Teman – Teman Menakjubkan di Alor

Tidak terasa, sudah satu bulan saya meninggalkan desa dampingan. Sebulan menjadi waktu yang sebentar untuk sekedar melihat keindahan tempat-tempat baru diluar pulau. Pulau Bali, Pulau Rote, dan Pulau Alor adalah pulau pulau yang saya kunjungi selama satu bulan meninggalkan lokasi dampingan. Banyak kejadian unik, menarik, dan kejadian kejadian seru yang saya alami. Pertemuan saya dengan Bang Marga misalnya, pertemuan itu terjadi saat saya sampai di Pulau Alor setelah dari Pulau Bali. Bang Marga sedang makan di rumah makan ibu Anto, itupun karena informasi dari ibu Anto bahwa dia sama-sama dari Bandung.

Bersama Marga, Fajar, Citra

Sayapun langsung berkenalan dan sangat senang sekali takkala Bang Marga menawarkan tempat kostnya untuk saya tinggal selama di Alor. Bang Marga adalah karyawan BRI, sudah hampir 1 tahun dia menetap di Alor, awalnya dia bekerja di BRI cabang Bali, namun karena mutasi, akhirnya dia mendapat Alor sebagai lokasi kerjanya yang baru. Bang Marga enak diajak ngobrol. Pembawaannya yang kalem membuat saya merasa senang bisa berkenalan dengannya. Pertemuan dengan Bang Marga yang membuat saya akhirnya menginap di kontrakannya dan bermain bersama selama di Alor. Selain kejadian pertemuan dengan Bang Marga, adapun kejadian yang membuat saya senang, yaitu kunjungan sahabat perjalanan lama saya ke Alor. Suatu kejutan juga buat saya karena tidak menyangka akan ada sahabat dekat yang berkunjung ke Pulau Alor ini. Hamdani, teman perjalanan saya akhirnya berani untuk melakukan solo traveling ke tempat yang lumayan cukup jauh. Berangkat dengan pesawat dari Jakarta ke kupang, sebelum akhirnya kami bertemu di Bandara Mali, Alor.

 

Bersama Hamdani, Mika, dan Citra

Saya merasa berdosa sebenarnya, karena langsung mengajak hamdani ke lokasi wisata yang jaraknya lumayan cukup jauh. Namun Efek jetlag sehabis perjalanan panjang menggunakan pesawat seakan tidak menjadi halangan baginya untuk melihat indahnya air terjun di tengah hutan lebat di daerah Alor Timur. Ohya, sebelumnya saya pun ditemani fajar yang sekarang sudah merapat kembali ke pulau dampingannya di Pulau Sabu. Tiga hari kami menjelajah Pulau Rote, mengelilingi pantai-pantai dan bukit-bukit di Pulau Rote. Dari tidur terlelap di kapal cepat sampai kejadian menegangkan saat akan menabrak kerbau yang berjalan santai di tengah jalan. Rasanya, teman yang selalu setia menemani saya di Pulau Alor ini adalah Citra. Selama satu bulan saya di Alor, citra lah yang selalu menemani kemanapun saya pergi. Maklum, citra mendapat tugas pendampingan di Pulau Alor, jadi tidak heran jika dia sudah mengenal betul seluk-beluk tempat wisata di Alor. Biasanya, saya akan pergi ke tempat-tempat seru di Alor setelah citra menyelesaikan pekerjaannya. Jadi pekerjaan tetap menjadi prioritas utama sebelum akhirnya kami berkeliling ke berbagai macam tempat. Terkadang sayapun ikut citra melakukan pekerjaannya. Bertemu dengan kepala dinas DKP, bertemu dengan kontraktor desalinasi, dan juga ikut membantu citra saat harus kordinasi dengan orang-orang yang berkepentingan di pekerjaannya. Juan, saya lupa menceritakannya. Meskipun jarang sekali mendapatkan kesempatan untuk berkeliling dengan juan, namun saya pernah sehari menginap di kostannya sesaat sebelum berangkat ke bali. Mas Tutus dan Mas Tardi, aah mereka sudah saya anggap sebagai kaka saya selama berada di Alor ini. Mba Mika, Mba Melisa, Bro Mike dan Novi, itupun teman-teman baru yang benar-benar mewarnai perjalanan saya di Alor.

Saya bersyukur, karena selama di Pulau Alor ini selalu bertemu dengan orang-orang yang sangat baik hati. Mereka senantiasa membantu saya dalam berbagai situasi. Mereka tidak pernah merasa terbebani dengan kedatangan saya. Saya benar-benar dibuat nyaman selama berada di Alor.

Hari ini, tepat satu bulan saya di Alor, saya harus kembali ke pulau dampingan saya di Pulau Wetar. Kapal Perintis Lintas Bahari Indonesia sudah berlabuh di Pelabuhan Mutiara Pura dan siap untuk mengantarkan saya kembali ke Pulau Wetar. Ditemani Citra, Marga, dan Hamdani yang masih berada di Alor, sayapun dengan berat hati harus berpisah dengan mereka. Pertemuan selalu diakhiri dengan perpisahan. Setelah berpamitan, sayapun berlayar kembali ke pangkuan tanggung jawab yang harus segera dituntaskan.

Salam dari kapal perintis

Selamat berpisah teman-teman, terima kasih atas petualangannya satu bulan terakhir. Semoga kita bisa bertemu lagi dikemudian hari. Salam dari laut savu, dan dari Pulau Wetar.

18 Oktober 2015 – Kapal Perintis Lintas Bahari Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s