Tanabata, Speciality coffee shop in Banda Aceh

Tanabata Coffee Shop – Banda Aceh

Hari ini, aku ditemani seorang teman pergi mengunjungi kedai kopi yang ada di daerah ulee kareng, Banda Aceh. Bagi sebagian besar masyarakat Aceh, budaya ngopi sudah sangat mendarah daging dalam kehidupan sehari-harinya. Di Banda Aceh sendiri banyak ditemukan kedai kopi di berbagai sudut kotanya. Bahkan, saking banyaknya, aku kemudian menyebut kota ini sebagai kota seribu kedai kopi. Mulai dari kedai kopi biasa yang masih mengusung konsep tradisional, sampai kedai kopi modern dapat dengan mudah ditemukan di kota ini. Terbiasa dengan suguhan kopi tradisional, akhirnya aku diajak seorang temanku tersebut untuk merasakan sensasi kedai kopi modern yang lengkap dengan cita rasa kopi specialnya.

DSC08054
Maps Indonesia – Tanabata

Tanabata Coffee Shop. Kedai yang mengusung tema kedai kopi modern ini mengambil nama dari sebuah festival yang talah lama ada di Jepang. Nama tersebut diharapkan menjelma seperti nama festivalnya, dimana festival itu bertujuan sebagai tempat berkumpul dan bertemunya banyak orang. Pun demikian dengan kedai kopi ini. Dengan menggunakan kereta, perjalanan dari tempatku singgah hanya ditempuh dengan waktu lima menit saja. Jika di Jakarta ada sebuah kedai kopi bernama Tanamera, maka di Banda Aceh nama Tanabata sudah sangat terkenal keberadaannya. Saat masuk ke dalam kedai, suasana kedai kopi yang mengusung tema industrial dalam dekorasi interiornya sangat jelas terlihat. Berbeda dengan beberapa kedai kopi yang ada di Banda Aceh, mengkin kedai ini adalah satu-satunya kedai yang menggunakan meja bar sehingga pengunjung bisa langsung berinteraksi dengan barista secara leluasa. Selain tentunya terdapat beberapa meja lain yang ada disetiap sisi ruangannya.

DSC08041
Papan Edukasi

Yang jadi menarik, dikedai ini terdapat sebuah papan besar yang berisikan gambar tentang bagaimana kopi itu diproses. Selain gambarnya yang menarik, informasi ini juga bisa menjadi media edukasi bagi para pengunjung agar bisa mengetahui lebih mandalam bagaimana proses yang harus dilalui biji-bji kopi sebelum bisa disajikan dalam gelas-gelas yang dipesan pengunjung. Aku kemudian duduk di meja bar, tidak lain karena aku ingin mengetahui lebih banyak tentang kedai yang berdiri di jalan Teuku Iskandar no 340 itu. Karena temanku juga seorang pecandu kopi, maka dengan sigap aku langsung diperkanalkan dengan seorang barista yang sedang bertugas di kedai tersebut. Sayangnya, karena hari itu pengunjung kedai sangat ramai, maka aku tidak bisa berbincang banyak dengan barista tersebut.

DSC08050
V60 Method

Seorang pelayan menyugukan daftar menu yang ada di kedai tersebut. aku yang sedari awal ingin merasakan sensasi manual brewing di Kota Banda Aceh ini akhirnya memutuskan untuk memilih kopi dengan metode tersebut. Sayangnya, ketika aku ingin memesan aeropress, alat tersebut masih belum tersedia di kedai ini, dan otomatis aku akhirnya memesan metode v60 untuk secangkir kopi kali ini. Dengan cekatan, barista pun langsung menyiapkan peralatan untuk sajian manual brewing-ku. Rupanya, metode manual brewing di Banda Aceh kurang begitu terkenal seperti halnya di Bandung. Di sini, jenis espresso blend lebih banyak digemari oleh para pengunjung. Mungkin karena manual brewing disini lebih dikenal dengan kopi tubruk yang kesannya sangat kuno dan kurang hits, sehingga hanya tempat-tempat tertentu saja yang menyediakan metode manual brewing sebagai pelengkap sajian menunya.

DSC08037
Suasana diluar kedai

Rasanya, menikmati sajian v60 dengan kopi Dolok Sanggul khas tanah karo di tempat ini sangat berbeda sensasinya. Mungkin karena setiap hari aku lebih sering menikmati sensasi kopi tubruk sehingga saat merasakan v60 di tempat ini terasa sangat aneh dilidahku. Ah, mungkin memang beda barista, berbeda pula cara membuatnya, sehingga berujung pada cita rasa yang berbeda pada akhirnya. Terlebih, cita rasa kopi arabika yang sangat beragam, sehingga pada akhirnya mau tidak mau aku sikat sampai habis kopi tersebut. Andai kata barista tersebut bertanya apakah kopi tersebut pas dengan seleraku, aku pasti akan berkata : Ganti yang baru. Hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s