Traveling with economic train? why not!

Lebaran hampir tiba nih. Ada yang mudik pakai kereta api? Berhubung aku sebenarnya jarang mudik apalagi dengan kereta api, tapi aku punya sedikit ilmu nih tentang bagaimana cara asik naik kereta khususnya kereta kelas ekonomi. Aku pilih kereta ekononi bukan tanpa alasan, tapi ini adalah hasil dari pengalaman saat beberapa kali jalan-jalan dengan moda transportasi masal dan murah meriah ini. Yuk simak yuk!

***

Kalian pernah dong naik kereta ekonomi? Sekarang ini kereta ekonomi udah keren tuh, hampir semua penumpang dipastikan dapat tempat duduk, sjadi udah gak ada lagi orang-orang yang berdiri berjejalan diselah-selah sempit, sampai-sampai di kereta ekonomi sudah tidak ada lagi penumpang yang merokok seenaknya., nyaman deh. Nah, dalam tulisan kali ini, aku ingin kasi sedikit tips buat para pejalan atau penumpang kereta api khususnya kelas ekonomi yang mungkin sedang mudik atau cuma jalan-jalan biasa saja.

DSC04909
Train

***

Pertama, pastikan kamu sudah punya tiket sebelum naik kereta yah! Yaiya laah, secara tiket adalah selembar kertas wajib yang harus dimiliki para penumpang buat bisa nikmatin kursi selama perjalanan. Lagian, stasiun sekarang itu udah ketat penjagaannya, jadi bagi yang belum punya tiket, jangan harap bisa masuk ke dalam area stasiun (peron). Dan yang udah punya tiket, inget jaga baik-baik tiketnya, karena jika waktu pemeriksaan tidak bisa nunjukin tiket, siap-siap aja buat diturunin oleh pak kondektur di stasiun berikutnya.

Kedua, cek tempat duduk sesuai dengan yang tertera di lembar tiket. Setelah tiket ditangan, sebaiknya hafalkan dimana letak tempat duduk kita. Kereta ekonomi bisaanya terdiri dari 6-8 gerbong sekali berangkat. Jadi pastikan bahwa tempat duduk kita tidak tertukar dengan orang lain. Jika memang tempat duduk kita di gerbong 4 – 9A, itu artinya kita duduk digerbong nomer 4 dengan bangku ke Sembilan dan urutan A. jangan sampai salah, karena bisa menggangu kenyamanan orang lain. Gak nyaman dong, jika lagi asik-asiknya tidur nih, tiba-tiba di stasiun berikutnya kita dibangunin oleh penumpang lain yang ternyata nomor bangkunya kita tempati? Malu kali aah.

atra5
Rebutan naik kereta – source google.com

Ketiga, mengalah lebih baik dari pada berujung masalah. Nah, lain ceritanya jika ternyata bangku kita sudah ada yang menempati. Apalagi yang menempati bangku kita itu telihat sudah tua dan sepuh. Meskipun bangku kita adalah hak kita, tapi sebaiknya tanya baik-baik kepada penumpang tersebut agar rela melapaskan bangku yang memang bukan miliknya. Beruntung jika penumpang tersebut mengerti, karena proses pengembalian hak atas bangku kita semakin gampang, tapi jika penumpang tersebut sudah kepalang nyaman dengan bangku yang bukan haknya, sabar dan pasrah adalah jalannya. Cara yang paling ampuh sebenarnya adalah tunggu sampai penumpang tersebut bergerak meninggalkan bangku, misalnya pergi ke kamar kecil, kemudian kita rebut secara paksa bangku kita. Dan saat bapanya datang, kita pura-pura aja gak pernah tahu kejadiannya. Namun bisa juga kita bilang pada kondektur pemeriksa tiket agar meminta penumpang tersebut mengembalikan bangku yang menjadi hak kita, tapi dari pada kesal dan harus menunggu lama, alangkah bijaknya gunakan saja bangku yang ada.

Keempat, sebaiknya bawa bantal atau sewa bantal selama perjalanan. Kereta ekonomi tidak senyaman kereta eksekutif. Jelas lah, dari tarif aja sudah sangat jauh perbandingannya. Dikereta eksekutif bantal disediakan secara cuma-cuma, namun di kelas ekonomi, bantal disewa dengan tariff yang lumayan terjangkau. Posisi bangku yang tidak bisa diatur hanya memungkinkan penumpang memiliki satu gaya saja selama perjalanan, yaitu gaya duduk. Dan bagi yang belum mahir menguasai jurus tidur sambil duduk, keberadaan bantal cukup membantu menaikan kenyamanan saat tidur. Walau dijamin badan tetep pegal pada akhirnya. Tapi minimal bisa tidur sambil duduk lah.

DSC05132
Tempat duduk tidak bisa diatur

Kelima, jangan bawa majigcom, atau pemanas air selama perjalanan. Jelaslah. Di setiap gerbong ada sebuah papan larangan bagi penumpang untuk menyalakan mejikom ataupun pemanas air portable. Meskipun disediakan colokan listrik, tapi sebaiknya jangan pernah membawa barang seperti itu. Karena selain menambah jumlah barang bawaan, semua petugas siap melayani penumpangnya dengan sepenuh hati. Jika lapar, restoran kereta api siap dengan menu-menu andalannya, dan jika haus, biasanya selalu ada penjual minuman dari restoran tersebut yang berkeliling menjajakan beberapa jenis minuman. Soal harga, tidak berbeda jauh sama mini market dikota besar. Percaya deh.

Keenam, mulailah percakapan dengan penumpang lain di sebelah tempat duduk kita. Namanya juga manusia adalah mahluk sosial, gak lengkap dong kalo kita cuma diem-diemanan sama penumpang lain sewaktu duduk di kereta? Apalagi dalam waktu yang sangat panjang dan lama. Berkenalan atau sekedar menyapa penumpang lain di kereta ekonomi gak haram kok. Malah kalau lagi beruntung kita ditawari makanan oleh mereka. Jadi banyak-banyak bersosialisasi di dalam gerbong, minimal sama teman satu bangku.

DSC05128
semua penumpang mendapatkan tempat duduk

Ketujuh, Siap-siap pegal karena ini kereta ekonomi, bukan eksekutif. Nah ini yang harus jadi perhatian penuh. Di kereta ekonomi, jarak antar bangku dengan bangku lainnya sangat sempit. Jangankan untuk menjulurkan kaki, kadang untuk berdiri saja susahnya setengah mati. Jadi bagi para penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket ekonomi bersiap siaplah akan rasa pegal yang pasti diderita selama perjalanan.

Kedelapan, dan sekaligus yang terakhir adalah Sabar. Untuk membuat perjalanan tetap menyenangkan, rasanya hanya sifat sabar yang harus diperbanyak jika menggunakan kereta kelas ini. kereta ekelas ekonomi adalah kelas kereta yang paling bawah. Jadi jika ada kereta eksekutif lewat, mau tidak mau kelas ekonomi harus berhenti dulu mempersilahkan kelas yang lebih tinggi untuk melaju terlebih dahulu. Jadi jangan heran jika kelas dengan kasta paling rendah ini memakan waktu tempuh yang paling lama dan paling melelahkan. Belum lagi jika kereta kelas atas mengalami penundaan, secara otomatis kelas ekonomipun mendapat imbasnya. Hanya sabar yang bisa membawa perjalanan tetap menyenangkan.

***

Nah sekian cara asik dariku yang lebih sering menggunakan kereta kelas ekonomi dalam setiap perjalanan lintas daerah. Apalagi sekarang sudah memasuki bulan ramadhan yang tentu saja semua orang bersiap-siap untuk melakukan perjalanan tahunan yaitu mudik lebaran. Selamat berpuasa selamat mudik dan mohon maaf lahir batin.

Advertisements

One thought on “Traveling with economic train? why not!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s