Types of Travelers Who I Meet On My Journey

Sebenarnya masih banyak cerita-cerita perjalanan yang ingin aku tulis di journal onlineku ini, tapi rasanya tulisan yang satu ini benar-benar harus aku tulis terlebih dahulu sebelum ide dan inti dari pengalaman cerita ini hilang karena lupa. Cerita ini benar-benar berdasarkan pengalaman pribadi yang aku alami sendiri. Kebiasaan melakukan solo travel membuatku terbiasa untuk bertemu dengan para traveller lainnya. Beberapa orang traveler yang aku temui di jalan bahkan pada akhirnya ada yang menjadi teman perjalannku untuk mengeksplorasi berbagai macam destinasi wisata. Pengalaman itulah yang pada akhirnya membuatku bisa membagi beberapa tipe traveler kedalam beberapa macam kelompok. Kelompok yang aku buat ada lima macam, yaitu :

  1. Si traveller terserah

Kelompok yang pertama ini aku buat karena pada umumnya banyak traveler yang aku temui sama sekali tidak membuat rencana perjalanan yang jelas mengenai lokasi tujuan yang akan dikunjunginya. Biasanya traveler jenis ini akan berbalik tanya apabila ada orang yang bertanya perilal tujuan wisatanya. Orang-orang yang yang masuk kelompok ini beranggapan bahwa “getlost” yang sebenarnya muncul ketika ia benar-benar menemukan sebuah tampat baru yang menurutnya sangat indah dan keren yang tidak bisa dikunjungi pejalan lainnya. Traveler yang masuk kedalam kelompok jenis ini juga sangat mudah dialihkan dari tujuan utamanya. Umumnya traveler jenis ini akan menjadi pengikut traveler lain yang memang sudah memiliki tujuan yang jelas. Kelebihan dari traveler jenis ini adalah sangat flexible, namun biasanya waktu perjalanan banyak terbuang percuma karena kebingungan mereka dalam memilih lokasi wisata yang akan dituju. Ini keren, itu bagus, ini menarik dan itu menantang membuatnya susah mengambil keputusan sehingga waktu travelingnya terbuang percuma.

116-hawa-jadi-solo-traveler-siapa-takut-3
Photo Ilustration (From Google.com)
  1. Si traveler narsis

Traveler yang masuk dalam katagori ini umumnya adalah mereka yang tidak bisa lepas dari media sosial. Sebisa mungkin ia akan berusaha untuk mendapatkan spot foto paling keren, paling extreme, atau paling jarang ditemui di media sosial lainnya. Bagi para traveller yang masuk kelompok ini, update media sosial lebih penting dari pada harus berbincang dengan teman perjalanannya sekalipun. Traveler jenis ini juga tidak segan untuk meminta bantuan orang lain demi foto terbaiknya. Bahkan, mereka pun tidak sungkan untuk meminta foto ulang jika angle ataupun hasil fotonya dirasa kurang oke olehnya. Kehilangan sinyal menjadi musuh terberat bagi traveler jenis ini. komentar dan like dari para followernya sangat dinantikan oleh mereka yang masuk dalam katagori ini. kelebihan dari para traveler narsis ini adalah banyaknya follower di setiap akun media sosialnya, namun mungkin kurang digemari dikehidupan nyatanya.

  1. Si traveler panik
accb0b31dcfdf0979ddf351afb70b9b562ec5b22
Foto Ilustration (From Google.com)

Traveler yang masuk dalam katagori ini biasanya adalah para traveler yang takut akan kondisi yang tidak menentu dilapangan. Biasanya, perasaan kurang percaya terhadap orang yang baru ditemuinya membuat para traveler jenis ini sering dilanda ketakutan. Perubahan yang drastis membuat traveler yang masuk dalam katagori ini takut. Rasa waswas yang tinggi, serta sikap protektif terhadap diri sendiri membuatnya sulit untuk mendapatkan teman perjalanan menarik karena selalu dihantui oleh perasaan takut. Traveler jenis ini akan terus bertanya jika ada sesuatu hal yang tidak bisa diprediksi. Kelebihan dari traveler jenis ini adalah perasaan curiga terhadap semua keadaan serta perencanaan yang matang untuk setiap perjalanan. Namun kelemahan dari treveler jenis ini adalah sulitnya berbaur dengan orang-orang baru yang ada disekitarnya.

  1. Si traveler sok tahu

Bahaya jika bertemu dengan traveler jenis ini. pengetahuannya yang sangat luas seakan membuat traveler lain harus mengikuti semua arahannya. Biasanya traveler jenis ini akan berusaha menjelaskan semua tempat wisata yang akan dikunjungi. Traveler jenis ini akan membocorkan semua tempat-tempat rahasia yang ada ditempat tersebut walau tidak sesuai dengan kenyataannya. Dan jikalau memang ia belum tahu, ia akan menjawab apapun yang berhubungan dengan tempat-tempat tersebut. traveler jenis ini tidak ragu untuk membaca banyak pengetahuan mengenai sebuah lokasi wisata, walaupun pada kenyataannya ia belum pernah datang mengunjuginya. Google menjadi segala sumber informasi utama yang ia miliki. Kelebihan traveler jenis ini adalah mengetahui detail mengenai lokasi wisata karena membaca banyak referensi, sedangkan kekurangannya adalah terkadang apa yang dibicarakannya tidak update sesuai dengan kondisi aktualnya.

  1. Si traveler raja
traveler
Photo Ilustration (From Google.com)

Namanya juga raja sudah pasti jika traveler yang masuk kedalam katagori ini ingin semuanya mudah dan terlayani dengan pelayanan yang sangat prima. Traveler jenis ini tidak mau ribet untuk memikirkan hal-hal detail yang ada dalam rincian perjalanannya. Biasanya traveler jenis ini akan turut serta membawa pembantu ataupun orang yang rela membantu semua keperluan dan kesulitannya selama perjalanan. Baginya, sebuah perjalanan itu harus sempurna, tidak boleh ada cacat, ataupun jadwal yang tidak benar. Terlambat dari jadwal adalah hal yang tidak bisa ditolerir. Perubahan sedikitpun pada rencana kegiatan sudah pasti akan berujung amarah. Kelebihan dari traveler yang masuk katagori ini adalah sanggup membayar mahal soal apapun yang diingikannya, sedangkan kekurangan dari traveler jenis ini adalah kurang menghargai perjalanan dan bantuan orang lain.

Yap, begitulah kira-kira beberapa kelompok traveler yang pernah aku temui selama perjalananku mengunjungi beberapa tempat wisata seorang diri. Aku pribadi tidak bisa menilai bahwa aku masuk kelompok yang mana, yang pasti pengelompokan para traveler itu adalah hasil dari penilaiannku selama perjalanan berlansung. Mungkin jika dikemudian hari aku menemukan kembali kelompok yang lebih unik, aku akan meng-update-nya sesuai dengan apa yang aku rasakan. Jangan pernah takut untuk melakukan traveling baik itu seorang diri atau bersama teman, karena menurut pepatah seorang travel blogger yang aku ingat sampai sekarang adalah : “Work fill your pocket, but travelling fill your soul – @lostpacker”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s