Happy days ever i had !! Dinda engagement days.

Duaribu delapan, adalah waktu dimana aku mulai mengenalnya. Bukan tidak sengaja aku mengenalnya, namun karena kami sama-sama terdaftar sebagai mahasiswa teknik industri di salah satu universitas katolik ternama di kota Bandung. Aku tidak secara nyata melakukan perkenalan dengannya, perkenalanku berjalan begitu saja dengan alaminya. Mungkin ini karena kita dibedakan oleh pembagian kelas, sehingga aku berkenalan … More Happy days ever i had !! Dinda engagement days.

Saumlaki Series; Sirimau-the biggest ship ever i used.

Stoom kembali berbunyi untuk yang kedua kalinya. Para penumpang yang masih diluar segera bergegas untuk masuk dan mencari posisi paling nikmatnya masing-masing. Beberapa orang yang sedang makanpun segera mempercepat menghabiskan porsi makannya. Stoom 2 (dua) menandakan bahwa kapal sudah siap untuk berlayar. Namun, masih ada satu stoom lagi yang menadakan kapal telah melepas jangkar dan … More Saumlaki Series; Sirimau-the biggest ship ever i used.

Saumlaki Series; Sopi, Tradition and Negotiation.

Alotnya negosiasi dalam menetapkan harga jual rumput laut akhirnya selesai. Aku berhasil menurukan 20 persen dari anggaran biaya yang aku bawa untuk membeli satu ton bibit rumput laut ke Saumlaki. Setelah panjar aku bayarkan, akupun pulang dengan suasana hati yang tenang. Satu masalah selesai, batinku. Ada tiga desa yang aku datangi untuk mencari keberadaan bibit … More Saumlaki Series; Sopi, Tradition and Negotiation.

Saumlaki Series; Planning For Buying Seaweed

Bandara Tual sore itu terlihat ramai. Para buruh angkut beramai-ramai saling baku sikut dengan teman seprofesinya, berlomba dalam menawarkan jasa angkut barang-barang yang dibawa oleh penumpang yang baru saja turun dari pesawat. Mereka terlihat sangat riuh, ramai saling tegur, dan berteriak mencoba menarik hati para penumpang yang datang. Mereka sangat berani, bahkan terbilang gigih untuk … More Saumlaki Series; Planning For Buying Seaweed

Saumlaki Series; Journey to the east, Tual City

Saumlaki Series : Jouney to the East, Tual City. Wohooo, Tual, Langur. Hari itu aku mendapatkan tugas mulia untuk membawa satu ton bibit rumput laut dari kota ini. tugas yang lumayan cukup berat bagiku. Bukan karena bobotnya yang berat, tapi ini menyangkut akan keberhasilan untuk mendatangkan bibit dengan volume yang cukup besar dengan waktu perjalanan … More Saumlaki Series; Journey to the east, Tual City

Saumlaki Series; Uniquely Saumlaki Traditional Market

Saumlaki traditional market Hari ini, memasuki bulan keempat aku berada di Kota Saumlaki. Rasanya hampir semua sudut kotanya sudah aku jalajahi. Mulai dari sisi paling timur, sampai sisi paling barat, bagian utara dan selatan sampai dengan jalur lintas desa di bagian baratnya sudah pernah aku kunjungi. Rasa bosan mulai melanda. Tapi bukan Saumlaki jika tidak … More Saumlaki Series; Uniquely Saumlaki Traditional Market

Saumlaki Series; Keep Strong Old Ship!

Seoongok besi tua dengan wajah lesu itu terus diam dan bersadar dipinggir sebuah dermaga sederhana. Wajahnya sudah tidak mampu lagi memperlihatkan masa kejayaannya. Cat biru dibadan dan cat merah dibagian kakinya sudah mulai memudar. Aroma karat menjadi satu-satunya pengharum yang selalu ia kenakan. Hampir semua bagian yang bercat di tubuhnya sudah hilang tergantikan oleh karat. … More Saumlaki Series; Keep Strong Old Ship!

Saumlaki Series; The Man Who Build Phinisi.

Lelaki muda dengan rambut yang terbelah ditengahnya itu sedang asik memainkan pekakas pertukangan yang dibawanya. Sambil duduk ia memahat sebuah kayu tebal yang kemudian ia bentuk menyerupai sebuah lekukan-lakukan simetris. Sesekali ia berhenti untuk mengambil nafas panjang dan mengusap peluh yang sudah mulai menetes dipelipisnya. Palu kayunya sangat berat, besi tempanya sangat tajam.

Saumlaki Series; Seaweed and Lermatang Society

Rumput laut dan masyarakat desa lermatang. “Hancur semua mas, seng ada lagi yang tersisa ee.” “Harga su turun sekarang mas, seng jelas.” “Seng ada bibit mas, katong cari yang cepat sa.” “Disini seng bisa mas kerja kelompok.” “Susah mas.” “Seng bisa mas.” “Seng tau mas.” “4000 mas.” “Satu karung satu juta mas.” “Pasir su paling … More Saumlaki Series; Seaweed and Lermatang Society