Do and don’t at Wetar Island

Pertama kali masuk ke Pulau Wetar memang membuat saya cemas. Hampir semua masyarakat yang saya temui berbicara mengenai hal-hal negatif dan buruk yang ada di pulau itu. Sekarang, sudah hampir 5 bulan berjalan saya berada di Pulau Kepala Ular ini. Ada beberapa hal-hal yang saya pelajari dan amati selama berada di sana. Melalui tulisan ini, saya akan menjabarkan beberapa hal yang sebaiknya dilakukan, dan hal yang sebaiknya tidak dilakukan.

 

ritual sopi

Hal yang sebaiknya dilakukan :

1. Bawa makanan dan cemilan secukupnya untuk berada di lokasi

Pulau Wetar bisa dibilang masih dalam ketertinggalan. Tidak banyak penjual makanan disini. Harga cemilan bisa melambung tinggi dari harga normal di perkotaan. Jadi alangkah baiknya mambawa makanan atau cemilan, minimal bahan mentah untuk bisa dimasak disini.

2. Minumlah sedikit SOPI sebagai penghormatan kepada masyarakat

Sopi sudah menjadi hal yang umum dihampir semua desa yang ada di Pulau Wetar. Penjamuan untuk tamu, atau orang-orang yang dianggap penting biasanya akan disuguhkan sopi sebagai minuman pembuka dan persaudaraan. Jangan sekali-kali menolak untuk menimumnya, karena menolak menimum sopi berarti menolak juga untuk mengikat rasa persahabatan. Apabila memang tidak minum, alangkah baiknya kita ikut mengangkat gelas dan menempelkan sedikit atau berpura-pura minum kemudian berkata jujur bahwa kita tidak bisa minum walau sedikitpun.

3. Menyapa setiap orang tua atau siapa saja yang bertemu.

Sapaan dan senyuman ringan disaat bertemu atau dipagi hari merupakan hal yang sangat ditunggu oleh masyarakat di pulau ini. Jangan sungkan untuk menyapa terlebih dahulu, karena sebetulnya mereka ingin sekali menyapa pendatang lebih dulu, namun rasa malu hati mereka tinggi karena keterbatasan bahasa yang mereka kuasai. Bahasa keseharian mereka adalah bahasa lokal, sehingga mereka sulit untuk berbicara bahasa Indonesia sekalipun.

4. Bawalah alat keselamatan diri saat turun dari kapal.

Beberapa daerah di Pulau Wetar masih belum memiliki dermaga tempat singgah kapal. Beberapa kapal terutama kapal perintis akan berlabuh di tengah lautan yang kemudian penumpang akan dijemput oleh kapal-kapal jolor milik penduduk. Tarif kapal ini tidak dipatok, jadi selalu sediakan yang kecil minimal Rp.20.000. Berada dilaut lepas saat bongkar muat penumpang bukan tanpa resiko. Gelombang laut bisa saja datang tiba-tiba pada saat itu, jadi sebaiknya minimal bawa pelampung sebagai alat perlingdungan diri jikalau sewaktu-waktu ada gelombang besar.

 

dermaga apung wetar timur

5. Masuklah pada saat musim teduh.

Di Pulau Wetar, istilah angin barat dan angin timur masih menjadi hambatan. Disaat musim barat, bearti beberapa daerah akan terisolasi karena gelombang laut yang sangat ganas. Sebaliknya, pada saat musim timur kita bisa memasuki pulau ini karena biasanya kapal-kapal perintispun akan masuk pulau. Waktu yang bagus untuk masuk Pulau Wetar adalah bulan April sampai November, karena selain gelombang laut masih bersahabat, kapal-kapal peritispun beroprasi dengan normal. Jangan harap akan mendapatkan kemudahan tranportasi apabila musim barat datang.

6. Bawalah obat obatan secukupnya.

Sarana dan prasarana kesehatan di Pulau Wetar ini masih sangat terbatas. Puskesmas yang ada terkadang tidak memiliki staf medis. Obat-obatan merupakan barang yang sangat langka disini. Kalaupun ada variannya tidak banyak dan harganya sangat mahal. Obat-obatan biasanya dipasok dari kapal dagang Makasar yang terkadang menjual obat yang sudah kadaluarsa. Rumah sakit terdekat ada di Pulau Kisar yang membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan menggunakan speedboat, jadi alangkah bijak jika obat-obatan generik untuk P3K bisa ikut serta dalam kantong.

7. Bawalah Anti Nyamuk secukupnya.

Pulau Wetar khusunya dan Pulau Pulau di Maluku pada umumnya adalah pulau dimana malaria menjadi penyakin endemik. Hampir setiap tahunnya malaria berhasil membuat nyawa hilang percuma. Anti nyamuk dan obat pencegah malaria sebalum masuk lokasi wajib hukumya.

8. Ikuti pola dan kebiasaan warga lokal untuk mencegah malaria.

Pola hidup masyarakat lokal memang menjadi panutan untuk bisa diikuti guna mencegah kita dari berbagai penyakit terutama malaria. Ikuti pola makan mereka, pola istirahat mereka, dan pola mereka beraktivitas. Warga lokal lebih mengenal malaria, sehingga dengan mengikuti pola hidup mereka, tubuh kita akan dengan sendirinya menjadi kebal terhadap penyakit tersebut.

Hal yang sebaiknya tidak dilakukan :

1. Jangan pernah berjalan sendirian apalagi malam hari.

Pulau Wetar masih sangat mistis. Belum banyak penerangan masuk karena menang tidak ada aliran listrik. Jalan yang ada masih jalanan hutan yang lebat dan banyak ular berbisa. Isu kamolang (orang hutan) yang berbahaya masih melekat kental di pulau ini. Sehingga sangat tidak disarankan untuk keluar malam apabila tidak ada kepentingan. Namun apabila perlu, mintalah penduduk lokal untuk menemani.

 

pulau wetar dari atas perahu jolor

2. Jangan menolak ajakan makan

Makan bersama merupakan sebuah kehormatan bagi siapa saja yang mengajak tamu makan. Pengunjung pasti akan kaget apabila setiap rumah pasti mengajak makan pada saat waktu yang bersamaan. Jangan pernah menolak ajakan tersebut karena itu sama saja menolak mereka untuk berteman. Jadi alangkah lebih baik menyediakan sedikit ruangan pada perut apabila berkunjung ke Pulau Wetar. Makan sedikit saja menjadi lebih bijak daripada tidak makan sama sekali.

3. Jangan membicarakan uang berlebihan pada masyarakat.

Masyarakat di Pulau Wetar memang hidup dalam keterbatasan, namun sifat mereka yang tidak ingin merepotkan pengunjung justru membuat masyarakat di pulau ini nampak bahagia. Keterbatasan bukan melulu menjadikan mereka mengemis akan uang. Meskipun mereka membutuhkan uang, namun biasanya mereka tidak memasang tarif untuk jasa-jasa mereka. Bahkan, jiga dirasa tidak memberatkan mereka akan menolak pemberian uang dari kita. Keramahan masyarakat Pulau Wetar membuat seakan uang tidak berharga disini. Sebaiknya berilah upah yang pantas apabila ingin memberi uang.

4. Jangan datang apabila waktu cuti mepet

Masuk ke Pulau Wetar memang perlu waktu khusus. Keterbatasan transportasi membuat waktu untuk masuk ke pulau ini tidak bisa diatur oleh diri sendiri. Sebenarnya bisa saja masuk dengan menggunakan kapal carter, namun biaya yang membengkak akan menjadi kendala. Memasuki Pulau Wetar harus mengikuti aturan jadwal kapal perintis. Kapal ini masuk setiap 2 minggu satu kali, atau minimal dalam waktu 12 hari, itupun rutenya harus mengikuti rute kapal yang ada. Jadi, siap siap meluangkan waktu minimal 2 minggu 4 hari untuk bisa kembali dengan kapal perintis ke lokasi keberangkatan awal.

 

pulau wetar terlihat dari barat

5. Jangan mengeluarkan peralatan canggih yang berlebihan

Keterbatasan dan kemiskinan membuat masyarakat di Pulau Wetar selalu penasaran dengan barang-barang canggih terutama gadget yang dibawa oleh pengunjung. Jangan heran apabila pemutar video seperti ipod atauh bahkan iphone pun mereka teliti dengan cermat. Mencoba mengoprasikannya merupakan kebanggaan bagi mereka. Jadi siap-siap gadget-gadget mewah akan menjadi rebutan setiap masyarakat yang kita beri pinjam.

Itulah hal-hal umum yang mungkin bisa membantu siapa saja yang ingin masuk ke Pulau Wetar. Pulau kecil nan kaya ini masih perlu perhatian khusus karena sampai saat tulisan ini dibuat, kemiskinan dan keterbelakangan masyaraktnya sangat terlihat. Hampir semua akses kemudahan belum bisa dirasakan masyarakat. Persiapan memasuki abad sebelum masehi, bahkan kebali ke jaman batu harus siap-siap diterima. Untuk itu, persiapan matang perlu dilakukan sebelum memasuki pulau terdepan NKRI ini.

Berikut saya berikan informasi transportasi dan biaya yang harus dibayar untuk sampai ke Pulau Wetar. Start awal perjalanan bisa melalui Kupang ataupun Ambon. Jarak tempuh dari Kupang lebih singkat daripada dari Ambon. Pelayaran kapal perintis dari Kupang sampai pelabuhan Pulau Wetar berkisar Rp 75000 – Rp 90000 memakai kapal perintis sabuk nusantara. Apabila dari Ambon, tarif yang ditetepakan adalah Rp 290000-Rp 320000 dengan menggunakan kapal KM Pangrango yang berlabuh di Kisar, dan Kisar – Pulau Wetar Rp 50000 dengan kapal perintis atau Rp 1 juta – 1.5 juta menggunakan kapal carter. Adapula jalur pelayaran dari Kalabahi, Pulau Alor, yaitu dengan menggunakan kapal barang perintis Lintas Bahari Indonesia dengan harga tiket Rp 55000, namun menggunakan kapal ini sangat tidak menjadi rekomendasi saya karena kapal ini bukan diperuntukan untuk penumpang. Kisah kapal LBI ini bisa dicek di postingan saya sebelumnya.

Selamat berpetualang di Pulau Wetar.

Pulau Wetar – 5 November 2015

Advertisements

One thought on “Do and don’t at Wetar Island

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s