Ramadhan, lebaran, tradisi.

Setiap tahun, semua umat muslim pasti akan menjalankan ibadah wajib yaitu puasa ramadhan. Puasa menahan lapar dan hawa napsu selama 30 hari sebelum pada akhirnya menuju hari kemenangan di hari raya idul fitri. Tradisi mudik, membeli baju bedug sampai mencari takjil hampir selalu menjadi sebuah tradisi unik yang pasti akan selalu ada setiap ramadhan tiba. Kebiasaan orang kita untuk memmakai baju baru di kala idul fitri benar-benar menjadikan bisnis pakaian semakin marak dimana mana. Banyak pusat perbelanjaan yang menawarkan harga discount untuk semua jenis pakaian apapun. Baju koko, kemeja, celana, sampai sepatu untuk anak kecilpun semua di discount. Alih alih untuk meningkatkan penjualan, pihak departement store pun membanrol harga discount gila gilaan, bahkan sampai 70%, belum lagi adanya program late night sale yang digelar hanya untuk memuaskan konsumen yang mungkin tidak sempat berbelanja siang hari.

 

penuh sesak

Saya sering mendengar berita bahwa indonesia sedang dalam masa krisis, nilai dollar yang semakin tinggi membuat daya beli masyatakay indonesia semakin turun. Saya sedikit kurang percaya dengan perkataan di media media itu, karena yang saya lihat, pusat perbelanjaan tetep penuh sesak takkala display discount dipajang di setiap pojok pertokoan. Saya berfikir, apa yang menurun dari daya beli jika pusat perbelanjaan semakin penuh sesak saat akan hari raya tiba? Saya sebenarnya kurang paham akan perekonomian, karena yang saya lihat, pusat perbelanjaan tetap penuh sesak dengan orang orang yang ingin tampil gaya saat hari raya nanti.
Pola hidup konsumtif orng indonesia saya rasa sangat tinggi. Kejadian yang saya alami saat berada di pusat perbelanjaan yang sedang penuh sesak sedikit meyakinkan bahwa warga indonesia ini benar benar konsumtif. Saat itu di samping saya bediri seorang ibu dan anaknya yang masih balita, sang ibu sadang memilihkan sepatu untuk sang buah hati. Berkalikali sang ibu bertanya pada anaknya, yang saya yakin dia masih belum bisa mengambil keputusan mana barang yang bagus atau barang yang jelek untuk dirinya, setiap pertanyaan sang ibu benar benar tak ada respon dari sang anak berkali kali sang ibu mengambil jenis sepatu a dan b, lalu menyimpannya lagi dan mengambil sepatu c yang lagi lagi tidak ada respon dari sang anak tersebut. Pikiran saya langsung berargumen bahwa sebenarnya yang mempunyai keinginan untuk membeli itu adalah orang tua sang anak, yang secara tidak langsung membuat anak tersebut masuk ke dalam pola hidup konsumtif. Memang tidak ada yang salah menurut saya, selagi menang bisa membelinya, itu merupakan hak seorang ibu agar bisa membahagiakan anaknya. Tapi sesaat kemudian, muncullah sang ayah yang bertanya pada ibu tersebut, loh, bukanya sepatu ade baru saja beli kemarin? Ini buat apa lagi? Dan langsung dijawabnya oleh sang ibu : ini kan untuk sekolah, dan sang ayah pun pasrah. Fenonema unik ini banyak saya lihat saat berada di pusat perbelanjaan.. Ada lagi seorang ibu yang tidak sabaran untuk mengantri di kasir untuk membayar produk yang akan ia beli. Antrian memang panjang, namun sang ibu tersebut dengan santainya berdiam depan komputer kasir dan langsung menyodorkan kertas bon yang harus dibayarya, seorang pria dengan sigap menginnformasikan bahwa ibu harus antri di belakang, tetapi sang ibu tersebut cuek saja dan akhirnya mendapat pelayanan lebih dulu daripada si bapak tersebut, entah perasaan apa yang dirasakan oleh sang bapak, yang pasti karena ini masih jam puasa, saya melihat raut wajah yang mencirikan kesabaran si bapak tersebut, saya tersenyum kecil melihatnya.

 

discount 30%

Belanja produk diskon dan saling berebut, berpadat-padatan di pusat perbelanjaan mungkin itu lah tradisi menjelang hari raya idul fitri yang ada di indonesia ini. Semua orang rela mengantri hanya untuk berpenampilan lebih modis dan gaya saat hari kemenangan tiba. Yah, tak ada yang salah dan tak ada yang patut di salahkan. Setiap orang pasti mempunyai cara pandang yang berbeda. Apalagi dalam moment seperti ramadhan dan lebaran. Yang penting semua itu tidak lah mengganggu kepentingan orang lain.

Selamat berlebaran, mohon maaf lahir dan batin. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s