Siphon : Laboratory glass coffee maker

Setelah mencoba belajar bagaimana cara meracik secangkir kopi dengan metode manual brewing dan memakai alat yang bernama aeropress, sekarang aku kembali mencoba meracik kopi buatanku sendiri dengan cara yang lain. Cara ini sebenarnya masih masuk dalam katagori manual brewing, hanya alatnya dan cara pemakaiannya saja yang berbeda. Kali ini, aku menggunakan alat yang bernama siphon. Melihat bentuknya, alat yang terbuat dari kaca ini lebih mirip dengan alat-alat percobaan yang ada di labolatorium kimia dibanding sebagai alat untuk menyeduh secangkir kopi. Siphon atau vacuum coffee maker sendiri menurut sejarahnya dibuat oleh sebuah perusahaan pembuat alat kopi terkenal di jepang, ini juga sebagai pertanda telah kembalinya brewing klasik yang kemudian gaungnya tersebar ke seluruh dunia. Pertama kali diperkanalkan di Prancis dan Jerman, lalu merambah sampai ke Amerika serta seluruh dunia.

IMG_2428
siphon

Berbeda dengan aeropress yang menggunakan teknik pour over untuk mengesktraksi kopinya, siphon menggunakan teknik yang dinamakan sunction yang dihasilkan dari uap panas dari gelas kaca yang di didihkan. Teknik ini mengakibatkan uap panas mengalir keatas tabung melalui filter yang ada diantara kedua tabung (Chamber). Uap panas ini akan naik dan mengekstraksi serbuk kopi, dan selanjutnya serbuk kopi yang telah terekstraksi kembali turun melalui chamber ke dalam tabung bagian bawah yang sudah tidak terisi air lagi. Ampas kopi yang sudah terekstraksi akan tertahan pada filter penghubung chamber. Setelah itu, barulah tabung atas yang berisi ampas kopi dilepas dan hasil ekstraksi kopi siap di hidangkan.

IMG_2436
Ready to Drink

Oke, kelamaan bercerita, akhirnya aku mencoba meracik kopi arabika pangalengan yang di roasting medium. lagi lagi aku menggunakan biji kopi dengan roasting medium, karena memang hanya itu biji yang tersedia. Aku kemudian menimbang biji kopi tersebut sebanyak 20 gram. Takaran ini sebetulnya bukan takaran wajib untuk membuat secangkir kopi yang nikmat. Bebas saja sebetulnya, apabila ingin lebih kental, bisa menggunakan 30 atau bahkan 40 gram biji kopi. Takaran ini menurut barista yang mengajarakanku berpengaruh pada ukuran Body coffee yang telah di Cup (telah jadi di dalam cangkir). Biji kopi tersebut aku giling dengan menggunakan ukuran medium to fine. Ukuran gilingan ini agar biji yang di ekstaksi dengan uap air tersebut bisa merata dan lama waktu ekstraksinya pas.

IMG_2420
pouring water to bottom glass

Saat proses menimbang biji kopi dan mengilingnya, aku sudah menyiapkan air yang setengah mendidih, aku menggunakan air setengah mendidih agar proses pemanasan air di tabung siphon tidak membutuhkan waktu yang lama. Air yang yang aku gunakan kira kira 60 derajat celcius sebelum di didihkan lagi di tabung siphon. Setelah air siap, dan biji kopi sudah digiling, aku kemudian memasukan air tersebut ke tabung bawah siphon. Ohya, dalam alat ini, saringan yang digunakan berupa saringan kain yang bisa dipakai berulang-ulang. Berbeda dengan saringan aeropress yang hanya satu kali pemakaian. Setelah saringan dicuci bersih, kemudian aku merakit saringan tersebut lalu memasangnya di tabung bagian atas. Biji kopi aku tuangkan ditabung atas siphon. Dan setelah semua siap, aku menyalakan alat pembakar khusus dengan spirtus sebagai bahan bakarnya. Dan tidak lebih dari 10 menit, uap air sudah muncul dan naik keatas tabung untuk mengekstraksi serbuk kopi yang ada. Awalnya aku akan mematikan api yang terus membakar tabung bagian bawah karena takut membuat gelas menjadi pecah, namun hal itu tidak perlu karena sesaat setelah air di bagian bawah tabung habis, hasil ektraksi dengan otomatis kembali turun dari tabung bagian atas ke tabung bagian bawah. Sementara api akan terus membuat air hasil ekstraksi mendidih, sehingga aroma kopi akan langsung merebak memenuhi isi ruangan.

IMG_2434
Mix 

Kopi hasil racikan dengan menggunakan alat bernama siphon pun selesai aku buat. Setelah dipindahkan ke gelas server (sebuah gelas ukur), aku kemudian mencicipinya sedikit demi sedikit. Ada sedikit rasa aneh yang menganggu mulutku. Aku merasakan ada sedikit rasa seperti minyak goreng yang menempel di dalam body kopi tersebut. hal ini kemudian menimbulkan rasa penasaran baik dariku maupun dari barista yang turut mengajarkanku meracik kopi. Rasa penasaran tersebut kemudian kami bandingkan kembali dengan meracik biji kopi yang sama namun dengan alat yang berbeda. Dan hasilnya sungguh membuatku bingung, tidak ada rasa minyak goreng dari hasil kopi bandingan. Perasaan negatif kami tertuju pada filter siphon yang sudah tercampur oleh minyak goreng pada saat pencucian. Namun ada salah satu teman yang memberikan informasi bahwa dalam biji kopi juga terdapat minyak (oil) yang akan muncul apabila diracik dengan alat yang berbeda. Aku kemudian bertanya, apakah memang cita rasa minyak (oil) itu memang muncul jika meracik dengan siphon? Entahlah. Hal-hal seperti ini lah yang kemudian menarik minatku untuk belajar lebih soal kopi, khususnya kopi arabika yang memiliki lebih dari 800 citarasa dari biji kopi yang sama.

IMG_2437
Thanks Ngopilok

Hint :

Perhatikan hasil gilingan biji kopi, jangan menggunakan ukuran terlalu kasar, karena akan memperpendek proses ekstraksi kopi.

Filter harus dicuci sampai benar-benar bersih. Bila perlu jangan menggunakan filter yang sama untuk jenis biji kopi yang berbeda.

Perlu sedikit perjuangan jika menggunakan alat ini, karena mamang sedikit lebih repot jiga dibandingkan dengan aeropress atau v60 (nanti hasil percobaannya aku ulas di postinganku selanjutnya).

Perbedaan cita rasa akan lebih terasa jiga menggunakan banyak variant biji kopi yang diolah.

terima kasih banyak untuk Ngopilok !! make it yourself your coffee..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s