Keramaian yang sepi.

Sepi!Hari ini, minggu ke 6 saya berada di korea. Ada sedikit pandangan aneh yang saya temui takkala saya pergi berjalan jalan ke kota. Minggu minggu lalu, setiap kali saya main ke kota, suasana cukup ramai bahkan bisa di bilamh lebih mirip pasar. Banyak warga yang berpacaran atau sekedar jalan jalan di lorong pertokoan. Tapi saat ini, yang saya lihat hanya kota yang melompong, tidak ramai seperti biasanya, dan hampir semua orang mengunakan masker berwarna putih.

Yah, kasus menyebarnya virus mers mungkin membuat warga korea jadi malas untuk meninggalkan rumah. Mungkin mereka lebih memilih untuk bediam dirumah saja daripada harus berpergian yang memang beresiko. Isu mers di korea saat ini telah diberitakan bahwa pasien yang meninggal dunia bertambah. Berita lokal korea saat ini mengumumkan bahwa pasien yang meinggal akibat mers sudah mencapai lebih dari 20 orang. Banyak sekolah yanh diliburkan, bahkan kereta bawah tanah pun sempat berhenti beroprasi karena pemerintah setempat melakukan pembersihan atau sterilisasi dengan menggunakan disinfektan yang dipercaya dapat membunuh virus atau bakteri yang mungkin menjadi media penularan viru mers. Pemerintah setempat menyarankan warga untuk tidak berada di dekat rumah sakit, ataupun bila memang harus mengunjungi rumah sakit disarankan untuk menggunakan masker. Lebih dari itu, pemerintah setempat juga menyarankan agar warga tidak mengunjungi pusat keramaian, seperti mall, café-café, atau bahkan tempat prostitusi yang memang legal di kawasannya. Banyak toko toko di pusat perbelanjaan yang dengan sengaja menyediakan cairan antiseptik pembuhun bakteri untuk membersihkan tangan.

Saya pun penasaran apa itu mers ? Mers (middle east resporation syndrom) adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan, menurut informasi yang saya dapat dari media dan internet, mers berasal dari timur tengah dan merupakan virus yang ditemui pada hewan. Para peneliti menemukan virus mers ini dari kelalawar dan unta. Tapi para peneliti masih mencari bagaimana virus ini bisa menyebar ke manusia, karena menurut para meneliti, sangat jarang sekali manusia yang bermain main dengan kelalawar. Sampai tulisan ini saya buat, para peneliti masih belum menemukan obat untuk penyakit mers tersebut.

 

jalanan sepi

Kasus pertama mers di korea selatan sendiri berawal dari seorang pengusaha yang baru pulang dari timur tengah untuk urusan bisnis, yang kemudian virus ini menyebar dengan sangat cepat ke seluruh pelosok negeri.

Suatu saat, saya pernah mendengar dari salah satu teman saya yang memang sudah lama berada di korea, dia mengatakan bahwa wabah ini hanya sering terjadi saat musim panas saja, entah itu benar atau tidak, saya hanya menggelenhkan kepala saja, karena memang masih belum ada data yang mengarah kesana.

 


Saya cuma berdoa dan terus mencegah dengan mulai menjalankan pola hidup sehat, dimana cuci tangan dan memakai masker saat berkativitas dipercaya dapat mencegah penularan mers, tidak perlu takut dan panik, karena justru antibodi kita akan turun saat kita panik ataupun takut dan memikirkannya. Mudah mudaha ALLAH SWT, selalu memberikan perlindunganNYA pada saya. Amin.

-cont

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s