Small Workshop About Manual Brewing

Seorang teman menyukai sebuah post yang di-publish oleh himpunan mahasiswanya. Aku tidak sengaja melihatnya di sebuah timeline akun media sosial yang aku miliki. Foto berupa flyer berisikan sebuah acara workshop sederhana tentang kopi judulnya. Flyer tersebut juga menambahkan isi mengenai segala hal tentang manual brewing. Aku yang memang sedang getol mencicipi kopi langsung tertarik untuk mengikutinya. Belum lagi harga tiket keikutsertaan yang bisa dibilang sangat murah meriah, link pendaftaran yang ada langsung aku klik dan aku menyetujui  semua persyaratan untuk ikut serta pada acara tersebut.

FullSizeRender
Online Flyer

Acara yang dimulai pukul 17.00 itu masih sepi. Aku yang datang 5 menit sebelum acara dimulai akhirnya bertemu dengan seorang barista perempuan yang nantinya akan mengajarkan kami mengenai cara pembuatan kopi menggunakan alat-alat manual brewing. Semua peralatan manual brewing yang terdiri dari syphon, v40, Vietnam drip, French press, aeropress, flat bottom dan tidak lupa kettle serta filter sudah tersedia lengkap berbaris rapi di sebuah meja panjang. Aku melihat seorang wanita sedang sibuk menyusun tata letak alat yang bertujuan agar para peserta mendapatkan kemudahan dalam memperlajari alat-alat tersebut. dibagian lainnya, aku melihat beberapa mahasiswa yang sedang asik bercengkrama dengan sesamanya sambil sesekali mengamati tempat yang sedang dibereskan oleh seorang perampuan tadi.

IMG_2534
Para Peserta Workshop

Dialah Alfina Juhansah, wanita pemilik sebuah warung kopi di jalan tikukur Bandung. Aku kemudian menyapanya AL. Penampilannya yang santai membuatku cepat akrab dengannya. AL tidak seorang diri, disampingnya ada Angger yang turut membantu Al untuk menjelaskan mengenai isi dari kegiatan workshop ini. Rupanya Al juga seorang aktifis yang gencar untuk menyerukan aspirasi guna membantu masyarakat kecil. Dia bercerita bahwa saat ini dirinya beserta rekan-rekan seperjuangannya sedang aktif untuk mengawal para PKL korban relokasi yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung. Tidak hanya itu, Al juga membantu dalam proses mediasi serta negosisi penertiban tersebut. Aku sendiri takjub dengan kegiatannya tersebut, namun aku tidak bisa berbincang lebih lama karena acara akan segera dimulai.

Angger kemudian membuka acara dengan sebuah seruan bahwa acara sudah dimulai. Para peserta kegiatan kemudian berhak untuk mengambil sebungkus biji kopi setelah memasukan sejumlah uang pendaftaran ke sebuah kotak kardus yang diberi lubang di atasnya. Ada tiga jenis biji kopi yang disajikan. Sidikalang, Gayo, dan biji yang berasal dari tanah karo, Lintong. Ketiga jenis biji kopi tersebut di roast sampai dengan ukuran medium. Aku mengambil sebungkus kopi lintong seberat 15 gram, dan taklupa untuk memasukan sejumlah uang ke dalam kardus didepannya.

IMG_2536
Sayang, Gelas Kertas.

Al kemudian menjelaskan tahap awal dalam meracik kopi. Karena biji kopi yang ada sudah di roast, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah proses grinding (giling). Al melanjutkan, ada 3 ukuran umum yang biasanya dipakai dalam menggiling biji kopi. Coarse, Medium, Fine dan semua itu tergantung dari kebutuhan dan selera penikmatnya. Setelah digiling, selanjutnya adalah tahap pengekstraksian serbuk kopi dengan air. Dalam proses ekstraksi juga dapat dilakukan oleh semua alat yang telah disediakan. Untuk kali ini, AL menggunakan V60 untuk mengekstraksinya. Sebenarnya para peserta dibebaskan untuk memilih dan menggunakan sendiri alat-alat yang disediakan, namun karena kami semua awam, maka lebih baik memperhatikan dulu sebelum melangkah ke tahap praktek, tak terkecuali aku. Satu hal yang penting menurut AL adalah suhu air, Al menggunakan suhu sekitar 90 derajat untuk mengekstraksi serbuk kopinya. Perbandingan antara air dan serbuk kopi yang digunakan adalah 1:15, artinya 1 gram biji kopi hanya untuk 15 gram air. Setelah mencuci filter kertas yang akan digunakan, Al menaburkan serbuk kopi tersebut diatas sebauh timbangan. Maksudnya adalah untuk mengukur jumlah air agar tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Setelah itu, proses pouring pun dilakukan, Al menggunakan waktu 30 detik untuk proses Blooming (mengembang). 30 detik bukan ukuran yang baku, semua tergantung penikmatnya. Tetapi, maksud dari proses blooming ini menurutnya adalah mengeluarkan gas-gas yang terkadung di serbuk kopi, serta mengeluarkan aroma tentunya. Dan setelah 30 detik, secara perlahan AL menuangkan kembali sisa air sampai takarannya tidak lebih dari 150 gram. Kopi lintong yang digunakan AL dalam proses manual brewing-nya seketika membuat para peserta penasaran untuk mencicipinya. Seorang mahasiswa berambuk cepak langsung menanyakan apakah ia bisa mecncicipi kopi tersebut. Al langsung memberikan segelas kopi yang dibuatnya untuk dicicipi oleh mahasiswa tersebut, Pahit satu kata yang muncul dari mulutnya dan kami semua tertawa.

IMG_2535
Memberikan Penjelasan

Mempelajari seluk beluk dan cita rasa kopi memang diperlukan kesabaran dan keinginan untuk terus belajar. Setiap biji kopi memang memiliki keunikan dan misterinya sendiri. Tidak gampang untuk bisa langsung mengenal karakter dari biji-biji tersebut. mencoba dan mencoba adalah hal yang harus dilakukan untuk bisa merasakan nikmatnya seduhan biji yang indentik berwarna hitam tersebut. tidak ada yang benar atau salah dalam meracik secangkir kopi. Semua kembali lagi pada selera dan pilihan masing-masing. Setelah obrolan panjangku mengenai kopi dengan AL berakhir, akupun pulang dengan ilmu baru dan berjanji untuk menyempatkan diri berkunjung ke kedai kopi miliknya.

hint :

Aku berterima kasih pada panitia, karena mengizinkanku untuk bisa mencoba semua alat yang ada.

Terimakasih juga karena telah membuat acara sharing ilmu yang murah meriah.

Terimakasih HMP PL ITB !

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s