Graduation of facilitator for small island in Indonesia

Jakarta, entah mengapa sampai saat ini nama kota besar yang menjadi ikon Negara ini masih saja membuatku merasa malas untuk mengunjunginya. Jika bukan karena alasan pekerjaan ataupun undangan untuk menghadiri sebuah acara yang digelar oleh kantorku terdahulu, aku mungkin tidak akan pernah sampai di ibu kota Negara ini. Jakarta yang ada dibayanganku tak jauh dari kemacetan dan kesemrawutan orang-orang yang ada di dalamnya. Pergi menggunakan sebuah travel dari Bandung, aku sampai di Jakarta tepat setelah adzan magrib berkumandang. Suasana utara Jakarta seketika membuat keringat dibandanku meningkat. Dinginnya AC travel langsung berganti menjadi hawa panas khas ibu kota. Aku langsung berjalan kaki menuju sebuah hotel yang tidak jauh dari tempat pemberhentian travelku tersebut.

DSCF7531

Hari ini, aku mendapat undangan untuk mengikuti acara galadiner dan pelepasan fasilitor untuk pulau-pulau kecil terluar Indonesia. Sebenarnya undangan yang tidak begitu resmi. Hanya sebatas ajang untuk berkumpul kembali bersama dengan para kawan lamaku yang beberapa diantaranya kembali ditugaskan untuk mengarungi luasnya lautan Indonesia. Sesampainya di hotel, aku langsung menghubungi salah satu rekan kerjaku dan memintanya untuk menjemputku di lobby hotel. Setelah menyimpan beberapa barang bawaanku di kamarnya, kamipun langsung bergegas menuju ballroom tempat dimana acara galadiner berlangsung.

DSCF7532
GIZ dan KKP

Acara yang menggusung tema “kemandirian Energi Sebagai Pendorong Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di kawasan Pulau-Pulau Kecil Terluar” itu dihadiri langsung oleh Direktur Program Energi Giz Indonesia, Plt. Direktur Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, Perwakilan dari Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia. Program pendampingan ini adalah program kerjasama antara Giz Indonesia, Kemantrian Kelautan dan Perikanan dan Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia. Dalam ruangan juga hadir banyak anak muda yang telah siap untuk di tempatkan ditempat terpencil yang ada di Indonesia. Aku kemudian teringat kembali pada kejadian tahun lalu, dimana aku berperan sebagai salah satu dari sekitar 24 orang yang siap untuk diberangkatkan ke Pulau Terluar tersebut.

DSCF7537
Fasilitator Wanita

Lagu Indonesia Raya kemudian berkumandang dan kami semua berdiri dan bernyanyi bersama. Bulu halusku seketika berdiri. Aku merasakan aura nasionalisme dan merasa bangga pernah menjadi salah satu dari bagian program tersebut. Setelah selesai, kami semua kemudian duduk kembali dan aku melanjutkan perbincanganku dengan teman yang duduk tepat disebelahku. Sambil berbicang, beberapa pejabat yang datang kemudian menyampaikan isi pidatonya masing-masing. Pada saat tiba giliran pelepasan fasilitator, secara simbolis beberapa perwakilan diundang maju naik keatas panggung dan diberikan kehormatan oleh para pejabat yang datang. Lagu Satu Nusa Satu Bangsa-pun mengiringi prosesi pelepasan mereka.

DSCF7565
Old and New Facilitator

Para fasilitator sendiri berasal dari berbagai macam daerah yang ada di Indonesia. Mereka di Hire dan seleksi secara ketat untuk bisa masuk dan tergabung dalam satu team program yang bernama PRAKARSA. PRAKARSA sendiri adalah program pendampingan masyarakat yang terkait dengan program bantuan yang akan diberikan oleh kementrian. Namun, pendampingan yang mereka lakukan bukan sekedar pendampingan biasa. Mereka juga menjadi pendorong dan pendobrak masyarakat kecil di desa tertinggal untuk segera lepas dari ketertinggalannya. Selain mengawasi program pemerintah, mereka juga diharapkan mempu membimbing masyarakat di pulau-pulau kecil terluar untuk menjadi lebih mandiri. Lokasi penempatan pun tidak sembarangan. Lagi-lagi lokasi remote area yang menjadi target pembangunan percepatan kemandirian masyarakat desa. Aku selalu salut dengan keberanian para fasiliator yang sekarang akan bertugas. Sesuai dengan pengalamanku tahun lalu, sangat diperlukan mental petualangan yang kuat untuk bisa sampai di lokasi pendampingan tersebut. Selain itu, para fasilitator pun harus siap hidup dengan keterbatasan. Namun, Aku yakin bahwa suatu saat perjuangan para Fasilitator tersebut tidak akan sia-sia. Aku sendiri selalu berdoa agar kedepan masyarakat di daerah tertinggal bisa segera lepas dari segala bentuk ketertinggalannya.

DSCF7561
Para Petinggi

Selamat bertugas dan mengemban tugas teman-teman. Kehadiran kalian sudah sangat ditunggu oleh seluruh masyarakat di lokasi pendampingan kalian masing-masing. Jangan takut dengan semua gosip yang bermunculan, kalian semua adalah harapan Negeri ini dimasa yang akan datang. Good Luck !! God Bless You All! Akupun meletakan piring makananku dan kemudian beralih mengambil seporsi eskrim dan spaghetti yang telah disiapkan pihak hotel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s