Two Cup Coffee at Otten Coffee Shop

Otten Coffee Shop

Banyak orang yang berkata jika medan, atau tepatnya Sumatra utara adalah surganya kopi di pulau Sumatra. Bahkan saat aku sengaja berbincang dengan seorang petugas parkir, beliaupun menyetuji perkataan tersebut. bagaimana tidak, beberapa jenis kopi yang lahir dari tanah Sumatra rasanya sudah mendunia dan memiliki penggemar fanatiknya tersendiri. Sumatra Utara banyak melahirkan varian jenis kopi dengan kualitas citarasa yang menakjubkan. Misalnya saja kopi Lintong, Sidikalang, serta kopi lainnya dari tanah karo dan tanah toba. Hampir enam hari aku berada di medan, namun belum seharipun aku mempunyai kesempatan untuk berjalan-jalan meng-explore kota yang kental dengan suku bataknya. Itu karena aku terus disibukan oleh kegitanku mengikuti penataran wasit juri nasional di hotel tempatku menginap. Bosan juga rasanya jika setiap hari harus berhadapan dengan buku palajaran dan ruangan belajar sambil ditemani oleh cahaya infokus yang tidak pernah berhenti menyala. Meskipun jadwal kegiatan tidak terlalu padat, namun tetap saja membuat rasa bosanku terus terakumulasi. Sehingga pada saat ada kesempatan, aku pun segera bergegas meluncur ke kamar untuk bersiap-siap mengunjungi sebuah tempat yang sudah terpikirkan dari awal keberangkatannku.

DSC06838
Sudut Display Alat Manual Brewing

Gojek, benar-benar sangat membantu segala mobilitasku. terutama untuk mengujungi tempat yang akan aku tuju. Sangat mahal rasanya jika aku harus menggunakan taksi dengan jarak tempuh dan lokasi yang belum pernah terjamah olehku sebelumnya. Bukan menjadi pilihan yang tepat juga jika aku harus menggunakan angkutan kota lokal yang sama sekali tidak tahu kemana jurusan serta daerah tujuannya. Meskipun harus menunggu cukup lama setelah gojek aku pesan, Hanafi sang pengemudi akhirnya datang juga menjemputku. Permintaan maaf karena telah membuatku menunggu menjadi kalimat utama yang keluar dari mulutnya saat bertemu denganku. Helm aku pakai dan kamipun segera meluncur ke kawasan jalan kruing, dimana letak Otten Coffee Shop berada. Sepanjang perjalanan, aku berbincang dan bertanya banyak tentang berbagai macam informasi yang ada di kota medan kepadanya. Bahkan, saat aku terlihat sangat antusias mengeluarkan kamera untuk memotret sebuah jam raksasa disebuah persimpangan jalan, Bang Hanafi langsung menghentikan laju kendaraannya agar aku lebih leluasa mengambil beberapa gambar dari jam raksasa tersebut. Dan setelah dirasa puas, kamipun melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan utama.

Tidak jauh dari pusat oleh-oleh terkenal kota medan, Otten Coffee Shop berada tepat di sebelah kanan jalan. Papan informasi mengenai toko kopi ini sudah lapuk dimakan usia, warnanya sudah memudar seiring berjalannya waktu. Meskipun begitu, pepohonan hijau yang tumbuh subur nan asri dan sangat terawat terlihat jelas di halaman depan kedai tersebut. Aku kemudian masuk kedalam kedai yang memiliki ukuran sekitar 10 x 12 meter persegi dan memanjang kedalam. Begitu masuk, suasana khas kedai kopi modern dengan tatanan Open Kitchen serta wanginya aroma biji kopi langsung membangkitkan semangatku siang itu. Di dalam ruang seduh yang merangkap sebagai kasir terlihat ada beberapa pegawai yang sedang menggiling biji kopi yang dipesan oleh konsumen. Di kedai ini, pelanggan bisa menggiling kopinya sesuai dengan selera masing-masing. Kopi bisa dibeli dalam bentuk biji, ataupun gilingan kasar sampai gilingan halus. Pelanggan tinggal memesan dengan jenis gilingan yang diinginkan, dan kemudian semua proses akan ditangani dengan baik oleh para pelayannya.

DSC06834
Halaman Depan Otten Coffee House

Seorang pelayan kemudian menghampiriku yang tampak kikuk melihat banyaknya alat-alat seduh kopi yang terpajang disetiap sudut ruangannya. Selain sebagai penjual biji kopi, Otten Coffee juga merangkap sebagai penjual alat-alat seduh kopi baik secara manual ataupun dengan mesin. Di lemari warna-warni yang tersusun rapi menghadapku, terdapat sebuah rockpresso, berbagai varian dripper, serta koleksi manual grinder dengan berbagai macam bentuk dan merek. Disisi sebelahnya, aku melihat berbagai jenis single origin kopi dari berbagai macam daerah tersusun rapi pada sebuah lemari kayu yang terbuat dari pohon pinus. Melihat kumpulan aneka jenis kopi tersebut rasanya ingin sekali tanganku ini mengambil satu bungkus dari setiap varian rasa yang ada untuk aku bawa pulang ke kampung halamannku. Taklain sebagai buah tangan saat kepulanganku nanti. Pada saat yang bersamaan, aku memesan segelas kopi import yang aku pesan dengan alat aeropress. Seorang Public Relation bernama Tika kemudian datang membawakan pesanan kopi Bolivia yang aku pesan. Sebuah gelas server berisi hasil ekstraksi kopi bolivia siap aku cicipi. Untuk urusan harga, Otten coffee memukul rata pada semua Jenis kopi dengan semua alat yang digunakan. Cukup terjangkau untuk cita rasa kopi import maupun lokal yang tersedia dan sangat menggugah selera.

DSC06851
Berbagai Macam Varian Kopi

Sambil ditemani leptop yang menyala, seorang roaster kopi-pun Otten datang menghampiriku. Zaki namanya. Badannya yang besar dan perwatakannya yang ramah membuat kami pada akhirnya berbicara banyak soal kopi. Sebagai roaster, ia banyak mamberitahuku berbagai jenis kopi yang harus aku coba kenikmatannya. Ia kemudian merekomendasikan kopi asal kerinci yang harus aku cicipi jika suatu saat menemukannya di kedai kopi manapun. Sayang, saat ini Otten sendiri tidak menyediakan jenis kopi tersebut kerena sudah habis stoknya. Sejarah mengenai asal usul masuknya kopi ke Indonesia pun kita bahas. Bahkan sampai bagaimana perkembangan penjual kopi dengan metode manual brewing yang ada di medan menjadi topik paling panjang dalam perbincangan kami. Melihat rasa antusiasku yang tinggi terhadap kopi, Zaki kemudian menyarankanku untuk mengunjungi daerah Takengon sebelum menginjakan kaki di Aceh. Takengon adalah sebuah daerah penghasil kopi terbesar di aceh. Menurutnya, sekarang ini adalah musim yang pas untuk melihat bagaimana kopi yang sedang diproses, meskipun musim panen sudah lewat, namun proses produksi kopi pasti masih berlangsung disana.

DSC06849
Alat Dripper Kopi

Seketika rencana perjalannku langsung berubah setelah mendapatkan saran tersebut. kakiku sudah mulai gatal untuk segera melangkah ke daerah itu. jari-jariku kemudian mulai mengetikan kata Takengon pada halaman browser di leptopku. Aku mulai mengecek moda trasnportasi yang bisa aku pakai, sampai pada akhirnya Tika memberikan bantuan padaku berupa seorang temannya yang mungkin bisa menjadi guide ku di Tokengon sana. Aku merasa senang dan bersyukur karena banyak orang baik yang hadir disekitarku. Perbincanganku dengan Zaki pun berakhir karena ia harus menghadiri acara Cupping Coffee yang telah dijanjikan bersama rekan-rakannya. Dan perjalannku di Otten Coffee Shop pun berakhir dengan segelas kopi Etiopia Aeropress yang tersaji hangat dihadapannku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s