Cycling in the city of Bandung

City tour in bandung city

Hari raya idul fitri sudah usai. Pesta ketupat serta perang opor pun otomatis sudah tinggal menyisakan sisa-sisanya saja. Jalanan yang masih sepi, serta cuaca kota yang bersahabat aku gunakan untuk berkeliling seisi kota dengan menggunakan sepeda kesayanganku yang sudah tebal dengan debu. Seperti biasa, tidak ada sedikitpun niat yang muncul dalam diri untuk melakukan perjalanan bersepeda tersebut. melihat kondisi sepeda yang sudah berdebu dan tidak terawat ditambah rodanya yang sudah gembos sebenarnya membuatku malas untuk menunganginya. Akan tetapi, aku sudah lama tidak berolah raga, jadi alangkah baiknya jika kesempatan hari itu aku pergunakan untuk mengolah ragaku selagi jalanan masih sangat mendukung.

Setelah adzan ashar, aku menenteng sepeda bulukku keluar rumah. Debunya sudah sangat pekat dan menempel kuat. Beberapa jaring laba-laba terputus saat aku angkat keluar dari singgasana persemayamannya. Sehelai kain lap kemudian berhasil melunturkan semua debu yang masih menempel pada setiap bagian batangnya. Roda yang kempes tidak mengurungkan niatku untuk menungganginya. Akhirnya, sebuah tempat tambal ban aku datangi untuk mengisi angin pada kedua roda sepedaku.

Screen Shot 2016-07-15 at 7.21.29 PM
Rute Perjalanan Keliling Kota Bandung

Antapani hari itu jauh dari biasanya. Suasana lebaran betul-betul terasa. Jalanan kosong, kedai-kedai ataupun restoran masih belum banyak yang buka. Musim mudik masih belum usai. Terlihat antrian panjang disebuah supermarket satu-satunya yang buka saat itu. pun demikian dengan tempat pengisian angin yang aku datangi. Entah kenapa, antrian motor dengan roda yang bocor ataupun kempis mengular. Ini mungkin bagian dari rejeki pasca lebaran bagi tukang tambal ban itu, batinku. Namun, karena aku mengendarai sepeda, jadi tidak perlu menunggu antrian panjang tersebut untuk segera mendapatkan pelayanan. Selang penyalur angin kemudian langsung mendatangi setiap lubang pada masing-masing ban sepedaku. Akupun kemudian meluncur menyusuri jalanan kota setelah membayar lunas atas jasa angin yang telah diberikan padaku.

IMG_3950
Lokasi Penjara Banceuy

Tidak ada jalur khusus yang sengaja aku rencanakan saat berjalan menyusuri jalanan kota Bandung kali ini. Awalnya tujuan utamaku adalah Bandung bagian utara, namun jalur itu sudah terlalu sering aku lalui, sehingga aku membawa laju sepedaku ke arah Bandung bagian selatan. Jembatan layang kiaracondong nampak sangat asing bagiku sore itu. Bagaimana tidak, jembatan yang panjangnya hampir satu kilometer itu memberikan sebuah panorama alam yang sangat indah dan sangat jarang aku temui. Tepat ditengah jembatan, aku berhenti untuk menikmati keindahan gunung manglayang yang berdiri kokoh dan terlihat agung diantara rumah-rumah yang ada disekitarnya. Cahaya matahari yang akan tenggelam manambah suasana sore itu semakin mengasikan. Rel kereta api stasiun kiaracodong yang berada tepat dibawahku pun nampak berbeda. Sepi, bersih, dan jauh dari kata berantakan. Aku kemudian mengeluarkan kamera handphone untuk mengabadikan pemandangan yang sangat jarang aku temui ini. Puas dengan pemandangan tersebut, aku melanjutkan perjalananku kearah jalan gatot subroto. Di persimpangan jalan gatot subroto dan kiaracondong aku melihat sedikit kemacetan yang diakibatkan oleh lampu merah yang terlalu lama. Karena arah dari kiaracondong tidak dapat langsung berbelok ke jalan gatot subroto, akhirnya mau tidak mau aku mengikuti jalan yang benar sehingga aku harus memutar balik dijalan terusan kiaracondong setelah perempatan jalan.

DUFD7633
Pamandangan sore hari di atas jembatan layang kiaracondong

Dijalan gatot subroto, aku terkesima dengan kemegahan Trans luxury hotel yang dengan anggun memantulkan keindahan cahaya senja dibalik dinding kacanya yang elegant. Nuansa lembut cahaya senja sungguh terasa. Hotel itu terlihat sangat megah karena merupakan satu-satunya gedung paling tinggi yang ada dijalan ini. terkesima dengan kemegahan hotel tersebut, aku kemudian mengarahkan laju sepedaku kearah jalan turangga. Adem dan asri aku rasakan di sepanjang jalan ini. Pohon kota masih terawat dan sangat rimbun terjaga. Peluhku seketika hilang karena angin dingin terus menerpa seluruh bagian tubuhku. Aku melambatkan laju sepedaku dijalanan ini. berbelok ke jalan pelajar pejuang, cuaca segar itu seketika hilang. Aku kemudian menambah laju sepedaku untuk segera sampai di jalan buah batu. Cahaya matahari sore semakin hampir habis. Aku berbelok ke jalan ancol untuk kemudian mengunjungi pusat kota Bandung. Suasana di pusat kota sungguh berbeda dengan pinggiran kota. Padat, ramai, dan sibuk sungguh terasa. Para pengunjung terlihat ada yang berbelanja, bercengkrama, serta berfoto ria dipelataran taman alun-alun yang kondisinya sudah jauh berubah dari sebelumnya. Keramaian ini seketika membuatku kembali menambah laju kecepatan sepedaku dan berbelok ke jalanan ABC. Aku teringat jika di lokasi ini terdapat sebuah peninggalan bersejarah. Bangunan itu adalah sebuah penjara bekas peninggalan belanda dimana presiden pertama republik ini, Soekarno pernah ditahan. Bangunan yang tak lain adalah bekas penjara bancey ternyata sudah banyak beralih fungsi menjadi lokasi pertokoan alat-alat elektronik. Penjara tersebut hanya menyisakan satu ruangan saja yang dipertahankan yang taklain adalah ruangan penjara sang presiden.

IMG_3946
Patung Sang Presiden

Bangunan bernomor lima tersebut memiliki ukuran yang sangat sempit sekali. Hanya ada satu buah tempat tidur berukuran dua kali satu meter dengan beberapa tempat buang air serta rak buku yang menempel dididingnya. Dilokasi ini juga terdapat sebuah patung sang presiden yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku. Patung tersebut adalah patung yang baru dipasang beberapa tahun karena ide dari sang walikota Bandung saat itu yang berinisiatif untuk melakukan pemugaran terhadap lokasi-lokasi yang dianggap bersejarah khususnya bagi kota Bandung. Untuk masuk ke museum ini tidak dipungut biaya, namun pengelola menyediakan semacam kaleng yang dibiarkan terbuka tepat di ujung pintu masuk sebagai tempat tips sukarela untuk pengelola. Tidak lama waktu kunjuganku ke museum penjara ini. setelah dirasa cape sedikit hilang, aku berpamitan pada bapak penjaga museum untuk melanjutkan perjalananku menuju jalan braga dan menembus sampai ke kantor walikota Bandung.

IMG_3951
Mural Kang Darso

Persinggahan terakhirku adalah lapangan saparua yang saat itu sedang direnovasi untuk keperluan PON Jabar, bulan september 2016 mendatang. Adzan magrib mangantarkanku untuk segera merapat kembali ke kediamanku di Antapani. Perjalananku mengitari kota Bandung berakhir setelah aku sampai tepat pukul 18.30 di rumahku. Tiga jam bersepeda tanpa henti membuat tubuhku lelah dan akupun tertidur setelah mandi dan menunaikan ibadah sholat magrib. Sampai jumpa di rute berikutnya Bandung City Tour!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s