Colonial Hotel Design, Menumbing Hotel Pangkal Pinang

Menumbing hotel Bangka

Bangka? Pertama kali aku mengenal kata Bangka mungkin karena di tempat kelahiraku sendiri nama pulau ini sudah begitu melekat di telinga, terlebih banyak sekali pedagang penjual martabak yang menjadikan kata Bangka sebagai merek dagangnya agar lebih menarik konsumen. Yah, di Bandung khususnya, nama martabak khas Bangka banyak tersebar di hampir setiap pinggiran jalan. Namun dalam artikelku kali ini, aku tidak akan membahas martabak Bangka, tetapi lebih ke pangalamanku menginap di salah satu hotel klasik yang ada di pulau Bangka, tepatnya kota pangkal pinang.

Pesawat Boeing 737-400 yang menerbangkanku dari terminal 1B Soekerno Hatta mendarat dengan sempurna di bandara udara internasional Depati Amir Pangkal Pinang. Cuaca hari itu sedikit mendung dan gerimis. Bandara Depati Amir masih tergolong bandara kecil, belum ada system pelayanan penumpang yang canggih, sehingga begitu turun pesawat, semua penumpang langsung turun melalui tangga dipintu pesawat dan berjalan berbondong-bondong menuju apron dan tempat pengambilan bagasi.

Pintu depan Menumbing Hotel

Bis yang menjemputku sudah siap di tempat parkir bandara. Setelah semua rombongan siap dengan bagasinya masing-masing, kami langsung meluncur ke pusat kota dan tentunya ke tempat kami menginap. Jalanan kota pangkal pinang tidak terasa ramai. Suasananya jalanannya masih sangat kosong, karena ini pertama kali aku menginjakan kaki di pulau Bangka, maka otomatis rasa kantuk yang datang segera tergantikan oleh rasa penasaran untuk bisa segera menjelajah kesetiap sudut kotanya. Aku sengaja tidak tertidur selama perjalanan dari bandara menuju hotel tempat menginap. Bukan karena tidak mengantuk, namun lebih karena rasa penasaranku untuk bisa melihat lebih jelas suasana kota pangkal pinang.

Bis akhirnya tiba di selah satu bangunan klasik peninggalan jaman belanda. Letaknya tepat di belakang pasar modern. Sebuah lorong kecil yang hanya bisa dilewati oleh satu mobil menjadi gerbang utama untuk bisa masuk ke dalam kawasan hotel ini. Bangunan Khas jaman kolonial begitu melekat sesaat setelah aku turun dari pintu bus. Begitu melewati penjaga gerbang, aku langsung disuguhkan pada halaman tempat parkir mobil yang lumayan luas. Di depannya berdiri juga bangunan tua yang kini difungsikan sebagai restoran. Setelah melakukan registrasi, aku kemudian mendapatkan kamar dengan nomor 219, itu berarti aku harus menaiki satu lantai untuk bisa menemukan kamar tempatku berisirahat. Setelah semua barang aku ambil, akupun langsung berjalan menuju kamarku.

Sejarah berdirinya hotel

Dilihat dari fisik bangunannya, hotel ini memiliki bentuk yang klasik. Ohya nama hotel ini adalah hotel menumbing. Awalnya lidahku kesulitan untuk bisa melafalkan nama hotel ini. namun lambat laun akhirnya lidahku bersahabat juga dengan nama hotel ini. Menumbing sendiri menurut warga lokal berarti tua. Ini cocok dengan tampilan hotelnya yang sekilas memang memanfaatkan bangunan tua untuk dijadikan sebagai tempat peristirahatan. Hotel ini memiliki tiga lantai, dimana setiap lantainya memiliki kurang lebih 20 kamar tidur. Nuansa klasik terlihat jelas hampir disetiap sudut hotelnya. Ruangan kamar di hotel ini tidak terlalu luas, juga tidak terlalu sempit. Suasana modern begitu jelas menghiasi bagian kamar yang ada. Aku mengira bahwa suasana di dalam kamar akan sama dengan suasana di luarnya, namun aku salah. Seperti layaknya kamar hotel berbintang, fasilitas didalam kamar hotel inipun lengkap. Mulai dari TV, AC, Kulkas, kotak Brangkas, sampai dengan alat cukur jengot disediakan di dalam hotel ini. Untuk Wifi, jangan salah, jaringannya lumayan untuk nonton video youtube tanpa harus menunggu streaming yang lama.

tangga yang membawaku menuju kamarku nampak begitu klasik. terletak tepat ditengah-tengah ruangan utama, tangga ini begitu elegant serta membuat seisi ruangan yang diperuntukan sebagai lobby hotel itu penuh. tangga ini tidak terlalu tinggi, ada dua celah pintu di bagian ujungnya, serta sebuah pintu klasik tepat ditengah-tangahnya. aku tidaj tahu pintu itu menuju ruangan mana, yang pasti pintu itu selalu terkunci dan tidak pernah dibuka oleh siapapun, termasuk para pelayan hotel.

Aku tidak mengira, bahwa hotel ini sebenarnya memiliki sejarah panjang sebelum pada akhirnya dibuat sebagai rumah peristirahatan. Disebuah dinding besar di depan ruang reseptionis, tertulis dengan rapi bagaimana asal muasal bangunan ini berubah menjadi sebuah hotel. Meskipun merupakan bangunan lama, namun tidak ada kesan horor atau mistis yang muncul ketika aku menginap di hotel ini.

Ruang resepsionis hotel

Berjalan kearah restoran, pengunjung akan dimanjakan dengan sebuah kolam renang besar yang bisa tempat untuk berolahraga sambil menunggu makanan disajikan. Menu di restoran lumayan lengkap. Mulai dari makanan pembuka, seperti salad, waffle, serta aneka minuman sari buah tersedia lengkap. Makanan utamanya pun beragam. Mulai dari nasi, sampai bakmi Bangka yang cukup terkenal pun tersedia.

Akses untuk bisa sampai di hotel ini terbilang sangat mudah. Hanya 20 menit dari bandara depati amir. Selain itu hotel ini berada di pusat kota pangkal pinang, sehingga hampir semua masyarakat lokal pasti mengetahuinya. Untuk ukuran harga, hotel ini memang memasang tarif yang cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa hotel yang ada di kota pangkal pinang. Namun jangan khawatir, biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar sewa hotel ini terbayarkan dengan kenyamanan dan pelayanan yang terbaik dari semua staff hotel yang ada.

Swimming poll

Waktu berada di Bangka rasanya selalu kurang. Aku merada jatuh hati dengan suasana kotanya. Suasanaa kota bangka yang tidak begitu ramai membuatku kembali memasukan daftar nama pulau ini sebagai destinasi wisata yang masih harus diselusuri dikemudian hari. Selain pulau Belitung tentunya.

Terima kasih hotel menumbing, terima kasih pulau Bangka.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s