Break My Fear ! Batu Paragliding Experience

“Loh, kamu gak pulang?”

“Gak ka.”

“Rencana kemana lagi?”

“Penasaran sama tendem paralayang ka.”

“Dimana itu?”

“Deket sini kok katanya ka, aku aja masih cari-cari info.”

“Yasudah, hati-hati yah.”

“Siap ka.”

Percakapan perpisah itu terjadi saat aku tidak ikut dalam rombongan mobil yang hendak melaju ke kota Surabaya. Mobil SUV yang sudah sangat penuh itu hanya mengantarkanku kesebuah warung makan untuk melakukan sarapan bersama sebelum pada akhirnya aku berpisah dengan rombongan. Menurut informasi yang aku dapat, letak paralayang di kota Batu ini berada di gunung banyak. Sebuah gunung yang ada disebelah utara Kota Batu. Aku kemudian bertanya pada seorang juru parkir mengenai angkutan yang bisa mengantarkanku ke tempat terdekat dengan lokasi tersebut. Dengan menggunakan angkot jurusan Songgoriti, aku diturunkan disebuah minimarket daerah Songgokerto. Rupanya letak meeting point ini tidak terlalu jauh dari gedung pemprov batu dan juga hotel tempatku menginap.

DSC09068
Perjalanan Menuju Lokasi

Aku kemudian menghubungi Surya, dia adalah seorang tamdem master yang sudah aku hubungi sebelumnya. Tidak lama ia muncul dengan sepeda motor dan mengistruksikanku untuk segera bersiap, dan kamipun meluncur ke tempat landing di gunung banyak.

Perjalanan menuju lokasi titik awal penerbangan cukup jauh. Namun, pemandangan yang disuguhkan tidak kalah cantik dengan pemandangan saat aku menuju kota Batu dari Kediri. Barisan hutan pinus yang masih asri, serta udara dingin menemaniku disepanjang perjalanan. Jalanan yang curam seakan membuat laju motor tertahan, namun setiap tanjakan curam berhasil dilalui tanpa hambatan. Semakin mendekati lokasi tujuan, jalanan semakin rusak. Demi menjaga kelestarian dari tempat wisata itu, jalanan menuju lokasi sengaja hanya terbuat dari tumpukan batu sungai yang dipadatkan. Tidak heran jika beberapa penumpang terpaksa harus turun terlebih dahulu saat kendaaran mengalami slip karena tidak kuat mengalahkan batuan yang besar. Namun perjalananku sangatlah lancar. Tidak ada kendala, bahkan untuk masuk area wisata gunung Banyak pun tidak dikenai tiket dan tarif parkir, maklum semua juru parkir disana sudah mengenal akrab siapa mas Surya.

DSC09082
Preparing Equipment

Setelah melakukan registrasi, aku berfoto sedikit mengenai lokasi gunung ini. Secara tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namaku, mas Surya menyuruhku untuk segera bergegas menuju Flight point, karena menurutnya sebentar lagi akan ada acara latihan bersama para atlet paralayang Team PON Jatim. Akupun langsung mengikuti instruksinya. Rupanya aku tidak terbang bersama mas Surya, melaikan dengan seorang tendem master yang juga merupakan salah satu dari team atlet PON Jatim. Dia adalah Mas Heru. Tubuhnya yang sedikit gemuk dan bahasa jawanya yang sangat medok kemudian membantuku memasang semua peralatan yang diperlukan untuk terbang tandem. Setelah helm, bangku tendem, dan beberapa pengikat dipasang ditubuhku, aku kemudian dipersilahkan untuk berdiri tepat didepan ujung bukit yang sangat curam, itulah titik terbang utama gunung Banyak ini.

DSC09093
Flight

Aku yang sebetulnya phobia pada ketinggian benar-benar merasakan adrenalin yang meningkat ketika aku berada tepat diujung gunung tersebut. Bagaimana tidak, rasanya jantungku langsung terpacu untuk menghindar dari lokasi tersebut. Tapi inilah titik awalku untuk mencoba mengalahkan rasa takutku. Sesuai instruksi dari mas Heru, dalam hitungan ketiga, aku disuru berlari sekencang-kencangnya menuruni bukit terjal itu. Dan dalam seketika, angin kemudian membawaku terbang untuk pertama kalinya. Parasut yang ada kemudian melebar melawan hempasan angin, kami pun mengudara diketinggian 1315 meter diatas tempat mendarat.

Screen Shot 2016-06-04 at 6.30.26 PM
“Ayunan”

Angin kencang membuat seluruh tubuhku terasa sangat dingin. Detik-detik awal saat terbang membuatku takut. Melihat langsung daratan membuat aliran darahku seketika memuncak. Jantungku berdetak sangat kuat. Aku benar-benar takut saat mengangkasa. Namun kemudian mas Heru menyemangatiku yang terlihat sedikit pucat. Menurutnya, ia-pun pada awalnya memiliki phobia terhadap ketinggian. Niat untuk melawannyalah yang membuat kini membawa ia manjadi atlet andalan team paralayang PON 2016 Jawa Timur. Lama di udara membuatku malah merasakan rasa aman. Aku memberanikan diri untuk melihat kedaratan, dan betul-betul mengasikan. Lambat laun rasa takutku mulai hilang. Dan yang lebih membuatku senang adalah ketika mas Heru meminta izin padaku untuk mencoba melakukan sedikit atraksi udara yang biasa dibilang ayunan. Aku sangat penasaran dengan atraksi itu, dan akupun menyetujuinya.

DSC09107
View Batu Dari Gunung Banyak

Dalam hitungan ketiga, tiba-tiba laju paralayang semakin cepat dan terus menukik kedaratan sambil berputar sebanyak kurang lebih empat kali putaran. Aku hanya bisa berteriak dan berpegangan kuat seolah aku akan jatuh dari udara. Setelah putaran selesai, tubuhku sontak terbawa kembali oleh hempasan angin yang tertahan lagi oleh parasut. Aku hanya tertawa dan sangat bahagia. Entah, ekspresi itu sungguh sulit aku tuliskan melalui kata-kata. Tidak terasa, 20 menit diudara harus kami akhiri. Dengan instruksi mendarat, mas Heru memintaku untuk menyiapkan kaki dan siap berlari ketika kakiku menyentuh daratan. Semua instruksi aku lakukan, dan kamipun mendarat dengan sangat sempurna. kami kembali ke titik penerbangan setelah alat yang aku pakai dilepas.

Aku tidak percaya jika pada akhirnya aku berhasil mencoba salah satu olahraga yang memiliki tingkat bahaya paling tinggi di Dunia. Namun bukannya jadi takut, aku malah ingin mengulanginya lagi. Rasanya 20 menit mengudara benar-benar belum cukup membuat aku puas. Next time, aku harus mencobanya lagi. Puncak, Iam Coming.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s