hembusan angin yang berasal dari sebuah AC di dalam gerbong terdengar menyeruak. Hari ini aku sedang melakukan perjalanan menuju Solo. Meskipun sekarang telah berubah nama manjadi Surakarta, namun nama solo tetap menjadi nama khas untuk kota kecil di Jawa Bagian Tengah ini. melakukan perjalanan dengan kereta api sungguh menyenangkan buatku.

Sepertinya sudah tidak menjadi rahasia umum jika Solo terkenal dengan ragam batiknya yang menawan. Mendengar kata Solo, kita mungkin juga akan teringat kuliner populer yang lezat bernama serabi. Namun, Solo ternyata bukan hanya sebatas batik dan serabi saja. Ada banyak destinasi wisata yang bisa dieksplor jika Anda datang ke Solo.

Nah, saat itu aku kebetulan menginap di Hotel Asia Solo, di dekat hotel ini, ada salah satu lokasi wisata yang bisa dikunjungi, tempat itu adalah Pura Mangkunegaran. Jarak tempuh lokasi ini tidak terlalu jauh dari tempatku menginap.

***

Sejarah Pura Mangkunegaran

Seperti halnya Yogyakarta, Solo pada zaman dahulu merupakan wilayah kerajaan. Hingga kini, warisan sejarah dan budaya tersebut masih bisa dinikmati melalui kehadiran gedung-gedung bersejarah. Salah satu di antaranya adalah Pura Mangkunegaran.

screen-shot-2017-02-22-at-8-44-38-pm
http://www.lihat.co.id

Pura Mangkunegaran merupakan kediaman Sri Paduka Mangkunegaran dan keturunannya. Dibandingkan Istana Kasunanan, luas Pura Mangkunegaran memang jauh lebih kecil, namun, kemegahan arsitekturnya tidak kalah dengan istana-istana kerajaan di Jawa pada masa lampau.

***

Bagian Pura Mangkunegaran

Setalah membeli karcis sebagai tiket masuk pura, aku diajak berkeliling dengan ditemani oleh seorang pemandu wisata yang memang bertugas khusus untuk menjelaskan secara detail semua keindahan yang terdapat di dalam pura tersebut. keindahan-keindahan itu diantaranya adalah :

Halaman yang luas

Layaknya sebuah istana, hal pertama yang dapat dinikmati oleh pengujung, termasuk aku adalah luasnya halaman pura. Halaman yang luas tersebut hampir sepenuhnya ditutupi oleh rumput hijau yang sangat rapi. Halaman ini pada jaman dahulu digunakan untuk berlatih menunggang kuda. Yang dilatih bukan hanya kaum lelaki, namun para perempuan pun ikut berkontribusi dalam latihan tersebut. pada jaman dahulu, baik lelaki dan perempuan diajarkan untuk menunggang kuda, serta menggunakan senjata.

Gedung Kavalerie-Artillerie

Tempat selanjutnya yang menarik berada tepat di ujung halaman pura. Tempat itu adalah sebuah bangunan kecil yang bagian atasnya tertulis Kavalerie-Artillerie. Menurut sejarah, gedung ini dahulu digunakan sebagai lokasi untuk latihan bagi para prajurit Mangkunegaran.

Puas menggali bagian luar, akupun kemudian berjalan untuk memasuki bangunan utama yang menjadi objek utama lokasi wisata ini. Sang pemandu wisatapun dengan sabar terus menjelaskan dengan sabar atas setiap pertanyaan yang aku ajukan.

Pendopo Agung

Pendopo Agung sebetulnya adalah Bagian pertama yang akan langsung terlihat oleh siapapun pengunjung yang datang ke tempat ini, tak terkecuali aku. Tempat ini berupa sebuah ruang terbuka yang sangat luas, yang konon bisa menampung sekitar 10.000 orang. Luasnya mencapai 3.500 meter persegi. Tidak heran jika Pendopo Agung ini disebut-sebut sebagai pendopo paling luas dan besar di Indonesia. Masuk kedalamnya, aku kemudian terkesima dengan beberapa ornament yang ada. Diantanya adalah :

  • Lukisan di langit-langit. Pada saat berkunjung ke Pura Mangkunegaran ini, para pengunjung, tak terkecuali aku, akan menemukan 8 lukisan bermotif api yang terletak di langit-langitnya. Kedelapan lukisan ini memiliki warna yang berbeda-beda, antara lain berwarna merah, putih, ungu, hijau, oranye, hitam, biru, dan kuning. Bukan hanya warnanya, maknanya pun bermacam-macam.
  • Gamelan. Ini adalah Properti tradisional yang aku temukan saat berada di bagian Pendopo Agung. Jumlahnya ada tiga set. Ketiga Gamelan ini berasal dari abad yang berbeda. Gamelan yang paling tua dibuat pada 1751 ini hanya digunakan pada momen-momen tertentu saja, misalnya pernikahan atau penobatan raja. Sementara itu, gamelan yang dibuat pada 1850 masih dimainkan setiap Sabtu pagi, serta Gamelan yang terakhir biasanya dimainkan setiap hari Rabu untuk mengiringi tarian.
  • Melihat ke bagian lain, aku menemukan Hiasan lampu gantung. Aura eksotisme yang terasa dari Pendopo Agung ini salah satunya didukung oleh keberadaan lampu-lampu gantung yang berlapis emas. Hiasan ini berasal dari Belanda dan dibawa ke Pura Mangkunegaran pada 1863 lalu. Selain lampu gantung, marmer yang merupakan bahan pembuatan lantai juga berasal dari Italia. Perhiasan lainnya pun ada yang berasal dari Belgia, China, dan Perancis.
  • Yang terakhir sebelum masuk bangunan utama adalah kolam ikan. Di dalam kompleks istana ini, ada pula sebuah kolam ikan yang cukup besar dan indah.
2452025463_63213ccfcf
http://www.indonesia-tourism.com

Bangunan Utama

Setelah melewati pendopo, aku dan pengunjung lainnya kemudian masuk ke bangunan utama Pura Mangkunegaran. Di dalam area ini, suasana terasa sangat sejuk dan sakral. Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh siapapun pengunjung yang berkunjung ke bangunan utama di Pura Mangkunegaran ini, aturan itu adalah:

  • Pertama, alas kaki tidak boleh dipakai di dalam bangunan utama. Jadi, sepatu dan sandal harus dicopot sebelum masuk ke gedung utama tersebut. Biasanya, para pemandu akan menyediakan kantong plastik untuk menyimpan sepatu-sepatu tersebut.
  • Kedua, Para pengunjung tidak boleh memotret apa pun yang ada di dalam gedung utama ini. Misalnya, lukisan-lukisan para Raja Mangkunegaran dan istrinya yang ada di bagian depan gedung utama. Pada bagian selanjutnya, terdapat lemari-lemari kaca yang berisi barang-barang dari zaman dahulu, termasuk senjata-senjata yang sudah berusia ratusan tahun. Nah, semua keindahan tersebut samasekali tidak boleh Anda abadikan melalui kamera apa pun. Hal ini sudah merupakan kebijakan pihak Mangkunegaran dan tidak boleh dilanggar oleh setiap pengunjung yang datang.

Taman dan Beranda Dalem

Pada bagian selanjutnya, pemandu membawaku keluar dari ruang utama menuju sebuah taman yang cantik. Di depan taman ini juga terdapat sebuah bangunan kecil yang bernama Beranda Dalem. Beranda Dalem difungsikan sebagai ruang keluarga Mangkunegaran. Di tempat ini, raja juga biasanya menerima tamu kenegaraan.

Di dalamnya terdapat meja yang panjang dan dilengkapi dengan kursi-kursi antik. Secara keseluruhan bangunan yang dikelilingi oleh kaca ini terlihat lebih anggun daripada bangunan utama.

Jika diamati, bangunan Pura Mangkunegaran didominasi oleh warna hijau muda. Warna ini memang merupakan simbol Mangkunegaran. Kediaman raja ini semuanya menggunakan bahan kayu jati utuh. Oleh karena itu, meskipun sudah dibangun sejak 1757, bangunan ini masih rapi dan terawat dengan baik.

Adalah sebuah keuntungan tersendiri bagiku karena bisa menjangkau lokasi ini dengan sangat mudah. Hotel Asia Solo tempatku menginap dapat dipesan dengan mudah di link ini hotel ini pun cukup nyaman ditinggali, baik oleh keluarga maupun para kaum backpacker.

Selain Pura Mangkunegaran, para traveler pun juga bisa menjangkau berbagai lokasi wisata lain dengan mudah dari hotel ini karena letaknya yang cukup strategis.

Sore hari menjadi pemisah petualanganku untuk menggali lebih banyak pura ini. akupun kemudian kembali ke tempatku menginap untuk merencanakan perjalananku dihari berikutnya. Tidak ada salahnya untuk segera mengemas barang untuk segera mengexplore lokasi yang fantastis ini.

Selamat berwisata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s