Night at Cikapundung Riverspot – Bandung

Cikapundung Riverspot Bandung

Siang itu seorang sahabat dekat mengirim pesan whatsapps ke handphone ku. Aku masih duduk di depan leptop saat kemudian teman dekatku berkata bahwa dia sedang berada di Bandung. Akupun segera membalasnya dan berkata bahwa aku juga sedang berada di Bandung. Memang aku pernah berjanji untuk mentraktirnya jika dia pulang ke Bandung. Janji itu pernah aku katakan ketika tidak lama setelah aku kembali ke tanah jawa, selepas dari tugas pendampinganku di Maluku.

Ghina, begitulah nama sahabatku ini. Dia adalah salah seorang sahabat dekatku saat aku masih duduk di bangku kuliah. Kita bertemu di sebuah unit kegiatan mahasiswa di kampus. Karena sama-sama aktif dalam unit tersebut, akhirnya sampai sekarang persahabatan kami pun terus terjalin. Akan tetapi, selepas lulus kuliah, sahabatku ini mendapatkan kerja di Jakarta. Oleh karena itu, apabila aku ada kesempatan ke Jakarta, kami selalu membuat janji untuk bertemu.

7-8 Feb 2016_1907
Air mancur disco

Dalam pesan whatsapps, kami berjanji untuk bertemu pada sore hari. Namun karena sore itu aku masih ada urusan, maka aku berkata padanya bahwa kita bisa bertemu dari malam hari sampai subuh. Entah bagaimana maksudnya, yang pasti pada saat malam sampai subuh, disitulah jam kosongku berada. akhirnya kami berjanji untuk bertemu tepat jam 19.00. tempatnya belum pasti, dan aku akan memberi kabar lanjutan mengenai tempat untuk bertemu. Karena seorang teman juga mengajakku bertemu, maka aku memutuskan untuk bertemu ghina di toko tempat aku biasa berkumpul dengan teman-teman.

Ghina datang tepat jam 20.30. karena sore itu hujan, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan mobil yang dipakai olehnya. Sesuai janjiku, aku mengajak ghina makan terlebih dahulu. Maksudnya untuk membayar janji traktir yang pernah aku ucapkan sebelumnya. Setelah makan selesai, kamipun berencana untuk ngobrol sambil duduk-duduk santai disebuah tempat yang nyaman. Mobil pun meluncur kearah pasir kaliki, namun sayang, tempat yang akan kami kunjungi sudah hampir tutup. Oleh karena itu kami memutuskan untuk mencari tempat lain. Mobil langsung meluncur ke kawasan asia afrika. Ini karena ghina ingin melihat sebuah tempat yang sedang hits. Akupun langsung mengarahkan mobil ke kawasan yang dimaksud olehnya.

IMG_1710
Quotes Bandung

Cikapundung riverspot, itulah nama taman yang sempat booming keberadaannya, setelah lagi-lagi pak walikota Bandung, Ridwan Kamil, merehab total kawasan ini. Sungai cikapundung pada jaman dahulu sangat kotor, banyak sampah hanyut terbawa derasnya aliran sungai. Sampah terbawa hanyut dari hulunya. Semenjak kepemimpinan Ridwan kamil, kawasan ini dipercantik dan direnovasi besar-besaran. Pembangunan kawasan ini dimulai pada saat kota Bandung akan memperingati hari konferensi Asia Afrika pada tanggal 18 – 24 april 2015 tahun lalu. Konferensi Asia Afrika sendiri digagas oleh perdana menteri Indonesia saat itu, yaitu Ali sastroamijojo dan diresmikan oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno pada tahun 1955. Hasil konfrensi ini adalah Dasasila Bandung.

Taman Cikapundung sendiri pada awalnya adalah taman biasa di tepian sungai yang diubah menjadi tempat parkir bagi pengunjung kawasan pertokoan di sekitar jalan braga dan jalan ABC. Keberadaan pedagang kaki lima dan juga pedagang stempel membuat lokasi taman ini sangat tidak terawat. Hanya mecet oleh kendaraan yang datang dan parkir yang sering terjadi di kawasan ini.

IMG_1716
Cikapundung Riverspot

Akan tetapi, bukan Ridwan Kamil namanya jika tak punya solusi untuk mengatasi hal ini. Acara besar kelas dunia menjadi titik balik dimana kota Bandung benar-benar dipercantik. Semua kawasan yang berada disekitar Gedung Merdeka tidak luput dari renovasi. Demikian halnya dengan taman Cikapundung ini. Taman Cikapundung sendiri berada tepat di jalan Cikapundung Timur. Bersebelahan dengan gedung PLN kota bandung, taman ini berada tepat ditepian sungai. Sekilas, pengunjung yang datang tidak akan menyangka bila taman ini begitu indah dan menyerupai taman-taman yang ada di luar negeri. Di taman ini dibuat sebuah airmancur buatan yang akan menari-nari mengikuti alunan lagu yang keluar dari speaker yang tertanam dibatuan granitnya. Selain itu juga, bangku taman yang berwarna merah menyala banyak tersedia dan dapat digunakan oleh pengunjung untuk duduk bersantai sambil menikmati tarian air mancur tersebut. Di samping bangku-bangku itupun terdapat sebuah kolam ikan dengan bentuk yang unik. Pengunjung bisa menikmati ikan hias yang asik berenang di kolam tersebut. Namun, jangan berniat untuk mengganggu keberadaan ikan-ikan tersebut, karena sanksi publik di kota kembang ini sangat dahsyat efeknya. Sepanjang jalan cikapundung timur sendiri sekarang dijadikan area bebas kendaraan. Jalan yang berlapiskan batu andesit tersebut saat ini hanya diperuntukan bagi pejalan kaki saja. Maka tidak heran jika semakin malam, area sepanjang jalan Asia afrika sampai jalan Cikapundung selalu ramai dikunjungi oleh banyak wisatawan.

7-8 Feb 2016_9239
in front of ancient building

Untuk urusan fasilitas umum khususnya, aku tidak melihat keberadaan toilet umum tersedia disana. meskipun tempat parkir sangat banyak tersedia, namun lagi-lagi tidak ada tempat parkir khusus seperti halnya gedung parkir yang dimiliki oleh Masjid Agung Provinsi Jawa Barat. Tempat parkir yang digunakan adalah parkir di bahu jalan, sehingga apabila pengunjung sangat ramai, maka tak heran kemacetan pun akan muncul. Di Taman Cikapundung Riverspot ini terkesan minim sekali papan informasi, baik himbauan ataupun anjuran. Tidak seperti taman Lansia yang pernah aku kunjungi sebelumnya, papan informasi disini tidak begitu banyak dan mencolok. Beberapa larangan seperti buang sampah pada tempatnya, atau kawasan bebas asap rokok masih belum tersedia. Aku hanya melihat sebuah spanduk besar yang tergantung pada bangunan tua yang berisikan informasi bahwa tempat ini bernama Cikapundung Riverspot. Informasi lainnya tidak bisa kutemukan di taman ini.

7-8 Feb 2016_7300
Sign ALUN ALUN BANDUNG

Jalan sedikit keaarah jalan asia afrika, aku terkesima pada sebuah jembatan penyebrangan yang didesain menyerupai rumah tempo dulu; rumah antik jaman kolonial. Dindingnya terbuat dari fiberglass berwarna putih dengan tulisan yang mempesona terpampang disetiap sisi dindingnya. Tulisan itu merupakan sebuah quotes unik yang diberikan oleh orang tersohor yang pernah tinggal di bandung. Namun, aku menyayangkan fungsi dari jembatan penyebrangan tersebut. Pada dasarnya jembatan penyebrangan itu dibuat dan digunakan sebagai fasilitas penyebrangan agar para penggunanya selamat dari kecelakaan. Namun yang terjadi adalah, jembatan penyebrangan tersebut hanya digunakan untuk berfoto ria tanpa mempedulikan kendaraan yang melaju di jalanan tersebut. Selain itu juga, pintu masuk ke jembatan itu lebih sering terkunci sehingga tidak dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Aku kemudian berfikir, apakah jembatan ini hanya digunakan sebagai background foto saja? Gemerlap lampu di sepanjang jalannan tersebut sangat indah dan tersusun rapi. Lagi-lagi pengunjung akan merasakan atmosfer yang beda saat berada disana. Suasana begitu romastis, sehingga kawasan ini sangat cocok digunakan sebagai tempat memadu kasih. Tidak heran apabila banyak muda-mudi berpasangan yang datang untuk berfoto bersama di kawasan ini.

IMG_1711
Quotes From M.A.W Brouwer

Aku benar-benar kagum dengan pembangunan kota bandung saat ini. Penobatan kota bandung sebagai kota terbaik dunia pun aku rasa sangat layak diberikan. Pembangunan pesat kota bandung seakan membuktikan pada mata dunia bahwa Bandung bisa menjadi kota yang cantik dan indah. kami pun menikmati suasana malam di bangku Taman Cikapundung Riverspot sambil menenggak sebotol nescafe dingin yang kami beli dari sebuah minimarket. Selamat pagi Bandung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s