We Are Saigon Wariors

Saigon, Camp Lelaki Sejati Kampung Inggris.

Di journalku yang lalu, aku pernah menyebut nama Camp-ku ini. Selama berada di Pare, Kampung Inggris, aku hidup dan tinggal di sebuah asrama pria yang bernama Saigon Camp. Menurut pihak GE (Global English) tempat aku menimba ilmu, Saigon masuk dalam katagori VIP Camp. Aku masuk ke Saigon setelah seorang officer memberi tawaran padaku untuk pindah ke camp VIP. Memang ada penambahan biaya, namun tidak terlalu mahal untuk ukuran kantongku. Akupun menyetujui untuk menempati Camp Saigon. Aku tertarik pada Saigon karena menurut penjelasan dari officer tersebut, fasilitas di Saigon lebih baik daripada camp lainnya. Area Saigon sepenuhnya sudah memiliki jaringan Wifi yang bisa di akses hampir 24 jam. Hal itulah yang membuatku memutuskan untuk memilih Camp Saigon sebagai tempat tinggalku selama satu bulan ke depan.

DSC05363
Saigon Wariors Motto

Pertama kali aku masuk ke Camp ini, hal pertama yang aku lihat adalah keberadaan kamar kecilnya. Sudah menjadi kebiasaanku untuk mengecek kelayakan kamar kecil apabila harus tinggal dimanapun. Aku bukannya tidak bisa tinggal dimanapun, akantetapi kelayakan sebuah kamar kecil menurutku adalah sebuah keharusan. Biasanya aku menilai kebersihan penghuni sebuah tempat dari bersih atau tidaknya sebuah kamar kecil. Terlebih Camp ini adalah sebuah asrama, dimana pasti banyak orang dari berbagai wilayah dan juga berbagai karakter yang menempatinya. Setelah urusan kamar mandi ini selesai, akupun kemudian mencek kamar tidur yang nantinya akan aku gunakan sebagai tempatku melepas lelah. Aku tidak banyak memilih dalam urusan kamar tidur. Karena bagiku, kamar tidur tidak sama dengan kamar mandi. Tidak ada unsur privasi didalamnya. Dan setelah penjaga menunjukan letak kamar tidurku, akupun segera memasukan semua barang bawaanku kedalam sebuah lemari yang tergantung di dinding kamar. Mulai satu bulan ke depan, aku akan berbagi kasur dengan rekan kerjaku yang pernah aku ceritakan sebelumnya.

DSC05364
Punishment Board

Malam pertama di Saigon, tidak banyak perubahan yang terjadi padaku. Seperti biasa, masing-masing penghuni saling berkenalan satu sama lain dan juga saling menanyakan pekerjaan serta latar belakangnya. Dari mulai tujuan mengunjungi kampung inggris, sampai tujuan terselubung lainnya saling kami diutarakan. Beragam suku bangsa dan daerah saling berkumpul dan berbincang serta berusaha untuk menjalin sebuah persahabatan yang baru. Mulai dari yang baru lulus SMA,

DSC05336
Old Member

Freshgraduate perguruan tinggi, sampai mereka yang sudah bekerja melanglang buana tidak canggung untuk saling berbagi pengalamannya. Malam itu suasana di Camp Saigon lebih menyerupai sebuah kelas berisi orang-orang baru dengan tujuan yang berbeda. Semakin malam, kamar-kamar yang ada di Camp ini lambat laun mulai terisi. Suasana Camp semakin ramai dengan kedatangan orang-orang baru.

Jam menunjukan pukul 04.30 WIB, saat bunyi speaker di lobby asrama berbunyi dan memanggil para member baru Camp. Sontak akupun langsung terbangun karena suara dari speaker itu sangat kencang sekali. Semua anak lama yang menempati Camp ini berbondong-bondong menuju tempat wudhu dan melakukan sholat berjamaah. Suasana di luar kamar langsung mirip sebuah pasar tradisional. Para member baru yang masih tertidur dibangunkan dengan paksa oleh para member lama. Ini bukan sebuah bentuk perpeloncoan,

DSC05324
Aula Camp

tetapi sebagai awal mula dimulainya program Camp yang harus ditaati dan diikuti oleh semua member, baik lama ataupun baru, dan tanpa terkecuali. Setelah melakukan sholat berjamaah, baik member lama dan member baru semua berkumpul di aula Camp yang terletak di lantai dasar. Setelah semua berkumpul, seorang pembicara langsung hadir dan menyapa seluruh member baru. Kami semua sebagai member baru langsung menjawab setiap pertanyaan yang ditanyakan oleh speakers tersebut. Rupanya, pagi hari ini para member baru akan diberikan suatu pengetahuan tentang segala aturan yang harus ditaati di Camp ini. Selain tentunya menjadi ajang untuk perkenalan diri, program pagi ini pun digunakan untuk mengenalkan kampung inggris secara keseluruhan pada setiap member baru. Di Camp Saigon, ada aturan dasar yang harus ditaati oleh setiap membernya. Aturan itu salah satunya adalah keberlangsungan English Area yang terus dijaga sampai sekarang. English Area adalah sebuah aturan yang mengharuskan setiap member berbicara bahasa inggris apabila berada di dalamnya. Tidak peduli masih belajar atau tidak, intinya siapapun yang berada di kawasan ini otomatis harus taat pada aturan. Aturan ini justru membuatku semakin terpacu untuk terus berbicara dalam bahasa inggris. Walaupun aku menyadari terkadang pengucapannku salah, namun bukan berarti aku harus tidak taat pada aturan tersebut. Justru karena aturan inilah yang memotivasiku untuk terus memperbaiki setiap kata dan kalimat dalam bahasa inggrisku.

DSC05339
Saigon Wariors

Aturan lainnya yang tidak kalah menarik adalah keharusan bangun pagi dan mengikuti program pagi di Camp. Bangun pagi merupakan hal yang mustahil aku lakukan setiap kali aku berada di kota asalku. Namun, di Camp ini siapun itu tanpa terkecuali harus bisa bangun pagi dan mengikuti program tersebut. Apabila tidak siap, maka semua member Camp Saigon akan dengan senang hati meminta yang bersangkutan untuk meninggalkan Camp secara tidak hormat. Di Camp ini, semua memiliki peran dan posisi yang sama rata. Tidak ada perbedaan status ataupun derajat sosial. Siapapun harus taat pada aturan yang sudah lama dijaga dan terus diperbaharui. Tujuannya sebenarnnya sangat baik, yaitu membuat kami menjadi lebih disiplin dan tidak seenaknya sendiri.

DSC05365
Rest From Lesson

Camp Saigon menyebut semua membernya dengan sebutan Wariors. We are Saigon Wariors Wariors memiliki motto yang sangat hebat. Dicipline, Respect, and Togetherness menjadi motto yang selalu kami junjung tinggi. Disiplin mengajarkan kami untuk selalu berusaha melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab yang telah kami emban. Respect mengajarkan kami untuk bisa saling memahami dan membantu satu sama lain, baik itu sesama member atau dengan orang lain disekitar kami. Sedangkan Togetherness mengajarkan kami untuk selalu bersama dalam keadaan apapun, baik sedih ataupun senang. Aku kemudian berterima kasih karena telah dipertemukan dengan semua member yang ada di Camp ini. Setiap hari ikatan kekeluargaan kami semakin meningkat dan semakin terjalin. Rasa persahabatan kami muncul seiring dengan setiap program yang kami jalani bersama. Dan aku kemudian setuju bahwa motto Dicipline, Respect, Togetherness adalah motto bagi mereka yang menyebutkan dirinya sebagai lelaku sejati. Same Like Me !!

Yeah, We Are Saigon Wariors..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s