Dangerous Beautiful Beach : Sanggar !!

Sanggar Beach, Pesona tersembunyi Tulungagung

Alarm handphone-ku berbunyi tepat pukul 05.00. Entah mengapa, bukannya bangun, aku justru hanya mengerakan tanganku untuk mencari dan menekan tombol snooze dan kembali tidur. Selang beberapa menit kemudian, giliran alarm teman sekamarku yang berbunyi. Karena hari itu hari libur, terpaksa aku kembali mengerakan tanganku untuk mencari lokasi handphone tersebut lalu mematikannya.

            “bro, jadi kaga?”

            “bangun bro, bangun!!”

Teriakan teman sekamarku-lah yang kemudian berhasil membuatku terbangun hari itu. Saat melihat jam, aku terkejut karena jam sudah menunjukan pukul 09.00 Wib. terkejut kerena sehari sebelumnya aku sudah berjanji untuk liburan ke sebuah pantai yang berada di Tulungagung.

DSC06523
Sanggar Beach

Aku kemudian bergegas menuju kamar mandi dan bersiap untuk pergi. Tidak banyak persiapanku kali ini. karena memang aku berfikir bahwa pantai yang akan aku datangi adalah sebuah pantai yang sudah terkenal dan pasti akan sangat ramai oleh pengunjung. Segera aku mengambil handphone-ku untuk menghubungi salah satu teman yang bertugas menimjam sepeda motor.

            “Udah ada motornya?” sahutku ketika panggilanku dijawab.

            “tak kira ga jadi pergi!” balasnya.

            “Aih, kan sudah janji kemarin malam, ada kan motornya?”

            “ada ko ada, kapan mau diambil?”

            “sekarang aku kesana, eh kamu aja yang kesini bisa?” pintaku.

            “yaudah, aku siap-siap dulu, habis itu aku kesana, dan berangkat.” Jawabnya.

Teman yang bertugas meminjam motor adalah temanku yang juga akan ikut pergi ke Pantai. Namun karena kami berbeda tempat tinggal, maka aku percayakan urusan peminjaman sepeda motor padanya. Tidak butuh waktu lama baginya untuk sampai di depan tempat tinggalku lengkap dengan sepeda motor yang disewanya. Dan tidak butuh waktu lama juga bagi kami untuk bersiap dan lalu pergi menuju lokasi tujuan.

DSC06509
Jalur Tanah

Aku pergi bersama 4 orang sahabatku. Dengan menggunakan sepeda motor, kami bergerak melintasi jalanan kota Kediri yang mulai ramai. Karena tidak tahu arah, maka aku selalu membiarkan temanku untuk berada dibarisan depan sebagai penunjuk jalan. Suasana jalanan siang itu cukup cerah. Walaupun dari kejauhan awan hitam sudah mulai tampak. Perjalanan ke lokasi tujuan ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam dengan kecepatan 60-70 kilometer perjam. Sepanjang perjalanan menuju lokasi tujuan, aku dimanjakan kembali oleh perkebunan tebu dan juga jagung. Hampir sepanjang mata mamandang, perkebunan itu tidak pernah ada ujungnya. Belum lagi, sawah yang mulai menghijau disertai dengan beberapa kavling kolam ikan yang mulai terlihat sangat kontras dengan warna alam di sekitarnya. Pedagang durian dan buah-buahan segar sangat mudah dijumpai hampir disetiap kiri kanan jalan. Belum lagi penjual makanan berat banyak berjejeran dan saling berhimpitan.

DSC06501
Motor Modifikasi

Aku menemukan pemandangan unik begitu masuk ke kota Tulungagung. Kota ini dibatasi oleh sebuah sungai besar sehingga hanya jembatanlah yang merupakan sarana penghubung satu-satunya untuk dapat masuk ke kawasan kota tersebut. Pemandangan unik tersebut adalah sekelompok monyet yang sedang asik bermain ditiang-tiang jembatan, tanpa terganggu oleh kehadiran mobil dan motor yang melintasi jalan tersebut. Kejadian ini terkadang menjadi tontonan gratis pertunjukan monyet, sehingga tidak heran apabila banyak pengendara yang pada akhirnya memberi makanan kepada monyet-monyet tersebut. Tak heran apabila macet akan terjadi apabila banyak diantara pengendara yang dengan ikhlas membagi-bagikan makanan mereka pada monyet-monyet tersebut. Aku sendiri hanya bisa menyaksikan tingkah laku monyet yang nampak begitu bahagia ketika ada seorang pengendara mobil yang melempar sisa rotinya tepat dihadapan monyet tersebut.

DSC06576
Penyelamat Perut

Sesaat sebelum memasuki daerah pantai, aku dan keempat temanku menyempatkan diri untuk singgah terlebih dahulu disebuah warung makan untuk membeli nasi bungkus. Tujuannya tak lain untuk dibuka bersama saat sudah berada di pantai. Aku membeli 2 bungkus nasi putih dan juga kerupuk sebagai teman makan. Jangan heran, kami membeli nasi saja karena salah satu dari kami sudah menyiapkan lauk pauk yang sangat nikmat untuk kami nikmati nanti. Aku sempat heran mengapa kita tidak membeli makanan di warung-warung yang ada di lokasi tujuan. Namun rasa heranku kemudian mendapat penjelasan dari temanku yang sudah pernah ke pantai tersebut, bahwa ini adalah desa terakhir dimana penjual makanan masih tersedia, sehingga apabila sudah masuk ke lokasi pantai, penjual sangat jarang. Mendengar penjelasan tersebut, aku semakin antusias untuk segera sampai di pantai tersebut.DSC06704

Ekspektasiku terhadap pantai dengan informasi yang disampaikan tersebut kemudian muncul, dan akupun membayangkan bahwa pantai ini adalah pantai yang masih perawan, yang masih jarang dikunjungi banyak wisatawan, serta pantai yang masih alami, tidak seperti bayanganku pada saat sebelum perjalanan dimulai.

DCIM101GOPRO
Ombak Pantai Sanggar

Tiba di tempat tujuan, portal sederhana yang terbuat dari sebilah bamboo menghadang kami. Seorang wanita tua kemudian membukakan portal tersebut setelah salah satu temanku memasukan sejumlah uang sumbangan pemeliharaan lokasi ke sebuah kotak kayu sederhana. Jalan sempit yang hanya cukup dilalui oleh sebuah sepeda motor kemudian menjadi akses utama untuk masuk ke Pantai ini. jalanan sempit tersebut naik turun melintasi perbukitan. Terkadang aku berpapasan dengan para petani tebu atau pencari ilalang yang hilir mudik dengan menggunakan sepeda motor yang sudah di modifikasi. Semakin lama, jalur yang kulalui semakin menantang. Jalanan beton berubah menjadi jalanan tanah yang sangat licin. Seorang pengunjung yang sedang berjalan kaki kemudian berkata padaku untuk berhati-hati karena apabila hujan datang jalanan akan semakin sulit dan sepeda motor tidak mungkin bisa kembali ke pintu masuk utama. Mendengar informasi itu, akupun berdoa agar cuaca mendukung, sehingga kami dapat meninggalkan lokasi sebelum hujan turun.

DCIM101GOPRO
Teman Perjalanan

“Edaaan! Ini sih jalur offroad bro!” teriakku pada salah satu temanku yang sedang kesulitan mengontrol laju motornya karena jalanan tanah sangat licin. Akupun harus beberapa kali menahan tuas rem sekencang mungkin agar tidak terjatuh dari jalur sempit yeng terbentuk akibat pijakan banyak sepeda motor. Aku jadi tahu mengapa kebanyakan penduduk sekitar pantai ini memodifikasi motor mereka dengan gaya trail. Setalah melihat jalanan semakin buruk dan tidak mungkin lagi dapat dilalui oleh sepeda motor standar, akhirnya kamipun memarkirkan sepeda motor kami di sebuah kebun papaya. Setelah mendapatkan karcis parkir, kami harus berjalan kaki sejauh 600 meter untuk sampai di pantai tujuan.

DSC06517
Jalanan Lumpur Menuju Pantai

Seperti kebanyakan pantai di selatan Indonesia, pantai sanggar memiliki ombak yang lumayan besar menurutku. Deburan ombaknya terdengar sangat keras menghantam tebing karang yang ada disekelilingnya. Himbauan untuk tidak berenang di pantai menjadi satu-satunya informasi tanggap bencana yang ada di pantai ini. tidak ada satupun life guard di pantai ini. Hutan yang masih rimbun menutupi keindahan pantai yang terletak di selatan tulungagung ini. walupun sudah banyak berdiri warung, namun hanya ada satu saja yang buka, dan itupun hanya menjual makanan ringan semacam snack. Aku bersyukur karena rasa laparku bisa terhapus oleh bawaan makanan yang kami beli di desa terakhir sebelum masuk area pantai. Pantai ini berpasir putih. Walau sedikit bagiannya tertutup oleh batu lempeng yang terkikis oleh gelombang air laut. Panorama sepanjang pantai ini dapat menghipnotis siapa saja yang mengunjunginya. Aku memasang hammock sesaat setelah sampai di pantai ini. Setelah bermain air, makan siang, dan mengabadikan beberapa momen dan panorama alamnya, akupun tertidur di hammock yang bergelantung menghadap indahnya samudra hindia.

Advertisements

2 thoughts on “Dangerous Beautiful Beach : Sanggar !!

  1. Mantap lah brooo…hahaii fyi saya yang membuat perut anda tak kelaparan yah, dan maps nya tp saya juga yg tepar wkakka..tp semua akan jd cerita seru kita dan aku berharap masih akan ada cerita lain kita bersama sahabat!

  2. Assoooooy…. Even just met for a while… For me… I will always keep you all in my heart , because of you all, I have a new experience in my journey…. Thanks imam, deli, said and my beloved girl YOSSI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s