Kapal perintis, malaikat pulau pulau kecil Indonesia

Uniknya kapal perintis,
Perjalanan saya menuju pulau dampingan akhirnya tiba. Pulau MBD (Maluku Barat Daya) di kenal sebagai propinsi dimana akses untuk menuju ke sana lumayan sulit. Tidak banyak penerbangan yang ada, walaupun ada biasanya penerbangan itu sudah penuh di booking oleh orang dinas (DPRD,sekdis,dll). Pulau dampingan saya adalah pulau wetar, bisa di bilang pulau ini adalah pulau besar yang ada di wilayah MBD, untuk bisa mengunjunginya saya haruslah terbang menuju kupang, lalu menggunakan kapal perintis yang memiliki jalur ke pulau wetar. Sebenarnya ada banyak akses yang bisa digunakan untuk sampai ke pulau wetar ini, bisa dari ambon, ataupun dari saumlaki yang merupakan ibukota kabupaten MBD itu sendiri. Tapi jarak akses dari Kupang cukup singkat dan tidak menghabiskan banyak waktu. Dengan menumpangi kapal perintis dari Kupang, jarak tempuh menuju pulau wetar kurang lebih sekitar 38 jam pelayaran, berbeda jika kita berangkat dari ambon yang akan menghabiskan 2-3 hari perjalanan laut.

 

dock kapal perintis

Kapal perintis ini adalah kapal yang selalu dinanti dan di tunggu oleh orang pulau, terutama orang pulau terpencil ini. Jadwal yang tidak pasti mengharuskan para penumpangnya untuk bisa bersabar untuk bisa sampai ke kota tujuan akhir. Kapal perintis ini seolah-olah adalah kapal harapan yang selalu di nanti kedatangannya. Banyak alasan mengapa kapal perintis ini menjadi kapal harapan masyarakat desa terpencil, selain harganya yang bisa di bilang murah dan terjangkau, kapal perintis ini pun mampu mengangkut semua hasil bumi ataupun barang dagangan yang dibeli di kota. Selain itupun, tak sedikit dari para panumpang yang membawa barang bangunan dengan menggunakan kapal perintis ini. Ada banyak kelas pelayanan yang ditawarkan oleh kapal perintis ini, ada kelas VIP, Standar, dan Ekonomi. Penyewaan kamar pun disediakan layaknya sebuah hotal yang atau semodel dengan kapal pesiar, namun jangan mengharapkan adanya pelayan siap siaga atau pelayan sexy atau koki yang siap mengantarkan makanan super lezat layaknya sebuah kapal pesiar mewah. Meskipun kamar bisa di bilang sebagai pelayanan VIP, namun isi dari kamar tersebut bisa juga penuh sesak dengan berbagai barang bawaan penumpang.

 

bagasi kapal perintis

Beras, cabai, sayuran, cocacola, bir bintang, ember, sepeda, tepung terigu, asbes, sampai ayam dan babi hidup yang masih kecil pun bisa diangkut oleh kapal perintis ini. Maka sangat tidak heran kalau di kapal peritis ini suasananya tak berbeda jauh dengan sebuah pasar sembako namun para pedagangnya tidak membuka lapak mereka. Saya pernah menaiki sebuah kereta api ekonomi pada era sebelum kereta api sukses di pegang oleh mentri jonan. Saat itu kondisi kereta ekomoni tujuan Bandung – Yogjakarta tidak sebagus sekarang. Penumpang penuh berjejalan, barang bawaan memenuhi seisi gerbong, dan para penjual asonganpun bebas untuk berkeliaran menjajakan dagangannya dari satu gerbong ke gerbong lain. Nah. Suasana itulah yang akan didapat pada saat menaiki kapal perintis ini.

Namun, sesumpek apapun kondisi kapal perintis ini, dia tetap bisa menjadi tempat bermain yang sangat mengasikan untuk anak anak kecil asli ambon ini. Mereka setiap saat selalu bisa bermain, berlarian kesana kemari, mengexplore seluruh isi kapal, dan bahkan bernyanyi dan berteriak memanggil sesama rekan sebayannya tanpa memperdulikan kakek dan bapak ibu yang sedang beristirahat. Suasana kapal akan mendadak sepi apabila jam istirahat datang, dan akan mendadak sangat ramai apabila siang hari sudah kembali atau bahkan waktu dimana kapal berlabuh di sebuah pulau. Ohya, meskipun kapal akan berlabuh di baberapa pulau tujuan, namun jangan harapkan kapal akan berlabuh disebuah dermaga besar dimana para penumpang bisa langsung menginjak daratan setalah berada di dalam kapal. Tidak semua pulau di Indonesia ini memiliki demaga atau pelabuhan kapal. Maka tak heran apabila pada saat kapal berlabuh, kita akan dijemput oleh kapal jolor untuk bisa sampai daratan. Jadi memang perlu perjuangan extra lagi untuk bisa sampai ke daerah yang memang belum memiliki dermaga yang bisa dipakai kapal untuk berlabuh.

Keberadaan café penjual makanan ringan sangat penting keberadaannya. Meskipun harganya bisa dibilang mahal, tapi tetap saja barang dagangannya selalu habis terjual.harga segelas kopi panas dibanrol 10 ribu rupiah, dan harga sepiring nasi pakai telor ceplok dan satu sachet sambal abc adalah 15 ribu rupiah. Untuk harga popmie si penjual membanrolnya seharga 15 ribu rupiah. Bayangkan saja, jarak tempuh kupang ke ambon, dengan kapal perintis ini bisa mencapai 5 hari, jadi tak heran apabila makanan memang sangat di perlukan, dan juga karena stok makanan pun sangat terbatas, jadi sangat tak heran jika harga makananpun terbilang mahal. Untuk mengantisispasi pengeluaran yang membengkak, biasanya para penumpang membekal makanan untuk berjaga selama perjalanan. Maka takheran apabila dalam kapal perintis ini akan banyak di temui para panumpang yang sedang botram membuka perbekalan meraka bersama keluaganya.

Itulah sebagian kecil keunikan yang ada di kapal perintis ini, kapal yang gagah berani membelah lautan demi menghubungkan daerah daerah dan bahkan pulau pulau terkecil berpenghuni yang ada di indonesia tercinta ini.

15 agustus 2015

KM Sabuk Nusantara 43

Advertisements

4 thoughts on “Kapal perintis, malaikat pulau pulau kecil Indonesia

  1. sangat bermanfaat bagi saya bahkan mungkin bagi para backpacker yang akan berkunjung ke pulau wetar…..terima kasih bro atas artikelnya yang bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s