Penataran Wasit Juri Wushu Nasional 2016

Penataran wasit juri wushu nasional 2016

Sudah hampir 12 tahun lebih aku menggeluti dunia wushu. Yang aku ingat, pertama kali aku resmi ikut berlatih adalah pada tahun 2003. Mulai jadi anggota biasa, menjadi atlet, sampai menjadi pelatih untuk sasana telah aku lewati. Aku banyak berterima kasih pada para seniorku yang dengan sabar telah melatih dan mendidikku saat itu. Waktu kecil, aku memang sudah terbiasa untuk melakukan adegan berbahaya dalam lingkungan komplek rumahku. Mulai dari memanjat dinding tetangga, memanjat tiang listrik, sampai memanjat atap rumah orang lain pun pernah aku lakukan. Lucu jika aku kembali mengingat masa kecilku. Masa dimana  setiap kenakalan anak kecil saat itu pasti akan mendapatkan amarah baik itu dari orang tua ataupun tetangga yang melihatnya. Namun aku tidak pernah menghiraukan setiap amarah yang muncul dari mereka. Aku memang dikenal sangat nakal dibandingkan dengan teman-taman seusiaku dulu. Bermain jauh, bersepeda keluar komplek, atau bahkan memecahkan kaca jendela rumah sudah menjadi kegiatan rutinku jika rumah tempat tinggalku tidak ada orang. Aku merasa bahagia saat masih kecil dulu. Meskipun tidak ada gadget seperti jaman sekarang, tapi aku bisa puas bermain kemanapun aku mau. Bermain “air soft gun” merek china, dan juga bermain layang-layang sampai kulit terbakar (Baca : Hitam) menjadi keseharianku kala itu.

13177685_1033729126673121_3262353288414156690_n
New Family (Taken By Ka Lena)

Awal mula aku ikut olahraga wushu adalah ketika tetangga samping rumahku, yang kebetulan sudah belajar kungfu sejak duduk dibangku SMA. Menurutnya, hanya aku yang menjadi kandidat anak nakal yang harus diarahkan agar kenakalanku menjadi hal yang positif. Dari banyak anak komplek saat itu, hanya aku yang dengan semua kenakalanku, menjadi bocah yang sangat layak untuk diikut serta dalam olahraga beladiri ini. “Agar tersalurkan kenakalannya, ujarnya”. Namun saat itu, karena aku sendiri masih belum tahu apa itu wushu, maka aku lebih memilih menjadi Yes Man ketika diajak olehnya. Meskipun orangtuaku sempat melarang karena wushu adalah olahraga dari negeri tiongkok, namun kakak yang mengajakku berhasil membujuk orang tuaku agar aku bisa ikut dalam olahraga ini. mulai dari pelajaran dasar tentang gerakan tangan, kaki, dan juga loncatan aku ikuti dengan suasana hati yang gembira. Memang, yang namanya olahraga pasti menguras tenaga, namun seiring dengan berjalannya waktu, minat dan semangatku terus mengalir sehingga aku bisa ikut berbagai kejuaraan wushu baik daerah ataupun nasional.

12 tahun bukan waktu yang sebentar buatku untuk terus berkiprah di dunia wushu. Pasang surut semangat pernah aku alami. Sampai pada saat aku kuliah, aku memutuskan untuk berhenti menjadi seorang atlet karena kesibukanku dalam mengatur waktu. Berhenti dari atlet, bukan serta merta aku meninggalkan dunia wushu, aku memilih untuk kembali menjadi pelatih disasanaku, dan ikut mendalami peran baru didalamnya. Peran baru yang aku maksud adalah peran sebagai wasit juri. Seperti halnya wasit dalam bidang olahraga lainnya, tugas utama wasit juri di wushu juga sama yaitu menilai kemampuan atlet yang sedang bertanding. Aku memulai dengan mengikuti penataran wasit juri daerah yang kala itu diselenggarakan oleh Provinsi Jawa Barat, dan Kota Bekasi sebagai tuan rumahnya. Menurut informasi yang aku dapat, penataran juri daerah ini adalah kegiatan rutin dari Pengurus Wushu Pengprov Jabar agar daerah tetap mempunyai juri yang siap untuk memimpin keberlangsungan setiap pertandingan, terlebih saat itu Pekan Olahraga Daerah (Porda) akan segera dilaksanakan.

13164478_10154229975601096_1134228709137383964_n
Peserta Penataran Wasit – Juri Taolu (Taken by Panitia)

Banyak hal yang aku pelajari dari peranku sebagai wasit juri. Selain aku belajar dan mengerti mengenai gerakan yang benar, aku juga belajar bagaimana menilai dan memberikan keputusan dengan waktu yang sangat cepat. Banyaknya gerakan di dalam setiap jurus wushu membuatku harus mengerti dan paham akan makna dari setiap gerakan tersebut. hampir setiap gerakan mempunyai kode penilainnya masing-masing. Jika di jumlah, mungkin lebih dari 100 gerakan yang harus kita nilai. Selain penilaian, tugas wasit juri yaitu harus bisa memberikan penjelasan mengapa atlet yang bertanding bisa mendapatkan juara. Sehingga pada akhirnya akupun belajar untuk menelaah hal-hal detail dari setiap gerakan yang diciptakan atau diperagakan oleh para atlet yang bertanding.

13151785_10206543851222951_720690173947569942_n
Shoping  Wushu Weapon (Taken by Roy)

Dari status juri daerah, kemudian aku berkesempatan untuk mengikuti penataran wasit juri nasional yang diselanggarakan oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia di Medan, Sumatra Utara. Aku bersyukur karena bisa terdaftar sebagai perwakilan juri baru dari PengProv Wushu Jabar. Itu artinya, jika aku lulus di penataran ini, aku sudah resmi mendapatkan paspor sebagai wasit juri nasional yang harus menjungjung tinggi setiap nilai dan etika wasit juri. Menjadi wasit juri nasional berarti harus patuh kepada semua aturan wasit juri yang ada. Adil dalam menjalankan tugas tanpa kompromi dengan para pemangku kepentingan sudah harus bisa dijalankan. Menjadi wasit juri yang adil adalah suatu keharusan demi menjaga sportifitas dalam setiap pertandingan yang berlangsung. Baik pertandingan yang diadakan di daerah, ataupun di nasional.

Selain mendapatkan ilmu baru, aku juga kemudian bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai macam daerah yang mempunyai misi yang sama denganku. Aku bersyukur dan berterimakasih karena aku bisa diterima dalam keluarga besar Pengurus Besar Wushu Indonesia. Dan aku berjanji, setelah aku resmi mendapatkan lisensi sebagai wasit juri nasional, aku akan terus berpegang pada setiap norma dan etika serta janji wasit juri dalam setiap pertandingan. Salam, Wushu Indonesia.

Medan, 13 Mei 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s