Flash Journey: Eksotism Stone Garden, Pasir Pawon.

Liburan dadakan mungkin bukan hal yang baru bagiku. Rasanya, hampir semua detinasi wisata yang aku kunjungi tak lapas dari kata tersebut. Pun demikian dengan pertualanganku ke sebuah taman wisata situs prasejarah berupa bebatuan kars yang terletak di daerah Kabupaten Bandung Barat. Semula, aku hanya berencana untuk mencari sebuah vaksin pencegahan rabies yang dianjurkan oleh tempatku bekerja sebagai antisipasi saat kembali bertugas ke lapangan.

PNXT6042
Stone Garden – Pasir Pawon

Mendengar sulitnya keberadaan vaksin tersebut didapatkan, otomatis aku langsung melakukan riset kecil di internet, dan bertanya ke beberapa klinik dan rumah sakit untuk menanyakan stok keberadaan vaksin tersebut melalui telepon. Dari banyak klinik yang aku tanya melalui layanan costumer service-nya, hanya ada 2 klinik saja yang menjawab, dan sisanya hilang tanpa ada kabar. Terakhir, aku pun berencana untuk langsung mengunjungi rumah sakit besar yang ada di sekitar kota Bandung untuk memastikan keberadaan akan vaksin tersebut.

Aku ditemani oleh seorang sahabatku untuk mencari vaksin tersebut. setelah menjemput di kediamannya, kami langsung meluncur ke rumah sakit pertama dan terdekat dengan kediaman kami. Hari itu, dikarenakan lebaran sudah didepan mata, suasana sekitar rumah sakit yang berada tepat ditengah pasar tradisional sangat ramai. Banyak pedagang dan pembeli sedang melakukan berbagai aktivitas tawar menawar demi mendapatkan keperluan lebaran. Tidak demikian dengan suasana di dalam rumah sakit. Beberapa loket pendaftaran rawat inap nampak sepi. Hanya ada dua loket yang buka dan melayani pasien yang datang silih berganti siang itu. Aku kemudian bertanya pada salah satu penjaga loket yang sedang kosong. Darinya, aku kemudian disarankan untuk langsung bertanya ke bagian UGD (Unit Gawat Darurat) yang letaknya tidak jauh dari loket pendaftaran tersebut. Suasana rumah sakit ini tidak begitu asing bagiku, selain memang aku pernah di rawat disini, rumah sakit ini juga menjadi langganan keluarga ku untuk berobat. Maka, saking seringnya, bukan bagiku untuk menemukan ruang UGD di rumah sakit ini.

IMG_3634
View on Top

            “Vaksin? Vaksin apa?” seorang staff bagian pendaftaran UGD kembali bertanya mengenai vaksin yang aku tanyakan. Aku kembali menjelaskan bahwa aku sedang mencari vaksin pencegahan rabies. Staff tersebut kemudian berdiskusi dengan sesamanya dan lalu berkata padaku bahwa keberadaan vaksin tersebut sedang kosong, aku kemudian disarankan untuk langsung ke biofarma, dimana tempat ini adalah pusat vaksin terbesar yang ada di kota Bandung. Aku dan sahabatku langsung bergerak menuju tempat tersebut, sayang libur pra-lebaran membuat klinik tersebut tutup dan baru kambali buka setelah lebaran usai. Rasa penasaranku akan keberadaan vaksin tersebut membawa kami bergerak menggunjungi salah satu rumah sakit pemerintah terbesar di kota ini, dan dengan jawaban yang sama, aku disarankan untuk mencarinya ke biofarma. Pencarianku akan vaksin berakhir dengan tangan hampa.

Waktu sudah menunjukan pukul 14.00, cuaca langit di kota Bandung sedikit mendung. Meskipun hujan masih belum turun, namun awan hitam nampak mengikuti arah laju kendaraan kami. Awalnya, aku dan sahabatku tidak memiliki tujuan yang jelas. Hari itu adalah hari terakhir puasa. jalanan tidak seramai yang aku bayangkan. Belum tampak kemacetan yang terjadi akibat libur pra-labaran. Tidak nampak pula tumpukan kendaraan yang akan memulai tradisi mudik. Suasana jalan yang lenggang membuat arah laju kendaaran kami bergerak menuju sebuah masjid ikonik di kota baru parahyangan yang letaknya berada disisi barat kota Bandung. Lama perjalanan tidak seperti yang kami bayangkan. Hanya perlu waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai ke tempat tersebut. Rasanya, kurang afdol jika berkunjung ke masjid namun waktu sholat belum tiba. Maka aku langsung memberikan ide bagaimana jika kita berkunjung dahulu ke sebuah tempat wisata yang tidak jauh dari masjid ini. sahabatkupun menyetujuainya, dan kami langsung melaju ke tempat tersebut.

FQTY8300
Another Side – Stone Garden

“Taman Wisata Batu, Stone Garden, Pasir Pawon.” Sebuah papan petunjuk berwarna abu-abu dan nampak usang bertuliskan tempat wisata tersebut bertengger kecil tepat disebuah persimpangan jalan. Papan petunjuk ini ukurannya sangat kecil sehingga diperlukan penglihatan yang tajam untuk melihatnya. Meskipun jalur ini sebenarnya sering aku lalui saat pulang kampung, namun tetap saja sulit bagiku untuk menemukan lokasi ini jika sedang fokus berkendara. Kami kemudian belok mengikuti plang petunjuk tersebut. jalanan berbatu kapur khas sebuah pegunungan kami lalui. Jalanannya masih belum beraspal, hanya tumpukan batu kapur yang dipadatkan serta tanah merah yang mendominasi. Suasana alami tetap dijaga. Beberapa kubangan kecil berisi air kami lalui dengan hati-hati. Dilokasi ini sudah banyak berdiri pabrik batu kapur yang memproduksi dan mengekploitasi bebatuan kapur yang tersedia melimpah disekitarnya. Tidak heran, jika sepanjang mata memandang, kami melihat banyak gunung kapur yang sudah rusak dan menyisakan sisa-sisa aktivitas tambang. Sebuah papan petunjuk kecil lainnya mengarahkan kami ke lokasi wisata yang dimaksud.

IMG_3737
kamuflase

Meskipun sudah banyak pabrik berdiri dan beberapa gunung sudah habis tergali, namun aku masih saja terkesima dangan pemandangan alam yang disuguhkan dilokasi ini. Bagaimana tidak, paduan warna putih kapur, coklat tanah, biru langit, putih awan serta hijaunya tumbuhan dan gradasi warna gunung disekitarnya membuatku seakan tidak ingin memalingkan pandangan sedetikpun darinya. Stone garden sendiri adalah sebuah lokasi prasejarah berisikan babatuan yang letaknya tidak beraturan. Bebetuan tersebut merupakan batuan karang yang terangkat akibat aktifitas pergerakan bumi. Jika diperhatikan secara mendetail, babatuan tersebut mirip sekali dengan batu karang yang ada didasar lautan. Sehingga tidak heran jika lokasi ini begitu sangat unik dan artistic. Bebatuan yang berdiri kokoh dan tersebar disebuah bukit itu berhasil membuatku terpesona dengan keajaiban yang dihasilkan oleh alam. Aku kemudian membayangkan bagaimana dalamnya lautan kala itu, jika lokasi batuannya saja bisa muncul disebuah bukit tinggi yang memerlukan perjuangan cukup ekstra untuk berjalan mendaki ke puncaknya. Meskipun batuan itu berantakan dan tidak beraturan, namun penempatannya tetap saja indah, seakan sudah ada yang mengatur baik letak dan posisi keberadaanya. Alam seakan telah mengatur semuanya dan menghasilkan sebuah pemandangan yang sangat luarbiasa indahnya. Aku percaya bahwa sebenarnya alam tidak membutuhkan campur tangan manusia untuk mengatur hidupnya. Tangan manusia hanya diperlukan untuk terus menjaga dan marawat lokasi ini agar tidak rusak oleh tangan-tangan jahil yang mengunjunginya. Fasilitas yang ada di lokasi ini terbilang sudah sangat lengkap. Mulai dari lapangan parkir yang luas, sampai bilik tempat ganti pakaian yang biasa digunakan olah pasangan yang melakukan photo prawedding pun tersedia. Papan-papan himbauan untuk keamanan berwisatapun tidak luput dari perhatian pengelola taman wisata ini. Satu hal yang semakin menarik adalah sebuah rangkaian huruf besar bertuliskan STONE GARDEN sedang dibangun tepat disebuah lapangan datar diatas bukit ini. Sehingga akan semakin terasa bahwa lokasi ini sudah berubah menjadi lokasi potensial wisata yang siap untuk menampung wisatawan lokal ataupun mancanegara.

IMG_3621
Free Instalation

Cuaca panas tidak mengahalangi kami untuk berburu foto indah dari lokasi ini. beberapa sudut instalasi batuan yang menarik tidak lepas dari bidikan kamera handphone yang kami bawa. Rasanya, cuaca mendung di Kota Bandung tidak mengikuti kami ke lokasi ini. Bersyukur, karena selama kami berada di lokasi, cuaca sangat mendukung. Setelah puas menikmati angin segar yang datang, dan sedikit beristirahat disebuah bale-bale bambu, kamipun melanjutkan perjalanan kesebuah goa prasejarah yang letaknya masih berdekatan dengan lokasi ini. Rasa haus karena berpuasa tidak menjadi halangan bagiku untuk terus mengekplorasi tempat-tempat yang belum aku kunjungi ditanah kelahiranku ini. Pawon, you’re the next!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s