Masyarakat haus hiburan.

Desa kecil dan bisa dibilang serba terbatas memang mempunyai keunikan tersendiri. Desa yang juga bisa terbilang sedikit terisolasi dari dunia hingar bingar kota membuat masyarakatnya melakukan berbagai cara dan upaya untuk mendapatkan hiburannya sendiri. 

Kartu remi misalnya, benda yang terbuat dari kertas ini mungkin terlihat hal biasa di kota besar. Bahkan, untuk memainkannya perlu menunggu kawan yang memang mau bermain. Apabila tidak ada, maka permainan kartu remipun pasti tidak akan bisa terlaksana. Berbeda halnya dengan di desa, siapapun pasti siap untuk diajak bermain kartu apalagi menggunakan taruhan. Tidak perlu bersusah-susah mengajak orang, di desa hampir semua pasti berebut untuk bisa memainkannya. Baik adik kecil, sampai nenek-nenek paruh baya pun dengan senang hati pasti siap bila diajak bermain. Benda taruhan untuk bermain kartu pun tidak seperti di kota besar. Biasanya uang mutlak menjadi taruhan, namun di desa ini benda taruhan adalah sebuah karet gelang, karet berwarna kuning yang biasa dipakai untuk membungkus makanan. Karet di desa ini menjadi benda yang sangat berguna untuk permainan kartu remi tersebut. Nilainya jauh lebih berharga daripada uang, semakin banyak mengumpulkan karet, berarti pemain tersebutlah pemenangnya.

 

berkumpul bersama

Hiburan lain yang tak kalah menariknya bagi masyarakat desa adalah pesta joget. Acara tersebut seakan manjadi acara yang paling dinanti oleh semua kalangan masyarakat desa. Tua muda, anak kecil sampai nenek-nenek pun rela menunggu sampai malam menjelang sampai pesta tersebut dimulai. Rasanya keberadaan pesta ini menjadi ajang untuk pamer diri semua kalangan masyarakat. Memakai pakaian yang paling keren dan paling bagus seakan menjadi hal yang sangat mutlak untuk dilakukan. Biasanya ajang pesta ini pun menjadi ajang bagi kaum muda untuk mendapatkan pujaan hatinya. Maka tidak heran apabila masyarakat desa tetangga pun akan berbondong-bondong untuk datang dan menyaksikan pesta joget tersebut.

Pesta joget, merupakan acara tradisi yang katanya harus digelar apabila ada seseorang atau kelompok yang telah menyelesaikan pembangunan apapun. Baik pembangunan insfrastruktur seperti rumah, sekolah, ataupun tanggul air laut, dan juga apabila masyarakat telah berhasil dalam hal apapun, misalnya syukuran-syukuran ulang tahun atau lulus ujian nasional. Yang unik, pesta joget tersebut haruslah tetap menjungjung tinggi nilai adat, menjunjung tinggi formalitas susunan acara yang sakral. Dengan adanya pesta joget, masyarakat seakan hilang dari stress kehidupan. Semua unsur pembawa stress pasti akan lenyap seketika apabila pesta joget berlangsung. Kakek nenek, remaja, sampai anak kecil sekalipun pasti larut dalam irama nyanyian khas timur, walau lagunya selalu berulang itu-itu saja.

 

pusing berjoget

Pesta joget akan berlansung sampai pagi hari, jadi tidak heran apabila acara selesai, hampir semua masyarakat tertidur pulas dan akan mulai beraktifitas pada sore hari. Pesta jogetlah hiburan satu-satunya yang dilakukan secara berjamaah, selain itu masyatakat akan kembali pada kegelapan dan kesunyian malam tanpa adanya penerangan dan listrik sama sekali.

Pesta Joget Desa Kahilin – 23 Oktober 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s