KUPANG – Awal Mulai Perjalanan

KUPANG – Perjalanan pun dimulai.

Tepat tanggal 4 agustus 2015, saya harus berangkat menuju pulau dampingan saya yaitu pulau wetar. Tiket sudah dikirim via whatsapps yang cuma sekedar kode booking. Jam keberangkatan pesawat tertera jam 05.00, sehingga mau tidak mau saya harus berangkat menuju bandara sebelum hari selasa dan bermalam di bandara, atau pada subuh harinya. Karena banyak teman dan rekan yang ingin mengantarkan saya ke bandara, maka saya memutuskan untuk berangkat pada malam hari saja, maklum teman saya zoltan dengan senang hati mengendarai mobilnya untuk bisa mengantarkan saya ke bandara. Teman teman saya yang mengantar cukup banyak juga, bahkan mereka rela bangun dimalam hari hanya untuk mengantarkan saya. Ini bagian yang membuat saya terharu pada mereka. Adit, zaldi, fauzi, undik, ridwan, dan zoltan sendiri berada satu mobil dengan saya, cuma yoga yang pada akhirnya menyusul karena rute perjalanan menuju bandara tidak satu arah dengan rumah yoga.

LERPE INDAH PERMAI
LERPE INDAH PERMAI

Jam 3.00 saya akhrinya sampai di bandara. Teman saya citra sudah menunggu seorang diri sebalum akhirnya fajar pun datang. Acara perpisahan ini tidak bisa berlangsung lama. Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, dan sayapun harus segera checkin untuk bisa melanjutkan boarding dan flight ke Surabaya sebelum akhirnya terbang menuju kupang. Foto foto dan salam perpisahan pun kami lakukan, ada saja kelakuan teman teman saya ini, terutama undik yang entah kenapa, dengan segala banyolannya selalu bisa membuat kami semua tertawa lepas. Suara cempreng khas indramayunya sangat kental dan selalu saja menjadi bahan tertawaan kita semua. Di bandara pun teman teman saya ini bertingkah seperti layaknya rombongan sirkus yang selalu membuat tertawa orang sekelilingnya. Tidak pernah peduli terhadap rasa malu dan selalu riang tertawa dengan berbagai olokkan ataupun guyonan lengkap dengan tingkah tingkah anehnya. Suasana seperti ini yang justru akan membuat saya kengen untuk bisa segera berkumpul kembali dengan mereka. Karena waktu yang semakin mepet pun, akhirnya saya mau tidak mau harus segera masuk ke ruang boarding untuk segera berangkat ke Surabaya dan berpisah dengan teman teman saya.Jam boarding agak sedikit terlambat, karena masih banyak penumpang yang tertidur dipelataran bandara karena memang ini adalah first flight lion air. Kami semua penumpang diantar dengan menggunakan bus bandara, dan letak parker pesawat kami pun lumaan jauh dari gate keberangkatan, sehingga lagi lagi harus menghabiskan waktu yang lumayan sebelum akhirnya kami masuk kedalam pesawat dan takeoff menuju Surabaya.

TEAM !!
TEAM !!

Penerbangan berlangsung selama 1 jam 40 menit, waktu tempuh yang lumayan sebentar karena hanya sampai Surabaya. Dan sesampainya di Surabaya, penumpang dengan tujuan akhir kupang tidak diperkenankan untuk meninggalkan pesawat, karena penerbangan ke kupang ternyata tidak harus ganti pesawat. Tidak menunggu waktu yang lama, akhirnya penerbangan menuju kupang pun dimulai. Pesawat saat itu berada di ketinggian 33000 kaki diatas permukaan laut, captain memberitahukan bahwa kecepatan jelajah mencapai 890-900 km perjam, dengan suhu udara diluar sekitar minus 3 derajat celcius. Mentari pagi dengan jelas mulai menampakan dirinya di luar kaca pesawat, maklum karena pagi itu masih sekitar pukul 08.00 WIT yang berarti masih 07.00 WIB. Tidak banyak aktifitas yang saya lakukan selama didalam pesawat, ini dikarenakan tekanan udara yang terjadi menyababkan telinga saya berdengung cukup kuat sehingga membuat saya sangat tidak nyaman dan ini segera mendarat di bandara eltari kupang. Pramugari berulang kali menawarkan jajanan didalam pesawatm namun rasanya saya tidak tertarik untuk membeli sebuah cemilan apapun walaupun saat itu magh saya sudah kambuh. Saya baru ingat bahwa terakhir kali saya makan adalah kemarin, yaitu haru selasa jam 10 malam, yang berarti sudah hamper 10 jam lamanya perut saya kosong, dan lagi AC di dalam pesawat sangat dingin yang mungkin membuat penceraan saya bekerja dalam kondisi kosong, sehingga magh pun kambuh. Tiba saatnya pesawat akan mendarat, informasi dari pramugari untuk segera kembali dan mengencangkan sabuk kesalamatanpun kembali bersuara. Lagi lagi telinga saya kembali berdengung sangat kencang, saya tidak merasakan halusnya pesawat pada saat turun dari ketinggian, semakin mendekati daratan, telinga saya rasanya mau pecah, saya pun mencoba untuk sedikit meredamnya dengan menutup kedua telinga saya dengan jari sekencang kencangnya. Angin kancanpun terus mengguncang pesawat yang akan landing, saya bisa melihat dengan jelas badan kapal yang seaakan sedang melawan kencangnya angin melalui kaca jendela yang memang harus dibuka pada saat pesawat akan landing. Saya merasa ini benar benar pengalaman pertama yang membuat saya deg deg an pada saat pesawat akan mendarat.

WING
WING

Pesawat pun akhirnya mendarat dengan selamat di bandara eltari kupang, tepat pada pukul 10.35 WIT. Bandara eltari hanya memiliki satu landasan pacu, hampir mirip dengan Hussein sasranegara di bandung, namun luas bandara eltari jauh lebih besar dari pada bandara bandung. Sampai juga saya di kupang, nusa tenggara timur, provinsi paling timur dari pulau jawa dan provinsi paling barat Indonesia yang saya singgahi sampai saat ini.

04 agustus 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s