Rocketstore x Rawk Street ; Proud To Used Local Brand

Rocket, Street and Rawk Store

Mengunjungi kota aceh sudah menjadi rencana perjalanku saat mengikuti sebuah acara di Medan. Rugi rasanya jika sudah jauh-jauh datang ke Medan, tapi tidak menyempatkan diri mengunjungi Aceh. Berbekal sebuah ransel dan peralatan perjalanan, akhirnya aku memberanikan diri untuk pergi mengunjungi Aceh, tentu setelah seluruh rangkaian acara di Medan usai. Aceh merupakan sebuah tempat dimana menurut banyak pemberitaan di media, bahwa kota ini adalah satu-satunya kota yang sangat menegakkan syariat islam. Bahkan sebelum berangkat, seorang senior sempat menakutiku perihal aturan syariat islam yang menyebutkan bahwa seorang lelaki tidak diperbolehkan memiliki rambut yang panjang. Maklum, saat tulisan ini aku rawi, rambutku sedang tumbuh subur alias gonrong. Malam itu, aku berangkat mengunjungi sebuah agen penjualan bus antar provinsi di kota medan. Aku mencari bus tujuan Medan – Banda Aceh. Tiket di beberapa agen penjualan sudah banyak yang habis, beruntung masih ada satu tiket untuk keberangkatan malam, dan tanpa pikir panjang, aku langsung membayar tiket tersebut.

DSC07200
Rocket Store

Di aceh, aku sudah berkomunikasi dengan seorang teman yang kebetulan aktif di jejaring pertemanan Couchsurfing.com. Jejaring pertemanan tersebut memang mengkhususkan bagi para pejalan ataupun traveller lokal ataupun interlokal untuk bisa mendapatkan teman perjalanan ataupun guide selama di lokasi tujuan. Meskipun sudah lama aku memilki account gratisan dari jejaring sosial tersebut, namun baru kali ini aku benar-banar merasakan manfaatnya.

DSC07195
Dashboard Rocket Store

Cut Nadhira, aku kemudian memanggilnya dengan sebutan Nad saja. Saat aku mengirimkan pesan melalui account couchsurfing ku, ia membalas dengan sangat ramah dan menyatakan bahwa ia bersedia untuk bisa menemaniku meng-eksplore kota banda aceh. Sebenarnya sebelum aku mengirimkan pesan pada seorang wanita, aku terlebih dahulu mengirimkan beberapa pesan kepada member pria di couchsurfing. Namun, tidak satupun dari mereka yang membalas pesanku tersebut. meski demikian, setidaknya aku berterima kasih banyak kepada mba Nad karena sudah mau merespon pesanku dan menerima kedatanganku di kota yang pernah terkena musibah tsunami terbesar di Indonesia pada tahun 2006 tersebut.

DSC07194
Inside Rocket Store

Setelah bertemu di terminal bus kota Banda Aceh, aku diajak olehnya untuk mengunjungi sebuah warung kopi yang sudah berdiri sejak sangat lama. Di warung kopi tersebut, aku kemudian dikenalkan oleh Nad kepada teman-temannya. Lama kami berbincang, akhirnya aku mengetahui bahwa ternyata Nadhira bersama teman-temannya memiliki sebuah Store serta kedai yang cukup besar di kota Banda Aceh. Dengan mengusung nama Rocket Store X Rawk Street, store  yang berada di jalan Panglima Nyak Makam Banda Aceh ini menjual beberapa jenis Fashion dari brand lokal yang ada di Aceh. Awal mula berdirinya toko ini menurut Ozi, adalah sebagai tempat untuk menjalankan ide bisnis yang telah lama terfikirkan. Dahulu, selagi masih jaman kuliah, Bang Ozi pernah menjadi seorang pemain band sehingga telah banyak mengenal berbagai macam komunitas. Mulai dari belajar sablon sampai menjadi marketing untuk brandnya sendiri sudah pernah ia jalankan. Sehingga pada akhirnya ia bersama teman-temannya memberanikan diri untuk membuka toko ini. Toko yang pada awalnya hanya menjual brand Rocket, lambat laun mulai melakukan kolaborasi dengan merek-merek lain yang ada di banda Aceh. Di toko ini, tidak hanya menjual kaos saja. Beragam sepatu, tas, dan asesoris seperti galang, kalung, dan beberapa CD dari Band lokal dengan kualitas original juga tersedia. Begitu masuk kedalam toko, suasana concept store dengan lampu kuning dan bergaya industrial telihat lebih dominan. Interior yang di desain dari papan yang di pernis terlihat sangat rapi dan minimalis. Karena lantainya dilapisi oleh karpet, maka, pengunjung yang datang diharapkan melepas alas kakinya untuk menjaga kebersihan dari toko tersebut. seperti toko anak muda lainya yang menyukai musik rock, alunan anthem dari band-band rock ternama terus diputar sepanjang jam oprasional toko.

DSC07204
Rawk Street

Jika sudah selesai mencari pakaian yang diinginkan, di depan toko ini juga terdapat dua buah stand makanan. Stand-stand ini masih dikelola oleh orang yang sama dengan pemilik toko. Kedai ini akan buka pada jam 16.00 sore sampai dengan jam 23.00 malam. Sajian menu utamanya adalah aneka burger dan minuman ringan dengan banyak varian rasa. Aku berkesempatan untuk mencicipi kesegaran dari “Poison Thai Tea”, sesuai dengan namanya, minuman ini sungguh memberikan “racun” ditengah cuaca kota banda aceh yang sedang panas-panasnya. Jika malam sudah datang, tempat ini akan sangat ramai oleh pengunjung. Ditempat ini, pengunjung tidak hanya datang untuk sekedar nongkrong, tetapi banyak juga yang menjadikan tempat ini sebagai tempat rapat ataupun berdiskusi mengenai banyak hal. Seperti halnya apa yang dilakukan olehku saat ini, ngongkrong sambil membicarakan destinasi berikutnya yang akan aku kunjungi esok hari.

DSC07207
Poison Thai Tea

Bagiku, cerita ketatnya aturan mengenai syariat islam yang ada di Aceh tidak sepenuhnya menakutkan. memang aturan itu ada, namun ternyata tidak sekejam dengan apa yang telah diberitakan oleh kebanyakan media. asalkan tetap sopan dan tidak melanggarnya, para pejalan ataupun wisatawan dapat secara bebas untuk menjelajah kesetiap sudut kota aceh. Ditambah keramahan masyarakatnya, rasanya belum juga genap satu hari, aku sudah jatuh cinta pada kota di ujung paling barat Indonesia ini.

Keep Rawk Teman- teman Aceh !! Aku tunggu di Bandung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s