Nemberala, Pantai Indah Pulau Rote

“Kemana mas?”“Nemberala?”

“Pakeku lebih murah!”

“Ayo, Nemberala, lebih murah pakeku dari pada pake bemo!”

“Tidak bang, terimakasih”

Itulah percakapan sekilas saya dengan beberapa supir yang sedang menawarkan jasa transportasinya. Di Pulau Rote ini, memang Pantai Namberala seakan menjadi primadona setiap wisatawan yang datang. Bukan tanpa sebab, selain memang ombaknya yang cocok sekali buat surfing, pemandangan di pantai tersebut memang sangat menakjubkan. Semakin banyak supir-supir yang berbicara soal Pantai Nemberala, rasa penasaran saya pun semakin menjadi-jadi. Baiklah, demi memanfaatkan waktu yang memang tidak banyak, sayapun langsung membuat Pantai Nemberala sebagai destinasi pertama perjalanan saya di Pulau Rote.

Setelah menyewa motor pada kenalan teman, sayapun bersiap untuk menuju Pantai Nemberala. Sebelum pergi, kami dipusingkan dengan helm, bukan tanpa sebab, kami menyewa sepeda motor namun si empunya sepeda motor lupa menitipkan helmnya, jadi otomatis kami harus menunggu beberapa saat sampai ada kiriman helm untuk kami kenakan. Ohya, disini saya akan mengeksplore Pulau Rote bersama tiga orang teman saya.

 

Pemandangan Perjalanan
 
Perjalanan menuju Pantai Nemberala dari pusat kota Rote Ndao ditempuh dengan waktu 2 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Itupun malaju dengan kecepatan 70-80 km perjam. Sepanjang perjalanan kami disuguhi oleh pemandangan perbukitan kering khas Nusa Tenggara Timur. Sepanjang jalan sudah diaspal mulus, namun tetap harus berhati-hati karena sesekali ada aspal yang mengelupas dan juga banyak pasir halus yang bisa membuat ban motor tergelincir. Pohon-pohon yang tinggal menyisakan ranting, dan juga tanah bekas sawah yang berwarna coklat, serta pohon kelapa dan pohon lontar berdiri kokoh disepanjang jalan menuju Pantai ini. Binatang seperti anjing, sapi, kambing, kuda, babi, dan kerbau sangat bebas berkeliaran disini. Sehingga hampir setiap perjalanan kami melihat beberapa binatang tersebut menyebrang dengan sembarangan dan sangat membahayakan para pengemudi kendaraan. Hal itu pun terjadi pada saya. Karena antusias tinggi untuk segera sampai di Pantai Nemberala, saya melaju dengan kecepatan 80 km perjam yang nampak di speedometer, saya dikagetkan saat secara tiba-tiba ada seekor kerbau yang berjalan sangat gemulai menyebrangi jalan. Sayapun menarik tuas rem secara mendadak dengan tujuan agar tidak menabrak si kerbau gemulai tersebut. Saking paniknya, dengan reflek saya berteriak kencang seakan kecelakaan maut akan menimpa di depan mata saya. Namun, beruntung karena saya masih bisa mengendalikan laju sepeda motor, dan berhasil melewati kepala si kerbau gemulai tersebut dengan selamat. Rasa shock seketika menyerang, dan akhirnya saya sedikit mengurangi laju kendaraan dan lebih berhati-hati selama perjalanan.

Kami melanjutkan perjalanan dengan sedikit menahan kecepatan laju kendaraan. Perjalanan naik turun bukit kami lalui tetap dengan semangat tinggi. Binatang yang melintas sembarangan taklagi menjadi keanehan bagi kami, sehingga lambat laun mulai dapat diatasi. Danau-danau alami yang kering memanjakan mata kami karena membuat pamandangan begitu eksotis. Burung-burung yang berterbangan pun jelas sekali kami lihat. Mereka seakan sedang bercanda gurau di udara yang sangat bersih itu. Langit biru dihiasi dengan awan putih yang bergumpal besar. Menjadikan pemandangan alam ini sungguh sempurna luar biasa.

Pantai 1 Nemberala
 Kamipun sampai di wilayah Pantai Nemberala. Ini karena ada sebuah gerbang yang bertuliskan : Selamat datang di Pantai Wisata Nemberala, yang terlihat seadanya dan tidak terawat. Ada beberapa huruf yang sudah terlepas dari bingkai gerbang wisata tersebut. Kami mengacuhkannya, karena memang tujuan utama kami adalah Pantai. Tidak ada keindahan yang membuat kami tercenang di area pantai pertama yang kami singgahi. Matahari sangat terik kala itu, kami hanya melihat beberapa kapal nelayan kecil yang diparkir di bibir pantai. Aktivitas di pantai ini kurang ramai. Di Pantai pertama, kami hanya berfoto mengabadikan beberapa moment indah saja. Setelah puas, kami pun melanjutkan perjalanan ke pantai lainnya yang masih berada di kawasan Pantai Nemberala. Ohya, saya baru mengerti, bahwa Nemberala itu adalah nama sebuah Desa, makanya disini banyak sekali pantainya.

Memasuki pantai kedua, barulah kami tercenang akan keindahan pantai yang terkenal dengan ombaknya yang besar. Benar saja, saya bisa dengan jelas melihat ombak-ombak besar tersebut saat saya berada di bibir pantainya. Gelombang besar tidak membuat pantai ini berbahaya, karena ombak akan pecah pada saat sebelum sampai pantai, jadi kami bisa berenang dan bermain main di Pantai yang berpasir putih halus tersebut. Banyak berdiri homestay-homestay pribadi di sepanjang pantai ini. Namun rata-rata kepemilikan homestay mewah tersebut adalah bule bule mancanegara yang menetap lama di lokasi ini. Saya jadi berfikir bahwa bule selalu mendapatkan tempat yang sangat bagus di negara ini.

Kami pun berenang dan menghabiskan sunset di Pantai ini. Pantai berasa milik bertiga saja, karena memang tidak ada lagi pengunjung yang datang ke Pantai ini. Betah sekali rasanya berenang di Pantai yang masih sepi pengunjungnya. Kami bisa bebas berenang sesuka hati sampai lupa akan waktu. Ah, benar-benar surga dunia rasanya.

Pulau Rote – 08 Oktober 2015

Advertisements

One thought on “Nemberala, Pantai Indah Pulau Rote

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s