Warung MASBOY ; Homely and Unique Milk

Kamis, 24 Maret 2016 cuaca kota Bandung sangat tidak bersahabat. Hujan sudah turun sejak pagi hari. Aku mendapat pesan whatapps dari seorang sahabat yang berencana untuk menghabiskan weekend-nya di kota Kembang ini. Dalam pesan singkatnya, sahabatku itu mengeluh karena saat dia ada kesempatan mengunjungi Bandung dan dalam waktu libur panjang, tidak ada satupun teman-temannya yang bisa menemaninya berlibur. Dia bercerita bahwa mamanya sedang berada di luar kota, dan adiknya lebih memilih menghabiskan weekendnya di Jakarta saja begitupun dengan teman-temannya yang entah keberadaannya. Aku yang memang tidak memiliki rencana pergi di weekend tersebut otomatis berkata padanya bahwa aku siap menjadi teman untuk menghabiskan liburannya. Dan setelah percakapan di Whatapps berakhir akupun kembali menyelesaikan aktivitasku hari itu.

DSCF7453
MILK IS ALWAYS A GOOD IDEA – WARUNG MASBOY

Selang beberapa jam setelah janji aku ucapkan, handphone-ku berdering, diujung telepon palatih wushu-ku memberitahu bahwa besok, hari jumat aku diharapkan untuk bisa hadir dalam acara penataran wasit juri wushu untuk persiapan penataran nasional yang kemungkinan akan diadakan tahun ini. dengan penuh rasa kecewa, akupun memberitahu sahabatku itu perihal acara dadakan tersebut.

            “Serius?”

            “Besok banget?” nada kecewa darinya masuk ke pesan whatapps ku.

            “Jadi gak bisa yah?”

            “Yaudah pulang lagi ke Jakarta deh kalo gitu.”

Aku yang belum menjawab pesan darinya tertawa kecil sambil membaca dan membayangkan ekspresi kecewa yang muncul dari wajahnya. Sambil tertawa kecil, aku membalas pesan tersebut dan berkata padanya bahwa aku tidak akan mungkin mengingkari janji yang sudah aku buat. Di dalam pesanpun aku menambahkan rencana yang akan aku lakukan apabila memang acara penataran tersebut dimulai lebih awal. Rencana itu tak lain adalah : KABUR! Di pesan balasan, hanya tulisan hahahaha saja yang aku baca.

Esok harinya, setelah sholat jumat selesai, aku segera mengunjungi tempat dimana acara penataran berlangsung. Setelah bergegas melakukan registrasi, aku mengirimkan pesan whatapss pada sahabatku itu untuk segera bersiap dan pergi.

            “Mau ketemu dimana?”

            “Pake mobil apa motor yah enaknya?”

            “Hujan gak sih?”

            “Inginya sih momotoran.”

            “Bentar, aku pulang dulu aja, liat situasi jalanan sekalian.” Jawaban singkatku.

masboy
Owner warung masboy

Sambil melakukan perjalanan pulang, aku mengirimkan pesan padanya bahwa menggunakan sepeda motor menurutku lebih baik daripada harus mengikuti kemacatan jalanan saat itu. Libur panjang membuat kota Bandung dipenuhi oleh kendaraan yang membuat jalanan menjadi sangat macet. Beberapa ruas jalan tampak tidak menunjukan pergerakan. Polantas terlihat sibuk mengatur kelancaran lalu lintas hampir di setiap tikungan ataupun perempatan jalan. Aku sendiri terpaksa harus memasuki celah-celah sempit diantara banyaknya mobil agar bisa mempercepat waktu sampaiku dirumah. Saat melihat hanphone sambil mengemudi, aku mendapatkan persetujuan darinya perihal menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi yang akan kami gunakan untuk mencari hiburan, lalu akupun membalas pesannya dan berkata bahwa aku akan tiba dirumahnya tepat 10 menit dari semenjak pesanku terkirim.

DSCF7434
Depan Warung Masboy

Langit kota Bandung sore itu benar-benar bersahabat. Setelah hujan turun pada saat sholat jumat selesai, langit menjadi sangat cerah. Aku berfikir bahwa hujan tidak akan turun lagi. Namun melihat kondisi ini bukan berarti aku tidak membawa perlengkapan anti hujan dalam bagasi motorku. Apa salahnya berjaga-jaga, pikirku. Sesampainya di rumah sahabatku itu, kami langsung bergegas pergi dan mengunjungi salah satu kedai susu yang ada di utara kota Bandung.

Motor mengarah ke daerah dago, dan kemudian belok sedikit ke jalan Tubagus ismail. Bermodalkan share location yang dikirimkan oleh sang empunya kedai, kamipun bergerak menuju lokasi tujuan. Ghina, sahabatku yang menjadi penunjuk arah, mencari lokasi tersebut dengan menggunakan maps google yang aku sendiri tidak pernah mempercayai keakuratan dari hasil directionnya. Benar saja, setelah mengikuti petunjuk arah berwarna biru yang terlihat jelas di layar hanphone, kami tersesat. Hanya jalan buntu yang kami temui dan kami tidak melihat adanya kedai susu yang dimaksud oleh maps google tersebut. Akupun kemudian memutar balikan arah motorku dan bertanya pada seorang juru parkir yang sedang asik berdiri. Melalui arahannya-lah kemudian aku kembali memacu tarikan gas motor dan belok ke sebuah jalan kecil yang hanya cukup untuk dilalui oleh sebuah mobil. Dan tidak jauh dari pintu gerbang gang tersebut, aku bisa melihat sebuah kedai kecil berwarna kuning bertuliskan warung mas boy.

DSCF7463
Seblak Holic

Pemilik warung susu ini bernama bang Hendry, Masboy menjadi nama panggung idolanya pada saat dia tergabung dalam sebuah unit kegiatan mahasiswa jaman dulu semasa kuliah. Sampai saat ini, nama masboy terus melekat pada dirinya, sampai-sampai kedai susunya ia namakan warung mas boy. Aku dan Ghina mengenalnya di UKM Listra (Lingkung Seni Tradisional), dan ia adalah Senior kami saat itu. Aku mengunjungi warungnya tersebut karena aku pernah berjanji untuk mendatangainya. Namun karena saat itu hujan terus mengguyur kota, maka terpakasa aku tunda lagi kedatanganku ke kedainya. Dan sekarang aku datang untuk memenuhi janjiku pada masboy.

DSCF7466
MAS BOY

Warung susu mas boy ini unik menurutku. Variant rasanya banyak dan membuatku pusing untuk memilih mana yang paling enak. Semua rasa yang ditawarkan merupakan rasa kesukaanku dan yang pasti semuanya dijamin enak untuk dicicipi. Namun, tidak mungkin untuk membeli semuanya karena itu akan menjadi hal yang mubazir. Saat sedang bingung memilih rasa, istri dari sang empunya warung memberiku saran untuk memilih rasa bengbeng. Menurutnya, rasa beng-beng merupakan salah satu rasa yang sangat di favoritkan oleh para pengunjung yang datang. Sebelum memberi keputusan, aku melihat kembali papan display yang berisikan tulisan menu dan kemudian yakin untuk memesan rasa bengbeng karena dalam daftar tersebut menu bengbeng memiliki tanda bintang yang artinya Recommended. Ghina memilih rasa green tea yang juga sama-sama merupakan rasa yang di rekomendasikan oleh sang empunya warung. Saat pesanan datang, tampaknya Ghina lebih menikmati keunikan rasa dari susu bercampur bengbeng milikku dibanding rasa green tea pilihannya. Akupun tertawa saat secara tidak sengaja aku memergoki sahabatku itu yang secara diam-diam meminum pesananku.

DSCF7442
Menu List

Menu utama warung mas boy ini sebenarnya adalah susu murni yang dicampur dengan variant rasa. Kedai susu ini memiliki semacam jargon yang berbunyi : NYUSU MASA KINI. Jargon itu sangat pas dengan konsep variant rasa yang banyak sehinga untuk menikmati susu itu tidak harus hanya murni atau dengan rasa standart yang banyak dijual di minimarket. Meskipun menu utamanya adalah susu, namun jangan khawatir karena warung ini juga menyediakan beberapa macam jenis cemilan khas kota Bandung, seperti seblak dan juga cireng serta basreng bumbu rujak. Berbekal rasa penasaran dan lapar akibat hujan yang mulai kembali turun, aku kemudian memesan cireng bumbu rujak satu porsi untuk menemaniku menikmati rintikan hujan tersebut. Paduan rasa cireng dan bumbu rujaknya yang pedas dan manis membuatku tidak rela apabila cemilan itu tidak segera aku habiskan. Masboy, dengan sabar menemani kami berbincang dan menjawab semua pertannyaanku mengenai bisnis yang sedang dijalankannya. Setelah cireng habis, kini giliran ususku yang meminta untuk diisi oleh seblak. Sambil menunggu hujan yang tidak kunjung berhenti, sepiring seblak rasa asam manis pun menemani suasana yang “manis tanpa asam” tersebut. Karena dirasa hujan tidak akan berhenti dalam waktu dekat, kamipun pamit kepada mas boy lalu menerobos derasnya hujan yang masih terus turun membasahi jalanan kota kembang Bandung.

Informasi warung mas boy : Jalan tubagus ismail dalam no 16. Bisa lewat Jln Sekeloa, bisa juga lewat jalan Tubagus Ismail. Akses paling dekat lewat Jalan Tubagus Ismail.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s