Happy days ever i had !! Dinda engagement days.

Duaribu delapan, adalah waktu dimana aku mulai mengenalnya. Bukan tidak sengaja aku mengenalnya, namun karena kami sama-sama terdaftar sebagai mahasiswa teknik industri di salah satu universitas katolik ternama di kota Bandung. Aku tidak secara nyata melakukan perkenalan dengannya, perkenalanku berjalan begitu saja dengan alaminya. Mungkin ini karena kita dibedakan oleh pembagian kelas, sehingga aku berkenalan dengannya secara tidak sengaja sewaktu pencarian tanda tangan sebagai syarat ospek dilakukan. Terlebih dari itu, aku tidak banyak tahu tentangnya.

Properties of ig : @dindawaskhito

Namanya dinda putri waskito, aku kembali melakukan percakapan dengannya suatu sore ketika aku bertemunya ditangga kampus, dimana ditangga itu banyak anak mahasiswa yang nongkrong sehabis jam kuliah usai. Dalam pembicaraan itu, aku bertanya perihal salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Listra yang diikutinya. Hal ini sebetulnya ingin aku tanyakan ketika melihat dirinya sedang asik memainkan salah satu alat musik tradisional yang ada di gedung rektorat kampus ku. Seru, batinku. Pertanyaan-pertanyaan yang aku layangkan dijawabnya dengan penuh semangat, sampai tiba pada bagian dimana ia mengajakku untuk ikut bergabung dengan UKM tersebut. akupun dengan sangat antusias langsung mengiyakannya sembari menanyakan jadwal latihan yang mungkin bisa aku ikuti. Dan minggu depannya, aku resmi tergabung dengan UKM seni tradisional tersebut.

Properties of ig : @dindawaskitho
Dinda rupanya tidak menjadikan gamelan sabagai materi andalanya di UKM ini. ia lebih memilih untuk menjadi seorang penari. Memang di UKM tersebut ada dua divisi yang bisa dipilih dengan bebas oleh setiap anggotanya, divisi itu adalah divisi tari dan divisi gamelan. Namun tidak menutup kemungkinan untuk bisa mempelajari keduanya. Dinda saat itu aktif dalam kepengurusan UKM tersebut, sehingga tidak heran jika pada tahun 2009, ia bersama dengan beberapa anggota lain berhasil mengikuti festival seni budaya internasional yang diselenggarakan di Philipina, Sayaw Philipine. Kepiawaiannya untuk menari dan berjoget aku rasa tidak perlu diragukan lagi.

Properties of ig : @dindawaskitho
Dari kampus, UKM Listra dan beberapa kegiatan lainnya membawa kami kemudian menjadi team satu permainan yang kompak. Bersama dengan 16 kawan lainnya, kami memiliki sebuah genk pertemanan positif yang kemudian kami beri nama lerpe. Entah apa makna dari nama tersebut, yang pasti menurutku nama tersebut unik serta membuat kami semua menjadi sangat kompak.

Ada satu kejadian unik yang kami alami bersama, dimana Dinda saat itu berperan bak malaikat yang hadir disaat semua orang sudah pasrah akan keadaan. Kejadian itu adalah ketika selesai ber-lebaran, kami satu genk Lerpe melakukan safari lebaran dengan cara berkunjung kesetiap rumah untuk saling meminta maaf. Awalnya tidak ada ide apapun selain berkeliling dan menikmati sajian lebaran disetiap rumah yang kami kunjungi. namun, tetiba terbesit sebuah ide untuk melanjutkan perjalanan ke tempat rekreasi air panas di daerah garut untuk berendam. Jika tidak salah, namanya kawah darajat. Karena dinda adalah salah dua dari teman wanita yang ada di genk kami, maka kami semua langsung meminta izin kepada orang tua Dinda untuk mengizinkan putrinya kami bawa bermain. Dan setelah mendapat restu dari kedua orang tuannya, kamipun berangkat ke tempat tujuan. Jalanan macet dan padat kami lalui dengan gembira. Celotehan-celotehan antar sesama genk tidak pernah putus sepanjang perjalanan. Singkat cerita, tiba saatnya kami pulang. Suasana jalanan sangat berkabut. Bahkan kaca depan mobilpun tertutupi oleh kebalnya kabut yang ada, ac dari dalam tidak cukup untuk menghilangkan kabut yang ada. Lampu sorot mobil tidak mampu lagi memberikan penerangan. Jarak pandang sangat terbatas. Kami semua jelas merasakan situasi yang was-was karena sang supir tidak bisa dengan bebas melihat jalan didepannya. Semua putih. Supir pun kemudian membuka kaca samping lalu berkendara sambil mengeluarkan kepalanya melalui jendela. Namun angin malam itu sangat dingin, sehingga kami yang di dalam mobil harus menahan rasa dingin yang masuk dari jendela yang terbuka. Bak sang malaikat, dinda tiba-tiba berkata “kenapa gak dinyalain saja wipernya?”, seketika sang supir menghidupkan panel wiper, dan kemudian wiper-pun menyapu semua bagian kaca mobil, semua penumpang langsung tertawa terbahak-bahak, karena rupanya kabut yang menutupi kaca itu berasal dari luar, sehingga saat wiper dihidupkan, kaca depan mobil langsung kembali normal, dan penglihatanpun menjadi sangat jelas. Kebodohohan ini sampai sekarang masing terngiang dalam ingatanku. 

Tahun 2010, aku kembali mendapatkan pengalaman bekerja sama dengan dinda. Berawal dari terpilihnya aku sebagai ketua acara pensi oleh himpunan, aku dipersilahkan untuk memilih sendiri anggota yang akan bahu membahu membantuku menyelesaikan acara ini. melihat dinda yang juga berhasil menjadi bendahara UKM Listra, aku kemudian memberikan penawaran langsung padanya untuk turut serta menjadi bendahara dalam acara pensiku kali ini. Tanpa banyak pertimbangan, akhirnya iapun menerima tawaran tersebut dan kemudian memintaku untuk dicarikan wakilnya karena ia takut tidak bisa mengerjakannya seorang diri. Tanpa babibu, akupun mengiyakan permintaannya. Jelang acara, dinda rupanya sangat jeli dan ketat soal keuangan. Setiap pemasukan dan pengeluran yang ada ia catat baik-baik sehingga tidak ada satupun mata anggaran yang jebol. Dan diakhir acara, berkat perhitungan cermatnya, acara tersebut berhasil memberikan profit meskipun sepenuhnya acara tersebut digratiskan untuk pengunjung yang hadir. Aku salut dengan kinerjanya. 

Di UKM listra, beberapa kali akupun bekerja sama untuk melakukan sebuah acara. Selain acara pentas di Philipina, kami pun terlibat dalam acara bertema wajah nusantara yang digelar pada tahun 2011. Saat itu dinda aktif sebagai penari. Wajah nusantara adalah pegelaran seni budaya pertama yang dibuat oleh Listra. Rencana ini sebetulnya muncul pada sekitaran tahun 2006, namun baru terealisasi pada tahun 2011. Perjuangan membangun acara ini tidak luput dari banyak masalah yang dilalui. Dinda menjadi bendahara kembali dalam acara ini. disela kesibukannya menyiapakan acara, namun jadwal latihan bagi para pengisi acara tidak serta merta terlewatkan. Terbukti, penampilannya membawakan tarian merak mampu membuat semua terpukau dengan kemolekannya.  

Properties of ig : @dindawaskitho

Hari ini, tepat tanggal 03 Desember 2016, di ulang tahunnya yang ke 26, Dinda resmi memilih calon pasangan hidupnya. Lelaki beruntung itu bernama Ipam. Aku tidak pernah tahu bagaimana asal mula mereka memadu kasih, yang pasti hari ini adalah hari yang paling bahagia untuk keduanya. Aku tidak bisa hadir menyaksikan salah satu sahabatku bertukar cincin tunangan. Namun, dari sini, aku kembali memanjatkan doa agar kedua sejoli ini diberikan kemudahan dalam segala urusannya dimasa yang akan datang, selain berdoa untuk diriku sendiri untuk bisa segera menyusul mereka tentunya. Dinda adalah orang kedua dari genk lerpe yang resmi dipinang oleh kekasih tercintanya. Semoga perjalanan cinta kasih mereka akan terus abadi sampai akhir hayatnya. Selamat Dinda, Selamat menempuh hidup baru. 

Saumlaki, 03 Desember 2016 

Advertisements

One thought on “Happy days ever i had !! Dinda engagement days.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s