Catatan harian : hari ke(sebulan), mulai kangen!

Hari mulai kangen!Tidak terasa, sebulan sudah saya beraktivitas jauh dari indonesia. Yah, jarak indonesia dan korea kurang lebih 5000 kilometer, penerbangan menggunakan pesawat sekitar 6 jam lamanya. Mengikuti kegiatan dan aktivitas di sini memang tidak begitu terasa, hal ini karena memang kegiatannya lumayan padat. Setiap hari saya harus mengikuti kegiatan yang memang sudah di jadwalkan. Sebenarnya kegiatan di sini sejujurnya samgat membuat saya bosan, tapi maubtidak mau saya harus tetap konsisten mengikutinya. Pagi hari saya harus bangun, jam 8 kegiatan awal sudah di mulai, yah karena perbedaan waktu, jam 8 di sini berarti masih jam 6 pagi waktu indonesia bagian barat. Mandi dan sarapan menjadi keharusan bagi saya karena tepat jam 8 saya harus meninggalkan dorm. Telat satu menit saja, mobil angkutan sudah tidak ada, makanya sebisa mungkin saya harus bangun dan selesai sarapan sebelum jam 8 pas. Awal mulanya badan saya masih shock karena memang belom terbiasa dengan jam yang ada di sini, maklum saat di indonesia, saya terbiasa bangun jam 9 atau jam 10 pagi. Cuaca dingin langsung menusuk badan saya. Saat tulisan ini saya buat, meskipun sebenarnya korea sudah masuk musim panas, tapi tetap saja dingin masih terasa di saat pagi hari. Terkadang saya sangat kangen dengan cuaca indonesia yang bisa di bilang tak menentu saat saat ini, kadang panas tapi kemudian bisa hujan seketika. Jam makan siang sangatlah teratur, jam 12 saya istirahat untuk makan. Menu kimchi dan lauk pauk selalu tersaji, namun takkala yang di hidangkan adalah manu babi, maka mau tidak mau saya harus mencari menu lain yang biasanya di taruh di meja terpisah. Makan kimchi tiap hari rasanya menjadikan saya kangen betul terhadap masakan indonesia, saya kangen makan ayam goreng, ayam bakar atau bahkan makan petai dan jengkol yang memang sangat sulit di temukan di sini. Kalaupun memang ada, harganya sangat lah mahal sekali.

 

mereka tak selezat di indonesia

Kangen terhadap orang rumah? Sudah jelas.meakipun setiap hari saya bisa berkomunikasi melalui whatsaaps, line, bbm, tapi tetap saja saya benar benar merasakan kangen yang berlebih. Cuma foto ataupun video call yang bisa meredam rasa kangen saya selama berada di sini. Pacar? Jelas sangat berasa sekali kangennya. Apalagi selama di bandung dan masih sama sama belom punya pekerjaan, kita selalu bersama, hampir setiap hari bisa bertemu, setiap hari bercanda, ngobrol kesana kemari, atau bahkan setiap hari menghabiskan waktu tidak jelas bersamanya. Nonton,makan, ataupun cuma sekedar nongkrong di kafe murah kita lakukan bersama. Sampai rencana bisnis yang mau di bangun pacarpun saya ikut andil di dalamnya.

Saya masih ingat takkala pacar saya memberikan kejutan ulangtahun, saya benar benar tidak menyangka kalau dia ternyata sudah merencanakannya bersama teman teman saya. Yah beberapa hari sebelumnya memang dia bilang jika saat saya ulangtahun dia ada urusan kerjaan di jakarta. Sejujurnya saya tidak begitu mengharapkan surprise ulang tahun, mengingat umur sayaa sudah bukan jamannya lagi untuk hal yang seperti itu, tapi saya saat itu benar benar senang dan terkejut oleh hal itu, kue yang dia bawa memang tidak banyak, tapi benar benar membuat saya senang sekali hari itu. Apalagi saat pacar memberikan saya buku tebal mengenai gunung everest, wah saya bener benar girang sekali malam itu. Dan meskipun buku itu buku bekas, tapi saya benar benar exited buat baca dan baca lagi buku itu. Benar benar kado terbaik buat saya.. Banyaknya hal yang saya lakukan bersama pacar benar benar membuat saya kangen terhadap dirinya. Dan lagi mungkin saat saya pulang pun, rasa kangen itu akan selalu muncul, karena saat ini, saat tulisan ini di buat, pacar saya sudah mendapatkan pekerjaan di jakarta. Otomatis kita harus melakukan hubungan jarak jauh yang sebenarnya membuat saya khawatir. Tapi kembali ke fokus kita, saya yakin sekali bahwa LdR ini bisa di pertahankan demi tujuan akhir yang lebih indah.(maaf jika tulisannya sediikit curhat).

 

cinta lewat buku

Terakhir saya menghubungi mama saya adalah satu hari kemarin, tanggal 30 mei 2015. Saya merasa sedih takkala mama saya bilang bahwa dia cuma seorang diri di rumah. Yah, kakak kakak saya pun tidak berada di bandung, jadi wajar mereka tidak bisa menemani mama. Biasanya saya selalu menjadi anak nomer satu dalam urusan membantu mama atau pun papa, mulai dari mengangarkan mama ke kantor, sampai mengantarkan beliau ke pasar untuk berbelanja kebutuhan kantin. Wajar karena saat itu sayalah anak terakhir yang masih berdiam bersama orang tua. Saat bbm, mama bilang kalau pompa air di rmh rusak, papah sedang tidak ada di bandung karena sedang mengurusi bisnisnya di bogor. Seumur umur, saya belom pernah melihat mama membetulkan pompa air sendirian. Sedih dan terharu memang ketika mama bilang ia sedang berusaha membetukan pompa air seorang diri. Yah walaupun di bbm selalu bertanya apa yang harus dia betulkan. Tapi sesungguhnya saya salut sama beliau. Dan rasa kangen untuk ketemu dan berbincang langsung sama beliaupun makin manjadi.

Benar benar rasanya ingin sekali cepat sampai dihari H, dimana saya akan berangkat ke bandara inchoen international dan lalu terbang menjelajah langit selama 6 jam sampai akhirnya tiba di bandara soekarno-hatta international. Yah, semua perlu kesabaran extra. Semoga saya masih di berikan kesabaran oleh allah swt, amin.

-cont (cerita hari hari sebelumnya menyusul yaah, maaf kalo tiba tiba langsung satu bulan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s