SOLOIST TRAVELLING WITH MOTORCYCLE TO BALI

20140321-154016.jpg

satu bayangan yang tidak pernah terfikir sebelumnya. sebuah perjalanan yang terkesan menantang, berbahaya, dan nekat..

pergi ke bali dari jawa pakai motor rasanya hal yang biasa saja buat sebagian orang. bahkan banyak diantara para riders penghobi motor yang sudah bahkan sering malakukannya. Jarak jawa – bali memang terkesan jauh, yah 1118 km dari bandung sampai denpasar, itu pun jarak yang tertera hasil pengurangan jarak tempuh speedometer beat yang di pakai.

awal rencana keberangkatan memang spontan, tidak di pikirkan secara matang. alih alih pelampiasan masa libur lebaran dan kuliah, kesempatan pun datang saat seorang sahabat perjalanan : shafira ira, yeaah.. lagi lagi dirimu, SAPI !! meminta seorang sahabat untuk mengirimkan kendaraan pribadinya sampai ke pulau dewata. Sapi saat itu sedang job training di sebuah agen pariwisata di bali. Pesan Pesan singkat lewat sms dan whatsapps akhirnya membuat saya yakin untuk berangkat mengantarkan kendaraan si beat sampai di pulau dewata dengan selamat.

awal rencana, saya tidak pergi seorang diri. satu lagi teman perjalanan saya : HAMDANI, yeah dia yang sebenarnya memberikan ide untuk melakukan perjalanan ini. semua planning kita susun bersama. mulai dari jalur mana yang akan di lalui, destinasi mana saja yang akan kami singgahi, sampai estimasi lama perjalanan yang harus kami tepati guna memaksimalkan waktu liburan yang tersisa.

kami membagi tugas dalam semua keperluan dalam perjalanan ini, HAMD (Hamdani) bertugas memastikan bahwa motor si beat yang akan kami pakai siap dan layak jalan. servis besar besaran pun harus di barikan kepada si beat agar akhirnya perjalanan ini tidak mendapatkan banyak kendala yang berarti. ganti v-belt CVT, ganti OLI mesin, ganti Kanvas rem, sampai ganti semua baud-baud yang kendor pun telah dilakukan. total biaya servis pun hampir selangit, dan itu adalah petama kalinya biaya servis termahal yang pernah dilakukan untuk sepeda motor.

saya, bertugas untuk merencanakan apa yang akan kami lakukan di perjalanan. persiapan peta perjalanan, rute mana yang akan kami lalui, dan kota-kota mana saja yang nanti akan kami lewati yang pada akhirnya kami sampai pada tujuan akhir : pulau dewata bali. perlengkapan separti sleeping bag, tolak angin, sampai headlamd yang terkesan perlu tidak perlu saya siapkan.

Berkali kali kami memastikan agar perjalanan ini dapat terlaksana dengan baik. Estimasi estimasi kemungkinan terjadinya hambatan di perjalanan pun semua dipersiapkan. Kordinasi kesiapan antara saya dengan hamd selalu terjalin setiap hari untuk memastikan kebutuhan perjalanan tidak ada yang tertinggal.

Saat itu hari kamis, tepat tanggal 16 agustus 2013, hari dimana perjalanan menempuh 1118 kilometer menuju timur akan kami lakukan. Malamnya, saya berkomunikasi dengan hamd untuk memastikan kembali akan kesiapan. Namun, saya terkejut takala hamd memberikan pernyataan yang ragu akan perjalanan ini. Pikiran-pikiran negatif mulai timbul dalam otak saya, haruskah perjalanan ini batal ?? Saya berulang kali memastikan bahwa perjalanan akan aman dan baik-baik saja. Namun, apadaya izin orang tua selalu menjadi izin paling sakti yang harus di dapat saat perjalanan, dan hamd tidak mendapatkan izin sakti itu. Alhasil saya berusaha meyakinkan diri saya sendiri untuk terus melanjutkan perjalanan ini.

Hamd sendiri nampak sangat menginginkan ikut dalam perjalanan, segala cara di lakukan agar perjalanan menggunakan beat batal, mulai dari bujukan perjalanan menggunakan bus sampai kereta bahkan pesawat dia tawarkan. Pokonya jangan pakai motor karena dia tidak mendapat izin dari ibunda tercintanya. Namun, saya tetep pada misi dan tujuan awal sehingga hamd terpaksa harus mengalah dan tidak ikut perjalanan.

(Tobe continued)

<

Advertisements

One thought on “SOLOIST TRAVELLING WITH MOTORCYCLE TO BALI

  1. lebay!! baud2 kendor.. hahaha
    thanks to Hamdani,,, gw gatau berapa biayanya waktu itu, yang pasti muahaaaaaaaall, trus tiap dimintain rekening ga pernah bener (waktu itu belom jadi pacar yak!!) padahal niatan mau bayar biaya servis, malah dibilang “hutang budi aja” semacam gitu, kesel loh sebenernya itu lebih berat daripada hutang duit, kesel juga ga ikut ke Bali si Hamdaninya..
    thanks to Imam yang mau gila sendirian naik motor, tapi jadi pengalaman buat lu kan ya, tapi gara-gara itu pula malah digosipin yang aneh-aneh karena keniatan si Imam, tapi tidak bertahan lama untungnya hahahaha.. mam, yg ini lanjutin dong, cerita maneh pas baliknya haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s