TAMAN LANSIA – BANDUNG

Taman Lansia

Pagi hari itu, jalanan di Kota Bandung cukup padat. Aku baru merasakan kembali padatnya hiruk-pikuk kota setelah lama tidak berada di kota Bandung. Aku tidak menyangka, suasana pagi ini terasa sangat riuh sekali. Anak sekolah, pekerja kantoran dan beberapa masyarakat saling berebut untuk menjadi yang terdepan dikerasnya jalanan kota.

Entah mengapa, terbesit dalam pikiranku untuk mengunjungi sebuah taman yang pernah ramai dibicarakan seantero kota pada beberapa tahun silam. Taman ini kemudian direnovasi kembali pada saat pemerintahan ridwan kamil. Aku merasa bangga dengan kepemimpinan walikota saat ini. Betapa tidak, programnya meningkatkan happiness index masyarakat Bandung dibuktikan dengan terus mempercantik tempat-tempat wisata di kota ini, tak terkecuali taman.

IMG_1639
Taman Lansia

Taman yang aku maksud adalah taman lansia. Taman ini berada tepat di samping kantor gubernur jawa barat. Tidak jauh dari masjid Pusdai Bandung dan juga pusat jajanan jalan cisangkuy. Taman ini sebetulnya sudah ada sejak tahun 1995 silam. Aku tidak tahu kapan resminya taman ini dibangun, yang pasti pada tahun 1995 adalah pertama kalinya aku datang ke taman ini. Namun, kondisi pada tahun 1995 saat itu tidak tidak sebagus saat ini. Konon pada jaman dahulu, Taman lansia, atau singkatan dari taman lanjut usia memang merupakan taman dimana waktu itu banyak berkumpul para lansia. Aku juga tidak mengerti bagaimana asal muasal nama taman tersebut lahir, yang pasti sampai sekarang taman tersebut terkenal dengan taman lansia.

IMG_1650
Fasilitas WiFi

Karena ini kali kedua aku mengunjungi taman tersebut, aku benar-banar terkesima dengan apa yang telah dibangun oleh sang walikota. Mengapa tidak, taman ini yang dulunya ramai oleh PKL dan juga gelandangan disulap menjadi taman yang bersih, dan juga indah terbebas dari PKL dan gelandangan kota. Dahulu ditaman ini aku sering menemukan bangunan-bangunan liar yang terbuat dari kardus dan triplex tepat di aliran sungai yang membelah taman. Bangunan itu taklain adalah rumah tinggal pada tunawisma kota. Dahulu, aku melihat aliran sungai di taman ini sangat kotor. Sampah sungai lebih banyak dari pada aliran airnya. Ini membuat sungai mengeluarkan aroma yang sangat tidak sedap dicium. Rasanya, jaman dulu aku merasa malas jika harus berkunjung ke taman ini. Membayangkannya saja sudah membuat kepala pusing, apalagi harus bermain di sekitaran taman.

IMG_1647
Perpustakaan Mini

Suasana taman sekarang berbeda jauh dengan dahulu. Aku merasa sangat betah untuk berlama-lama diam di taman ini. Bukan tanpa alasan, selain sudah rapi, sungaipun bersih. Fasilitas umum yang dibuat untuk memanjakan pengunjung juga terbilang sangat lengkap. Hampir setiap sudut aku melihat adanya plang-plang jaringan wifi yang disediakan secara gratis oleh pemerintah kota untuk masyarakat yang berkunjung ke taman ini. Bangku taman pun banyak disediakan oleh pemerintah kota sebagai fasilitas pendukung bagi siapa saja yang lelah berjalan. Di taman ini, ada sebuah jalur kecil berukuran kurang lebih satu meter mengelilingi taman. Jalur yang beralaskan keramik tegel ini diperuntukan bagi pengunjung untuk berjalan santai mengelilingi taman, namun ada juga yang menggunakanya untuk berlari. Kesejukan taman ini tidak lepas dari peran pohon-pohon besar yang masih terjaga kerimbunannya. Selain itu, setiap lahan kosong ditamani beberapa jenis rumput atau tanaman kecil berwarna-warni sehingga lebih mempercantik kawasan. Aku kemudian tertawa kecil pada saat melihat beberapa plang himbauan berbahasa sunda yang terbilang lucu dan jenaka. Kata-kata dalam bahasa sunda dirangkai sehingga menjadi sebuah kalimat dengan nada larangan, namun tetap bersahabat. Misalkan saja tulisan himbauan : “nyaah yuu, tong nyampah” (sayang yuu, jangan membuang sampah), terkesan lucu, namun menurutku kalimat ini bermakna ajakan dan harus dipatuhi. Gaya lelucon tulisan-tulisan sunda yang banyak menghiasi beberapa sudut di taman ini membuatku teringat akan sosok sang walikota yang memang unik dan jenaka. Banyak celotehan-celotehan yang ia buat di media sosialnya yang pasti akan membuat siapa saja tertawa jika membacanya.

IMG_1654
Himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan

Ohya, ditaman ini juga dilengkapi dengan danau buatan yang baru saja diresmikan oleh sang walikota sendiri. Danau retensi ini memiliki luas lebih dari 1500 meter persegi untuk danau pertama, dan 600 meter persegi untuk danau kedua. Selain danau buatan yang berfungsi sebagai penampung air saat hujan tiba dan sarana untuk mereduksi banjir, di taman ini juga baru dibangun sebuah perpustakaan mini yang rencananya akan mengoleksi berbagai macam buku bacaan. Keberadaan toilet juga tersedia, sehingga tidak perlu repot untuk mencari kamar kecil pada saat sedang beraktifitas di taman ini. Sementara, aku masih ragu akan keberadaan fasilitas parkir yang diperuntukan khusus untuk pengunjung taman. Aku tidak melihat adanya kawasan parkir khusus karena tempat parker yang ada adalah tempat parkir di bahu jalan. Sayang rasanya jika keredaan sarana parkir ini tidak dibuat, sebab apabila pengunjung taman sedang ramai, otomatis aktifitas parkir akan menganggu para pengguna jalan sehingga akan menimbulkan kemacetan.

IMG_1651
Danau Retensi

Secara keseluruhan, aku merekomendasikan siapa saja untuk datang dan berkunjung ke taman ini. Taman ini cocok bagi siapa saja yang ingin menghabiskan waktu untuk bersantai sambil menikmati udara segar. Bagi anak muda, jangan tertipu dengan sebutan lansia, karena pengunjung taman ini tidak melulu orang lanjut usia. Aku sendiri melihat seorang wanita muda sedang berolahraga, namun sayang aku tidak punya keberanian untuk menyapanya. Lol.

Advertisements

One thought on “TAMAN LANSIA – BANDUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s