KUPANG, ibu kota Nusa Tenggara Timur

Ini hari pertama saya berada di kupang. Setelah perjalanan udara kemarin yang lumayan membuat telinga sakit dan kepala pusing serta perut magh yang pada akhirnya membuat saya tidak menginginkan untuk berpergian keluar hotel, istirahat dan tidur menjadi pilihan paling tepat pada saat itu. Namun hari ini, disaat saya merasa baikan dengan konsidi tubuh, saya pun merencanakan untuk pergi berjalan jalan ke pantai yang tidak jauh dari hotel tempat saya menginap. Namun sebelum saya pergi, saya memcoba untuk menghibungi teman kampus saya yang menurut info dari teman teman dia bekerja di Kupang, dan ini adalah kesempatan saya untuk bisa menemuinya. Pagi itu pun saya coba meminta nomer kontak dia melalui group line kampus, maklum pada saat itu saya mencoba menghubunginya langsung via privat message line, namun tidak ada jawaban, yang pada akhirnya saya mau tidak mau meminta nomer kontak yang bersangkutan melalui group. Tapi yang membuat saya terkejut, yang lebih dulu menjawab dengan memberikan nomer hp yang saya minta adalah temen saya sendiri yang sedang saya cari nomer kontaknya. Yah, dia adalah victorianus da lopez, saya langsung menelponnya pada saat itu juga dan menanyakan posisi dia sedang berada dimana. Percakapan tidak bisa lama, karena dia sedang bekerja, dan diakhir percakapan dia berjanji untuk bertemu apabila dia sudah tidak sibuk. Belum juga berpindah hari, ternyata teman saya itu menghubungi via line, bahwa nanti jam makan siang dia akan menyampatkan diri untuk mengunjungi saya di hotel. Dia pun meminta alamat lengkap hotel dimana saya tinggal. Taklama kemudian, teman saya itu pun datang, saya sedikit terkejut dengan perawakan dia yang semakin besar saja. Gaya gaya artis hiphop lengkap dengan baju longgar, rambut rapi memakai minyak rambut, serta sepatu boots dan rantai panjang pengikat dompet yang besar sangat kental dan terlihat sangat jelas, maka tidak sulit bagi saya untuk dapat mengenalinya bahwa itu adalah teman kampus saya : Victorianus da Lopes.

HAI BRO !
HAI BRO !

Kami pun masuk lobby hotel dan mulai berbincang mengenai tujuan saya mengapa ada di Kupang, serta pertanyaan-pertanyaan standar mengenai pekerjaan, aktivitas dan kesibukan, serta beberapa daerah yang mungkin bisa saya datangi untuk menhabiskan waktu di Kupang serta beberapa tempat yang asik untuk nongkrong dan juga tempat party yang sudah sangat jelas saya tidak mungkin untuk mengunjungi tempat tersebut. Banyak informasi yang dia beritahukan, terutama pada musim sekarang ini, kita haruslah selalu waspada jika ingin mandi atau berenang di pantai, karena akhir-akhir ini pantai di sekitar kupang sedang banyak sekali buaya. Saya pun langsung mengurungkan niat untuk bisa berenang di pantai. Waktu lopes untuk berkunjung tidak bisa lama, karena dia pun harus melanjutkan pekerjaannya, dan akhirnya dia berpamitan untuk pulang.

Sepulang lopez dari hotel, saya pun berencana untuk menikmati sore hari di pantai. Dan saya pun bersiap lalu berjalan kaki menuju pantai yang kebetulan tidak terlalu jauh dari hotel. Kota Kupang sore ini nampak sangat cerah, jalanan cukup ramai tapi tidak seramai Bandung ataupun Jakarta. Di sini hampir semua taksi adalah jenis mobil minibus, saya berjalan menyusuri trotoar jalan sambil melihat keadaan di sekiling. Banyak juga yang jual masakan padang, dan juga batagor bandung, dan tenyata memang pendatang dari luar kota sangat banyak di sini. Setelah melewati beberapa jalan utama, saya pun tiba di sebuah pasar atau mungkin tepatnya pertokoan. Susana pertokoan itu sangat ramai, banyak pedagang CD bajakan yang saling berlomba memutar lagu lagu andalan mereka dengan suara yang sangat kencang. Banyak juga penjual sirih yang mengeletakan dagangannya begitu saja di emperan trotoar jalan. Dan yang paling dahyat pun yaitu adalah penjual batu gemstone yang banyak juga berada di kupang ini. Saya melihat ada satu jalan yang sengaja di tutup pada saat malam hari, dikarenakan jalanan itu disulap menjadi pasar malam. Banyak penjual ikan bakar segar sana, dan juga aneka makanan dan masakan seperti sate, pecel, soto, ikan bakar, cumi bakar, dan nasi goreng. Para pramusaji di sana berlomba untuk menarik banyak pelanggan dengan memanggil siapa saja yang datang melewati warungnya agar bisa mampir dan makan di warungnya. Saat ini saya belum tertarik untuk makan di pasar malam tersebut karena saya sudah tidak sabar untuk melihat pantai.

Panorama Pantai
Panorama Pantai

Sesampainya di pantai, saya langsung mengeluarkan kamera dan mulai mengambil apapun gambar yang menurut saya bagus. Banyak muda mudi yang sedang berpacaran ataupun sekedar bermain di pantai saat itu. Saya melihat banyak kapal layar, yang mungkin itu adalah kapal layar milik orang asing yang singgah dan berlabuh di pantai ini. Yang unik, saya melihat ada sebuah bar yang terbuat dari kayu berpadu dengan bamboo, dan ternyata bar tersebut tidak menjual alcohol, melainkan bar tersebut menjual macam macam jenis kopi seduh dan juga mie instan. Saya pun sedikit tersenyum karana ternyata apa yang ada dibanyangan saya soal bar tidak memulu benar disini. Meskipun disamping bar tersebut ada meja bilyard, tapi tetap syariah dalam berjualan. Setelah asik menunggu dan melihat sunset, ternyata pantai tersebut semakin ramai dengan banyaknya muda-mudi yang yang datang untuk menikmati sajian jagung bakar dan pisang bakar yang banyak di jual oleh pedagang di sana. Hampir semua warung dadakan yang ada di situ menjual varian jajanan yang sama, yaitu jagung bakar dan pisang bakar dengan minuman sejenis pop ice dan nutrisari panas atau dingin. Saya baru sadar, mengapa banyak sekali penjual jagung dan pisang bakar itu, karena mungkin angin di pantai ini cukup dingin jadi rasanya sangat pas apabila nongkrong sambil ditemani kopi panas dan pisang atau jagung bakar tersebut. Tak terasa, hari semakin malam, dan saya pun harus segera kembali ke hotel, karena sudah ada janji dengan teman lain yang akan mengunjungi saya di hotel.

06 Agustus 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s