catatan harian : hari pertama!

Hari pertama,

Sampai di negeri orang memang ada susah ada gampangnnya juga. Saat sampai di bandara international inchoen, saya sedikit dipusingkan oleh tempat kedatangan yang ternyata harus diantar menggunakan kereta cepat antar bandara. Awalnya saya bingung dimana tempat kedatangan yang biasanya ada tulisan imigrasi dan juga tempat dimana kita akan mengambil bagasi. Hal lain lagi yang membuat saya bingung adalah saya merasa tidak berani untuk sekedar bertanya pada satpam ataupun polisi yang ada dibandara, alasannya cukup simple, yaitu kendala Bahasa, yah saya sama sekali tidak mempersiapkan Bahasa korea untuk bisa saya pelajari sebelum saampai di Korea, selain itu pun, Bahasa inggris saya benar-benar pas-pasan sehingga muncul rasa malu bagi saya untuk bertanya kepada orang sekitar. Disitu saya menjadi merasa sangat bodoh dan langsung telintas untuk mulai belajar Bahasa korea. Karena entah kenapa keberanian saya untuk bertanya benar-benar hilang, dan hasilnnya adalah saya mengikuti insting saya untuk mengikuti orang-orang yang juga baru turun dari pesawat yang saya tumpangi, karena dalam hati saya yakin, mereka akan menuju suatu tempat dimana meraka akan mengambil bagasi yang mereka bawa dan pergi ke imigrasi untuk memberitahukan bahwa mereka akan masuk ke korea. Tapi, karena memang tidak pasti, saya pun tetap berusaha mencari suatu informasi yang bisa meyakinkan saya untuk dapat mengikuti mereka. akhirnya sayapun melihat sebuah peta bandara yang meunjukan dimana posisi saya berada, dan dimana letak tempat kedatangan dan ambil bagasi yang akan saya tuju. Pada saat yang samapun, tenyata tidak Cuma saya yang kebingungan mencari lokasi kedatangan, ada sepasaang ibu muda dan mungkin mamanya yang kemudian bertanya pada saya, dimana letak terminal kedatangan tersebut. Karena saya pun sedang bingung, maka saya pun memberitahukan pada mereka bahwa saya sendiri juga bingung, dan mereka pun memakluminya, karena memang bandara inchoen ini adalah bandara yang saya kira ini bandara paling megah yang saya kunjungi. Bahkan untuk menuju terminal kedatangan pun kita sebagai penumpang harus lah menggunakan kereta bawah tanah yang mengguhubungkan gate pesawat dan lobby utama bandara. Sungguh luar biasa bandara inchoen international ini.

inchoen international airport
inchoen international airport

Setelah saya yakin dengan menggunakan kereta, akhirnya saya sampai juga dilobby bandara dimana saya harus lapor imigrasi untuk memasuki korea. Urusan dengan imigrasi tidak sesulit di Malaysia, saya pun lancer memasuki Korea dan langsung mencari exit door. Saya di jemput oleh om saya disana. Beliau bersaama temannya menjemput saya. Karena saya tidak membawa uang won, maka sayapun disarankan oleh om saya untuk menukarkannya di bandara, agar lebih praktis, dan sayapun menuruti saja perkataannya.hal pertama yang keluar dari mulut saya ketika keluar dari baandara adalah ; korea indah. Kata itu saya mengutip dari sebuah iklan produk kecantikan yang sering tayang di teleisi Indonesia. Tapi kenyataannya memang begitu, melihat bandaranya saja saya terkagum kagum dengan terkonsepnya pembangunan yang ada di korea ini. Dan begitu keluar bandara, saya sedikit kedinginan, karena suhu saat itu menunjukan 12 derajat celcius, walaupun cuacanya saya pikir panas sekali di luar, ternyata justru sebaliknya, cuaca boleh terang, namun suhu tetap saja dingin sekali. Kekaguman lain yang saya dapat sesaat seteleh keluar dari bandara adalah mengenai bus. Sebenarnya saya tidak tahu tujuan saya akan kemana setelah di jemput oleh om saya ini. Saya hanya mengikuti kemanapun dia akan melangkah, maklum ini pertama kali saya ke korea, dan saya sama sekali belum hafal daerah korea. Jadwal keberangkatan bus diatur oleh computer, dan kerennya lagi, semua bus disini akan selalu ontime saat keberangkatan atau pun kedatangannya, jadi kita tidak perlu menunggu lama bus tujuan kita, dan tidak perlu juga menunggu bus sampai penuh.

Sepanjang perjalanan dengan bus ke tempat yang saya sendiri tidak tahu akan kemanana ini membuat saya akhirnya hanya bisa memandangi jendela dan melihat pemandangan sepanjang jalan. Dan lagi lagi saya pun terkesima oleh korea, karena jalanan pada saat itu sepi sekali, tidak mecet, dan memang jumlah mobil pun sedikit, sedangkan lebar jalan sangat besar sekali. Bangunan-bangunan yang saya liat sepanjang perjalananpun banyak di dominasi oleh apartemen-aparteman tinggi dan juga ada pelabuhan yang mungkin itu pelabuhan laut utama korea tempat masuk dan keluar kapal yang sangat besar-besar. Ohya, bandara inchoen ini sebenarnya terpisah dari daratan kota korea, jadi bandara inchoen ini ada disebuah pulau yang saya rasa ini memang dikhusus kan hanya untuk bandara saja, jadi untuk sampai ke kota lewat darat harus mamakai jalan higgway yang sangat panjang dan melintasi laut membentuk jembatan super panjang, dimana jembatan inipun seolah olah berfungsi sebagai seawall yang membatasi perairan laut korea. Sungguh mengangumkan pembangunannya, lagi lagi saya berfikir. Jembatan toll di atas laut inipun mungkin merupakan toll di atas laut terpanjang  yang pernah saya laluin. Setelah sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya sayapun sampai ke tujuan yaitu ansan. Saya baru bertanya setelah saya keluar dari bis dan menanyakan ini daerah mana ke om saya.

suasana di ansan
suasana di ansan

Bercerita soal ansan, sayapun sedikit tersenyum kecil, karena ternyata banyak sekali orang Indonesia yang ada di ansan ini. Mereka pada umumnya bekerja, dan juga ada yag kuliah di universitas ansan. Maka tak heran jika di daeran ansan ini saya banyak menjumpai dan mendengar orang-orang berbicara dengan Bahasa Indonesia, bahkan Bahasa daerah terutama Bahasa jawa. Saat saya dan om memasuki sebuah kios telpon pun, ternyata pelayan disitu sangat mahir berbahasa Indonesia, dan usut demi usut, ternyata dia mantan TKI yang menikahi pemuda korea dan akhirnya menetap dan membuka lapak pulsa di ansan. Warung makan bercita rasa Indonesia pun banyak di ansan. Jadi jika kalian mengunjungi ansan, jangan sungkan untuk berbahasa Indonesia, karena disini pasti ada orang yang bisa berbahasa Indonesia.

senja di ansan
senja di ansan

-cont

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s