Moluccas ; Dont Die Before You Get To This Place

Maluku.

Berbicara mengenai Maluku mungkin tidak akan pernah ada habisnya dalam pikiranku. Betapa tidak, aku pernah menetap selama beberapa bulan di daerah itu. Beberapa bulan disana cukup untuk membuat pengalaman petualanganku bertambah. Memang aku tidak berkunjung ke Ambon atau Pulau Seram yang status ketenarannya sudah lebih dikenal di seantero Indonesia bahkan Dunia. Aku hanya tinggal di sebuah pulau kecil yang masuk dalam katagori remote area. Lokasi tempat tinggalku ini sangat terpencil dan mungkin sangat susah untuk di akses oleh banyak orang. Akan tetapi apabila berbicara soal keindahanya, aku berani membandingkannya dengan Pulau Bali yang sudah sangat terkenal di kalangan Mancanegara. Bisa mengunjungi Maluku merupakan hal yang tidak pernah terduga dalam hidupku. Bahkan aku sempat berulang kali menatap tidak percaya ketika aku sampai di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan tempat terakhir penerbanganku untuk bisa masuk ke lokasi penetapanku. Bahkan, sampai saat tulisan ini aku rawi, aku masih tidak percaya bahwa aku sudah kembali dari Maluku.

Screen Shot 2016-03-04 at 3.04.33 PM
Pelabuhan Pulau Moa

Aku pernah menceritakan beberapa destinasi yang pernah aku singgahi ketika aku berada di Maluku, khususnya Maluku Barat Daya. Bagaimana keindahan pulau perbatasan Liran, Bagaimana eksotismenya pulau kecil Luang, sampai bagaimana sulitnya keadaan Ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya di Pulau Moa. Bahkan, aku pernah membuat sebuah artikel mengenai do and don’t in pulau Wetar. Keindahan alam Maluku membuat siapa saja pasti sulit untuk melupakannya. Siapapun yang sudah pernah ke Maluku aku yakin setuju dengan sebuah slogan yang berbunyi : Jangan dulu mati sebelum ke Maluku.

Screen Shot 2016-03-04 at 3.08.24 PM
View Di Atas Gunung Botak – Wetar

Maluku barat daya, merupakan provinsi kepulauan yang berada diperairan laut banda yang kedalamannya mencapai 7 kilometer. Bayangkan, puncak gunung tertinggi di Indonesia saja adalah 4.884 Mdpl, yang berati kedalaman laut ini lebih dalam dari puncak gunung Cartenz apabila dibalikan bentuknya. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi apabila aku harus berenang di kedalaman laut tersebut. Warna laut yang lebih terlihat hitam pekat dengan gelombang yang besar bisa saja menelan kapal apapun yang sedang berlayar di permukaannya. Namun dibalik kedalaman laut tersebut, aku tidak memungkiri bahwa pemandangannya sangat luar biasa.

Screen Shot 2016-03-04 at 3.05.17 PM
Pantai Desa Tomliapat – Wetar

Suatu hari aku diberi kesampatan untuk melihat dan merasakan secara langsung bagaimana serunya saat melihat Paus yang sedang bermigrasi. Kejadian ini benar-benar aku alami ketika aku hendak keluar dari pulau tempatku menetap. Saat itu kapal perintis yang akan membawaku keluar dari pulau harus menjauh dari sekelompok Paus yang sedang bermigrasi. Banyaknya Paus dalam rombongan tersebut tidak diketahui, yang pasti sonar di anjungan kapal saat itu mendeteksi benda bergerak yang kemudian menurut kapten kapal itu adalah rombongan Paus. Lautan banda sendiri memang merupakan jalur bagi para penghuni lautan untuk berpindah tempat atau migrasi. Biasanya migrasi ini terjadi karena Paus khususnya mencari perairan yang labih hangat. Mungkin karena saat itu cuaca masuk musim hujan, jadi suhu di dalam lautan menurun menjadi lebih dingin, (entahlah). Di atas kapal, aku dengan jelas melihat semburan air yang keluar dari blowhole Paus tersebut. Namun kejadian itu tidak sempat aku abadikan karena mamang keterbatasan fasilitas dokumentasi yang aku bawa. Kejadian ini sungguh luar bisa untukku. Bisa melihat aktivitas laut secara langsung merupakan hal yang sangat langka dalam keseharianku.

Screen Shot 2016-03-04 at 3.08.42 PM
Perjalanan Darat Menuju Desa

Bicara mengenai pantai yang ada di sekitar Maluku, pasti akan membuat siapapun iri mendengarnya. Suatu ketika ketika aku secara tidak sengaja bertemu dengan teman kuliahku, dia mengatakan rasa irinya secara langsung padaku ketika ia melihat aku mem-posting sebuah pantai di akun media sosialku. Ia secara blak-blakan mencaciku atas keindahan pantai yang aku posting tersebut. Ia pun akhirnya berkata padaku bahwa biasanya ia akan langsung menekan tombol like atau love apabila muncul postinganku di timeline-nya, Namun semakin lama aku posting, rasa iri dia semakin menjadi-jadi dan alhasil ia pun berhenti untuk memberikan tombol like dan symbol love-nya. Dan akupun hanya tertawa mendengarnya. Memang aku sendiri sampai sekarang tidak bisa mengingkari bahwa hampir semua pantai yang aku datangi tidak ada yang kotor satupun. Gradasi warna yang menjelaskan kedalaman pantai tersebut dapat terlihat sangat jelas. Bahkan aku dapat dengan jelas melihat isi terumbu karang tanpa harus melakukan snorkling sekalipun. Cukup melihat dari atas sampan atau perahu saja, aku dapat puas melihat warna warni ikan berkeliaran disekelilingku. Apabila ingin makan ikan, tidak perlu repot-repot untuk mengambil jaring atau pencingan. Cukup ambil saringan kecil dan turun kira-kira sampai ketinggian air menutupi lutut, dan menyerok saringan tersebut, maka ikan pun akan di dapatkan. Ikan di perairan Maluku sangat melimpah. Bahkan pernah suatu hari saking banyaknya hasil tangkapan yang didapat, para nelayan harus mengubur hasil tangkapan mereka karena memang tidak ada lagi yang memakannya. Semua masyarakat satu pulau sudah mendapatkan bagian yang cukup banyak.

Screen Shot 2016-03-04 at 3.08.15 PM
Pantai Aimuralan – Wetar

Bukan cuma ikan saja yang melimpah keberadaannya. Perairan di Maluku menjadi tempat yang banyak dikunjungi oleh penyu. Tidak heran apabila pada akhirnya banyak masyarakat yang menangkap penyu untuk diolahmenjadi makanan yang sangat lezat. Selain Paus dan penyu, ikan yang banyak menemani perjalananku adalah lumba-lumba. Betapa tidak, hampir setiap pagi, aku melihat ikan cerdas ini bermain tidak jauh dari pantai. Ikan cerdas ini selalu nampak asik bermain setiap pagi sebelum air laut surut. Kebebasan ikan cerdas tersebut seolah menghipnotisku untuk tidak segera memalingkan pandanganku kepadanya. Mengingat semua kejadian saat masih berada di Maluku membuatku seakan baru saja keluar dari surga dunia. Aku tidak main-main dengan perkataanku ini. Maluku benar-benar manjadi surga dunia dengan pemandangan yang luarbiasa indahnya dan itu semua akan selalu terekam dalam memori otakku. Hari inipun, saat ada sebuah postingan mengenai lokasi wisata di Maluku yang muncul di Timeline Facebook ku, dengan bangga aku menegakan kepala dan membusungkan dada sambil berkata : Alhamdulillah, aku pernah sampai di tempat itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s