Unforgettable Moment – Speaking Class

“Kelas mister Elga bukan ini ?”

“Maaf mas, bener ini kelas mister Elga ?”

“Aduuuh. Kelas udah mulai belum sih ? mister Elga yang mana ya ?”

semua ucapan itu tiba-tiba melayang kepadaku, karena hari itu hanya aku satu-satunya manusia yang duduk diantara sekumpulan kursi kosong yang tergeletak tidak bertuan. Aku hanya bisa menggelengkan kepala ketika semua pertanyaan tersebut mengarah kepadaku. Aku sendiri dari tadi sedang menunggu kedatangan siswa lain yang mungkin satu kelas denganku. Dari daftar yang aku terima, jumlah siswa yang terdaftar di kelas mister Elga berjumlah kurang lebih 16 orang. Aku sendiri heran, karena jam belajar yang semestinya dimulai pukul 10.30 masih sangat sepi. Sedangkan kelas lain sudah ramai dan kelas sudah berjalan. Jam di arlojiku menunjukan pukul 10.50, namun jumlah siswa yang datang masih sama sebelumnya. Hanya ada 3 orang yang sedang menunggu dengan sabar bersamaku.

DSC05287
Speaking Class

aku masih belum mengenal siapapun di dalam kelasku ini. Oh iya, aku masuk dalam kelas Speaking 1, dimana kelas ini diperuntukan bagi siapa saja yang masih belajar untuk berbicara dalam bahasa inggris. Aku mengambil kelas ini karena aku ingin belajar lebih dalam untuk bisa berbicara dalam bahasa inggris. Selama menunggu, aku lebih fokus pada kelas sebelah yang sedang melakukan debat dengan menggunakan bahasa inggris. Aku terkagum-kagum dengan kefasihan mereka berbicara dalam bahasa inggris. Lamunanku seketika buyar ketika segerombolan anak datang dan langsung menempati beberapa bangku kosong yang tak jauh dari tempatku duduk. Dan disaat yang sama, mister Elga-pun datang dan membuka kelas yang dipimpinnya.

20160216_2440
Powder War

Program pertama yang diberikan oleh mister Elga adalah perkenalan. Seperti biasa, satu-satu dari kami memperkenalkan diri masing-masing dengan menggunakan bahasa inggris. Sialnya, aku mendapatkan giliran pertama untuk memperkenalkan diri. Bahasa inggrisku sungguh berantakan. Aku tidak tahu harus mengatakan apa tentang diriku. Mister Elga kemudian membantuku ketika aku mulai kebingungan untuk mengucapkan kata dalam bahasa inggris. Pertanyaan yang paling membuatku sedikit malu adalah dimana saat seseorang bertanya berapa usiaku. Dengan malu, aku mengatakan bahwa aku pasti menjadi orang yang paling tua yang ada di kelas ini. Mendengar pernyataanku tersebut, semua murid tertawa seketika.

DSC05411
Mister Elga in Action

Selanjutnya, perkenalan dilanjutkan kepada orang disampingku. Ada Miss Ani Suyono yang berasal dari kupang, beliau adalah seorang pengajar muda lulusan Indonesia Mengajar yang pernah ditempatkan disebuah desa terpencil. Miss Selly, wanita ini berasal dari Lampung, aku tidak tahu dimana tempat pastinya, yang jelas aku pernah berbincang dengannya mengenai beberapa tempat wisata di Lampung yang pernah aku kunjungi. Selanjutnya adalah Miss Arie yang bernama asli Iswari, dia adalah seorang wanita dengan gelar Master yang pernah bekerja di salah satu perusahaan rokok terkenal dunia dan juga sebagai staff di kementrian dalam negeri Indonesia. Miss Zunya yang berwajahkan sedikit arab, dia adalah seorang wanita yang masih berstatus mahasiswa di Universitas Airlangga Surabaya. Miss Mira Miranti yang selalu disebut Mirna oleh tutor, juga merupakan seorang mahasiswa jurusan ekonomi islam di salah satu universitas di Palembang.

DSC05311
ladies Speaking Class

Mister Indra dari semarang yang memiliki motivasi untuk tidak lagi gagal dalam test bahasa inggris saat melamar pekerjaan. Mister Faris dari ternate yang sekarang menetap di Jakarta dan masih berstatus sebagai mahasiswa. Miss Nur Halimah yang baru saja lulus dari kuliahnya di jurusan Kimia Universitas Airlangga Surabaya dan termotivasi untuk memperbaiki nilai Toefl-nya untuk mengejar beasiswa. Miss Ersa yang dikenal dengan nama “kokom” yang juga masih satu fakultas dan jurusan dengan Miss Mira. Miss Anindya yang lebih banyak diam saat materi berlangsung. Miss Andriani Astuti yang kemudian lebih dikenal dengan sebuatan Miss Ani 2. Miss Nadhira dari tangerang yang bercita-cita ingin menimba ilmu di Bali sebelum bekerja disebuah BUMN transportasi udara ternama Indonesia. Mister Ghani yang cuma ingin dipanggil dengan sebutan “Gone”. Mister Farid yang terkenal dengan sebutan “Mister Sleepy”.

DSC05427
Last Meeting

Mister Saleh yang juga masih satu rekan dengan Miss Mira dan Miss Kokom. Miss Farida yang pendiam. Miss Elvani, wanita dari garut yang berstatus mahasiswa semester 4 teknik konversi energi di Politeknik Negeri Bandung. Mister Danish yang tidak jelas informasinya karena dia sebenarnya tidak sempat mengikuti kelas Introduce Yourself,  jadi informasi tentangnya masih belum aku ketahui. Dan yang terakhir adalah Miss Riris yang bermuka asli jawa, namun sebenarnya ia adalah orang asli medan. Ohya, aku lupa memperkenalkan Tutorku yang bermana Mister Elga, selain menjadi tutor, mister Elga juga merangkap sebagai siswa yang sedang menimba ilmu di Kampung Inggris ini, aktivitasnya sangat padat, jadi jangan heran apabila setiap kali kelas berlangsung, mister Elga Nampak seperti orang yang kurang tidur.

DSC05299
Are You Ready ?

Perkenalanpun selesai dan suasana kelas kembali sunyi. Awal mula kami bertemu, suasana kelas sunyi dan masih tampak kaku. Kelas sendiri cenderung membosankan karena keaktifan muridnya bisa dibilang sangat kurang. Semua murid selalu terfokus pada setiap meteri yang diberikan oleh tutor. Aku sendiri tidak banyak bertanya pada teman baruku. Selain memang tidak ada yang perlu ditanyakan, memang tidak ada topik yang menarik untuk ditanyakan. Kelaspun kemudian berakhir dengan kekakuan. Hari-hari berikutnya, aku kembali masuk kelas seperti biasa. Setelah perkanalan di hari pertama berlangsung, lambat laun kelas mulai bersuara, mulai ramai dengan celotehan, dan juga mulai ribut apabila ada hal unik yang terjadi. Peraturan kelas mulai dibuat. Hukuman bagi yang melanggar mulai diberikan. Bedak menjadi senjata pamungkas yang digunakan tutor sebagai tanda hukuman dari peraturan yang kita langgar. Bedak juga-lah yang menjadi senjata andalan takkala kita menjadi seorang loser dari sebuah permainan. Suasana dikelas menjadi semakin bersahabat. Masing-masing dari kami tidak lagi canggung atau malu untuk berbicara satu sama lain, atau bahkan saling mengejek satu sama lain. Rasa persahabatan kami mulai terbentuk. Rasanya, program selama 2 minggu menjadi semakin tidak terasa. Waktu 2 minggu ibarat satu jam, sangat singkat sekali.

DSC05243
Final Test

Kebersamaan kami di kelas ini harus segera berakhir karena beberapa teman harus sudah kembali ke kampung halamannya. Beberapa teman harus segera meningkalkan Kampung Inggris ini karena memang mereka hanya mengambil program selama 2 minggu. Mereka umumnya datang untuk mengisi waktu libur semester mereka. Memang, kami tidak membuat sebuah acara perpisahan khusus untuk melepas teman yang akan kembali berjuang di kampusnya atau di kampung halamannya. Kami hanya sempat berkumpul disebuah rumah makan untuk kemudian membicarakan kesan dan masukan terhadap kelas dan tutor kami. Dan itu mungkin menjadi acara kumpul kami yang pertama dan yang terakhir. Aku sendiri memahami bahwa jika ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Rasanya waktu 2 minggu masih kurang cukup untuk bisa menganal satu sama lain, namun bukan berarti waktu 2 minggu ini tidak memberikan kesan yang istimewa bagi setiap orang didalamnya.

DSC05307
Tahan Tawa

Pada akhirnya waktulah yang mengaharuskan kami untuk segera berpisah. Untuk kembali melanjutkan tujuan masing-masing dan kembali melanjutkan perjuangan hidup yang mungkin sempat tertunda selama berada di Kampung Inggris ini. Dan pada akhirnya aku pun hanya bisa berkata : Selamat jalan dan selamat melanjutkan perjuangan kalian teman-teman. Ingat tujuan awalmu menuju kampung inggris ini. Ingat terus semua mimpi dan cita-cita kalian. Terima kasih telah menjadi teman baruku dalam waktu yang sangat singkat ini. Aku selalu berharap suatu saat kita dapat dipertemukan kembali dilain waktu dan kesempatan. Ingat tema speech kita di hari ketiga ? kalian masuk dalam list Unforgettable moment-ku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s