Gojek oh Gojek

Gojek oh Gojek

Sejujurnya, ini adalah ceritaku yang entah kenapa mulai sangat bergatung sekali dengan moda transportasi online ini, khususnya di kota Jakarta. Selama empat hari kebelakang, aku tinggal di Jakarta, hanya gojek satu-satunya sarana transportasi yang aku andalkan. Bagaimana tidak, dengan adanya fitur go-pay yang memberikan diskon setiap kali transaksi dan juga mitranya yang sangat banyak benar-benar sangat memudahkanku untuk berpergian kemanapun di Kota Besar ini.

Gojek_0001_motor
Ilustrasi Nyaman Pakai Gojek – Image by Google.com

Coba saja perhatikan, rasanya di Jakarta ini hampir semua pengendara sepeda motor memakai jaket seragam berwarna hijau dengan tulisan yang sama yaitu gojek (atau mungkin grab) dibelakangnya. Helm hijau yang menjadi ciri khasnya sudah tentu selalu tergantung baik itu di depan ruang sepeda motor atau sengaja ditenteng dilengan sebelah kiri driver. Bahkan baberapa pengemudi juga meletakan smartphonenya tepat di depan kemudi, sampai sampai ada yang harus membawa banyak powerbank agar smartphonenya tidak kehabisan baterai. Lucu juga, pikirku.

Gojek-Ojek-online
GoJek An Ojek For Every Need – Image by Google.com

Tidak ada hal yang menarik sebetulnya saat aku menggunakan armada ini. Siklusnya hanya pesan – driver datang – pickup ketempat tujuan – sampai – selesai. Berulang kali aku lakukan seperti itu. Namun yang jadi menarik adalah beberapa kisah kehidupan seputar pengalaman pribadi dari sang pengemudi yang ia sampaikan saat aku sedang berada ditunggangannya. Tidak lengkap rasanya jika tidak melakukan pembicaraan saat menuju lokasi tujuan. Bukannya aku yang memang senang berbincang, tapi biasanya para pengemudi itu jugalah yang memulai membuka pembicaraan dan mungkin agar bisa mendapatkan rating bintang lima dari para konsumennya.

Suatu saat, seorang pengemudi bertanya padaku perihal pekerjanku. Aku hanya menjawab sekenanya dengan jawaban freelance. Entah freelance dalam bidang apa, yang pasti hanya jawaban itu yang ada di kepalaku. Dan dengan sangat antusias, kemudian si driver itu pun membahas kehidupan lamanya yang entah benar atau tidak bahwa iapun pernah menjadi seorang freelancer.

            “Hidup di jakarta keras bang”, sahutnya.

            “Yups”, jawabku.

            “Tapi Jakarta semua ada, mau apapun juga ada”, lanjutnya.

            “Ho-oh”, lanjutku singkat.

            “Jadi kita lewat jalan mana nih bang?”

            “Terserah deh bang, saya gak ngerti sama jalanan jakarta”,

            “Loh, memang abang dari mana?”,

            “Ethiopia”, jawabku asal.

            “Serius bang? Ngapain disana? Kerja apa disana?”, tanyannya penasaran.

            “ Freelancer”.

gojek
Mitra Gojek – Image by Google.com

Senyap beberapa saat, kemudian abang driver masih penasaran dengan jawabanku perihal Ethiopia. Dia menanyakan seberapa kerasnya negara itu dibanding dengan jakarta, seberapa sulitnya negara itu dibanding dengan Indonesia. Aku yang pada ujungny merasa bersalah dengan kebohonganku akhirnya berkata jujur bahwa aku berasal dari Bandung. Lucu saja pikirku, untuk menjaga kesan ramah dan mendapat bintang lima dari pelanggan, tak jarang banyak pengemudi yang seakan ingin mengetahui dengan lengkap kehidupan penumpangnya. Mereka tidak canggung untuk bertanya, menjelaskan, bahkan bisa menjadi tour guide dadakan jika mungkin penumpang seperti aku bertanya perihal gedung-gedung atau tempat-tempat unik yang kami lewati.

Ada satu kejadian yang tidak biasa yang sempat aku alami. Sebagai penumpang pasti merasa terkejut atau panik jika tiba-tiba aplikasi pada handpone mengatakan jika konsumen sudah diantarkan ke tempat tujuan, tetapi kenyataannya belum dijemput oleh driver yang bersangkutan. Awalnya aku mengira bahwa kejadian ini karena server atau jaringan yang sedang error. Sebagai konsumen, aku merasa dirugikan oleh driver karena sama sekali tidak mendapatkan konfirmasi apapun. Biasanya, sesaat setelah driver ditemukan, selalu ada konfirmasi penjemputan apakah itu melalui telepon atau sms dari driver, namun kala itu tidak ada sama sekali. Bukan kerena masalah uangnya yang hangus, tapi bagiku ini adalah masalah waktu yang otomatis harus terbuang dan masalah ketidakpastian penjemputan. Mungkin jika memang tidak bisa menjemput, aku bisa menekan tombol cancel dan mencari pengemudi lain. tetapi jika sudah pickup begini, yang ditakutkan adalah saat aku sudah mendapat diver pengganti, driver awal datang menjemputku. Kejadian ini nyatanya sudah banyak terjadi, dan aku bukan korban pertama dari kasus tersebut. Meskipun pada akhirnya driver yang bersangkutan menjemputku, tapi tatap saja waktuku harus terbuang percuma hanya untuk menanti kedatangan sang driver.

CPBX8z2VEAA-1or
Drivers Near Me – Image by Google.com

Penasaran dengan kejadian tersebut, akupun bertanya langsung pada sang pengemudi. Sontak, aku terkejut dengan penjelasaannya. Bagaimana tidak, rupanya kejadian itu bukan karena kesalah server atau jaringan yang sedang error, melainkan karena perbuatan sang pengemudi sendiri untuk berjaga-jaga dari konsumen yang membatalkan order karena sudah terlalu lama menunggu. Menurut pengalamannya, pengemudi pernah mengalami kejadian tersebut beberapa kali. Dan untuk menghindari kejadian terus terulang, maka pada akhirnya beberapa driver melakukan hal tersebut daripada kehilangan konsumen dan tidak mendapatkan pemasukan. Hal yang tidak perlu, pikirku. Karena selama terjadinya komunikasi yang baik antar kedua belah pihak, pasti hal seperti itu tidak perlu terjadi.

432068_c15d9736-4330-44d4-91b5-6b63ca1216d2_scaled.jpg
Handphone in head – Image by Google.com

Dampak dari kejadian tersebut, pihak gojek melalui costumer servicenya meminta maaf padaku melalui email, dan mengembalikan uang pembayaran yang sudah terpotong dari akun go-pay ku. Aku berterima kasih pada pihak gojek karena benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik demi kepuasan konsumennya. Yah, meskipun begitu, jangan sampai karena memang konsumen “sangat” memerlukan jasanya, pihak penyedia jasa malah bertingkah semenamena. Selebihnya, aku berterima kasih pada para driver gojek yang sudah dengan baik hati membantuku dalam setiap mobilitasku. An Ojek For Every Need.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s