Caffetto, Roast their own coffee beans

Caffeto ; Roast their own coffee beans

Rasanya sudah hampir seminggu aku tidak pergi ke kedai kopi. Karena banyaknya aktifitas yang harus aku kerjaan, membuatku tidak memiliki waktu untuk mengunjunginya. Belum lagi akhir-akhir ini cuaca di kota Bandung sangat tidak bersahabat. Setiap hari hujan besar disertai angin kencang datang. Biasanya hujan akan turun disaat jam istirahat tiba. Malas rasanya jika harus menerobos hujan hanya untuk pergi ke kedai kopi.Secara kebetulan, seorang teman siang itu mengajakku untuk menikmati secangkir kopi dan sekedar bertukar pikiran. Menurutnya, ia akan mengajakku ke sebuah kedai kopi yang berbeda dengan yang selalu kami datangi. Karena siang itu aku masih ada pekerjaan, maka aku berkata padanya bagaimana jika sore menjelang malam perginya. Ia pun setuju dan menanti kabarku jika aku sudah selesai dari semua pekerjaanku.

IMG_2402
coffee chart

Setelah magrib, aku mengirimkan pesan pada temanku itu bahwa aku sudah siap untuk pergi menikmati secangkir kopi. Temanku kemudian membalas dengan sebuah nama tempat yang kami jadikan sebagai tempat bertemu sebelum kami pergi bersama ke kedai yang dimaksud. Aku kemudian meluncur memacu sepeda motorku ke lokasi bertemu yang telah kami tentukan. Setelah bertemu, kamipun meluncur dengan satu motor ke kedai kopi yang menjadi tujuan utama kami.

COFFEE. Dari luar aku melihat jelas sebuah rumah yang dipasangi sign bertuliskan coffee di atas gentingnya. Aku yakin bahwa itu adalah tempat yang dimaksud oleh temanku itu. Tanpa berkomentar, motorpun kemudian parkir di depan pintu masuk kedai. Dari luar, aku sudah bisa mencium aroma kopi yang sangat menyegarkan. Aroma kopi yang sedang diekstraksi itu sungguh akan membuat siapa saja yang menciumnya larut dalam aromanya. Setelah turun dari motor, aku melihat dengan jelas sebuah papan bertuliskan CAFFETO yang menempel di sebuah dinding. Dari papan itu kemudian aku mengetahui bahwa kedai yang berada tepat di ujung sebuah jalan ini bernama Caffeto.

IMG_2410
beans display

Aku kemudian berkenalan dengan Arif, dia adalah seorang barista yang bertugas meracik dan membut semua varian kopi yang ditawarkan di kedai ini. Caffeto unik menurutku. Letak keunikanya terletak pada sebuah papan display terbuat dari kayu pinus yang menyajikan aneka contoh biji kopi yang diolah di tempat ini. secara tidak langsung display ini juga aku jadikan sebagai media pembelajaran mengenai jenis-jenis beans dengan berbagai macam teknik penjemuran. Aku melihat ada contoh green bean, beberapa bean yang telah di proses secara natural, dan juga di proses secara honey process. Aku belum mengerti betul apa yang sebanarnya terjadi pada pengolahan secara natural atau honey. Minimal dari display tersebut aku bisa membedakan jenis-jenis biji kopi yang sudah siap untuk di roast (panggang). Di kedai ini juga menyediakan display macam-macam alat manual brewing yang diberi label harga, maksudnya adalah alat itu dijual apabila ada pengunjung yang ingin membelinya. kedai ini terbagi menjadi tiga ruangan utama. Ruang depan adalah ruang khusus roasting. Disampingnya ruangan roasting adalah ruangan bar utama tempat sang barista meracik semua pesanan pelanggan. Lebih masuk kedalam bar, terdapat beberapa meja dan kursi yang dapat digunakan oleh pelanggan sebagai tempat bersantai sambil meminum secangkir kopi dan berselancar di dunia maya.

IMG_2411
sisi dalam kedai caffeto

Menurut Arif, konsep bar-nya sendiri adalah open kitchen, yang berarti pengunjung diperbolehkan untuk maracik kopinya sendiri. Aku sebenarnya tertarik untuk itu, namun karena pengunjung saat itu sedang ramai, maka aku mengurungkan niatku tersebut. aku takut menganggu aktifitas penjualan di kedai milik orang lain. Dari papan menu yang dipajang tepat diatas bar barista pun aku bisa belajar banyak. Papan itu menyajikan informasi mengenai cara-cara yang terdapat pada proses manual brewing. Penyampaian secara sederhana dengan grafik yang menyerupai akar pohon mampu membuat pengunjung, khususnya aku membedakan cara kerja dari masing-masing alat tersebut. Immerse, filter, boil, dan pressure taklain adalah cara kerja dari masing-masing alat yang ada dalam manual brewing.

IMG_2403
menu display

Aku tertarik untuk mencicipi cita rasa kopi dari kintamani, bali. Sebelumnya aku bertanya pada arif mengenai alat apa yang bisa memberikan rasa yang pas untuk jenis kopi tersebut. awalnya aku penasaran dengan penggunaan siphon, namun arif lebih menyarankanku menggunakan v60. Karena aku masih belum mengerti seluk beluk cita rasa dan masih mempelajarinya, akhirnya aku menuruti saran dari arif. Dengan cekatan, sang barista pun kemudian merakit dan meracik kopi kintamaniku dengan v60. Sebagai perbandingan rasa, aku memesan juga kopi dari solok yang sama diracik dengan v60. Dan hasilnya membuatku tersenyum. Dari masing-masing kopi tersebut aku dapat merasakan dengan jelas perbedaan rasa yang keluar di dalam mulutku.

IMG_2407
barista in action

Obrolanku dengan sang barista semakin lama semakin panjang. Sedangkan pengunjungpun semakin lama semakin banyak. Aku kemudian mengakhiri perbincanganku karena sungkan dengan banyaknya pengunjung yang datang. Betul apa yang dikatakan oleh Bang Ucok (Daily Routine) : “satu jenis kopi arabika memiliki lebih dari 800 cita rasa jika diracik dengan penanganan yang berbeda.”

Hint :

Kedai kopi caffetto berada di sekitar jalan sekeloa bandung.

Kedai ini memiliki alat roasting sendiri, jadi sangat beruntung apabila datang tepat pada saat ada kopi yang sedang di panggang.

Varian jenis biji kopinya beragam, untuk merasakan sensai yang berbeda silahkan cicipi setiap varian kopinya.

Advertisements

2 thoughts on “Caffetto, Roast their own coffee beans

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s