PARA SAHABAT

Masih sahabat!
Kali ini mungkin saya akan bercerita lebih spesifik tentang seseorang yang benar benar saya anggap sebagai sahabat saya. Sahabat dimana saya bisa malampiaskan semua amarah saya, semua rasa senang saya, bahkan bisa menjadi tempat yang saya tuju takkala saya merasa kesepian. Celotehan celotehan kasar dan umpatan yang mungkin akan membuat orang sakit hati bisa saya layangkan pada sahabat saya yang satu ini.

Shafira hurul ‘aini, ya dia adalah sapi, selalu protes apabila setiap orang salah menyebut nama hurul menjadi nurul atau bahkan kesel apabila tidak ada penekanan huruf ain pada kata aini, sehingga tanda baca “curek” haruslah selalu melekat pada nama panjangnya itu. Saya mengenal dia sebenarnya saat kuliah, suatu hari saat tahun pertama kuliah dan kami satu angkatan mengadakan acara buka puasa bareng disalah satu rumah teman kami di kawasan tubagus ismail, saya sempat melontarkan broadcast message di akun yahoo messanger saya, ohya saat itu aplikasi yahoo messager sangat booming untuk mencari teman yang bisa jadi berbeda sekolah. Modal Akun YM yang kemudian di add sudah menjadi senjata andalan untuk bisa berkenalan dengan orang lain. Isi broadcast itu adalah pertanyaan saya yang bilang apakah ada anak Unpar di sini? Dan kemudian akun YM dengan id phieshapie menjawabnya dan pada saat itu kita saling bertanya lewat YM. Pada saat saya menanyakan jurusan, ternyata kita berada di satu jurusan di Unpar. Semenjak perkenalan itu saya pun jadi tahu sosok di balik akun phieshapie tersebut. Setelah perkenalan itu, saya sebenarnya tidaklah terlalu dekat, kelas yang berbeda dan juga masih tahap perkenalan semester awal menjadikan saya pun masa bodoh dengan perempuan yang dipanggil sapi ini.

 

sapi sapi sapi

Sampai tulisan ini saya buat, saya masih menelaah sebenarnya kapan waktu pertama kali saya benar benar merasa bahwa sapi ini adalah teman yang layak saya sebut sebagai sahabat. Seingat saya, saya mulai merasa nyambung dengan sapi sebagai sahabat adalah saat kami pergi liburan ke salah satu pulau di kepulauan seribu. Pulau tidung namanya. Saat itu sapi tidak sebawel sekarang, saat itu sapi adalah sosok yang pendiam. Sosok yang selalu berkata iya dengan apapun keputusan yang akan diambil oleh kelompok. Dan saat itu pula peran ayah sapi hadir saat kami sekelompok kesulitan untuk mendapatkan armada untuk pulang ke Bandung karena pihak travel mengharuskan adanya pembayaran DP sebagai syarat untuk menjemput kami di dermaga muara angke.

Dan lewat perjalanan pulalah yang membuat rasa persahabatan dengan sapi mulai terbentuk. Mulai dari perjalanan ke bali yang mendadak, perjalanan ke wonosobo, perjalanan ke villa sapi di lembang, atau juga perjalanan malam hanya untuk sekedar mencari makan secara mendadak. Sering rasanya sapi “nyulik” saya, ataupun sebalilnya hanya untuk meminta ditemani makan. Dan hal ini pernah menjadi kebiasaan yang rutin sampai harus pulang subuh atau pagi sekalian. Sepanjang malam kita bercengrama, saling ejek, saling maki, atau bahkan saling sindir satu sama lain. Maka tak heran juga apabila pada ujungnya saling curhat pun kita lakukan. Sampai sampai, mantan saya waktu itu sempat cemburu total karena malihat kedekatan saya dengan sapi.

Secara garis besar, sapi tipikal orang yang enak untuk di ajak ngobrol, tingkat keponya dia mungkin melebihi awak media yang sedang melakukan investigasi, sesekali sapi sering marah apabila saya keterlaluan menghina atau membulinya, tapi marahnya tidak akan lebih dari 5 menit. Terkadang sapi bisa menjadi orang yang super cengeng, sedikit sedikit nangis apabila bercerita tentang perasaannnya, walaupun sebenarnya dia berusaha untuk tetep tegar. Gaya bicaranga yang super cepat, kadang membuat saya harus jeda sedikit hanya untuk memahami isi dari omongannya yang super cepat itu. Hobby traveling nya membuat dia senang sekali berburu tiket murah dan kadang menulis kisah perjalannanya lewat akun web pribadinya : http://www.shafiraira.com. Ada hal positif yang didapat dari tingkat kekepoannya dia. Seringkali sapi menjadi seorang narasumber bagi saya jika saya ingin mengetahui sesuatu hal. Karena kebiasaan ini pula yang membuat sapi lebih jago dalam berteori dari pada prakteknya. Suatu ketika saya pernah membullynya habis habisan takkala dia tidak berani berenang di sungai citumang, padahal dalam teori dia paling jago pada saat ditanyai mengenai scuba diving. Saya jadi sanksi, berenang di sungai dangkal saja tidak berani, apalagi harus diving? Hahahaha..

Yah, itu mungkin sekilas mengenai sahabat saya : shafira hurul ‘aini, nexttime saya akan menceritakan kembali tentang sahabat-sahabat saya yang lainnya, terutama sahabat dalam perjalanan saya.

Banyak sahabat memang sangat menyenangkan dan mengasikan, dengan sahabat dunia tidak akan pernah sepi.

Thx bestfriend..

23 july 2015

Advertisements

2 thoughts on “PARA SAHABAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s